Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

“Aku Timur dan Aku Kristen“

Linda Rahmawati
01 Apr 2023 · 2" baca
WhatsApp Facebook Twitter

“Aku kristen dan aku timur.” Kalimat itu kudengar 2019, 3 tahun yang lalu. Tapi, kalimat itu masih kuingat sampai sekarang.

—

Aku Rahma. Sedari kecil aku dibesarkan dari keluarga muslim. Semasa sekolah aku juga selalu menempuh pendidikan di sekolah swasa islam hingga aku kuliah. Hingga pada masa kuliahku memasuki kegiatan magang. Aku memutuskan untuk mengikuti kegiatan magang pada dunia film.

Pada pertengahan semester aku diterima magang disalah satu rumah produksi. Dunia film menjadi dunia yang sangat awam untukku. menariknya aku langsung mendapatkan koodinator yang nonmuslim dan berbeda suku dengan ku.

“Aku kristen dan aku timur,” kalimat pertama yang dilontarkan Lana (32) selaku coordinator lapanganku.

Itu adalah pertama kali aku bertemu dengan Kak Lana untuk memulai pengarahan kegiatan magang di hari pertama. Kak Lana  seorang perempuan asal papua yang beragama nasrani.

Bukannya takut atau berpikiran negatif, aku justru senang dan mempunyai teman lintas suku dan agama merupakan keinginanku sedari lama.

Ingin rasanya belajar dan mengobrol banyak tentang perbedaan diantara kami. Namun sayangnya, posisi kami kala itu membuatku berpikir akan ada kesenjangan antara anak magang dengan koordinatornya.

Prasangka negatifku perlahan menghilang karena sikap-sikap toleransi yang Kak Lana tunjukkan. Itu membuat saya merasa lebih dihargai. Tindakan-tindakan seperti mengingatkan salat,
merapikan hijabku yang tidak jarang sedikit terbuka dibagian leher, dan sikap perhatian lainnya.

Sikap lain yang membuat saya sadar akan indahnya toleransi adalah ketika Kak Lana membantu temannya mempersiapkan Lebaran. Di sana dia membantu apa saja keperluan yang dibutuhkan.

Selain sebagai koordiantor kak lana juga merupakan temanku. Karena sikapnya yang sangat baik denganku, aku juga ingin bersikap toleransi sepertinya.

Seperti saat kami makan bersama. dia memakan makanan non halal seperti babi. Kami makan bersama disatu meja yang sama. Babi merupakan makanan yang tidak diperbolehkan diagamaku.

Aku berusaha untuk saling menghargai seperti yang kak Lana contohkan padaku. Indah sekali mendengar keberagaman menjadi kesatuan untuk saling membantu dan menjaga.

 

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Memahami Kedalaman Makna Melalui Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual

Dunia linguistik dan studi sastra, analisis wacana tekstual dan kontekstual memainkan peran penting dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah teks. Kedua pendekatan ini bekerja sama untuk menggali makna yang tersembunyi di balik kata-kata dan situasi yang dihadapi penulis. Melalui penerapan teknik-teknik analisis ini, kita dapat menemukan lapisan-lapisan makna yang dalam dan kompleks dari sebuah […]

0 0
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Kritikalitas Wacana Abad ke-21: Mengurai Kuasa dan Identitas

Analisis wacana kritis, sebuah alat penting dalam kerangka pemikiran kritis, telah menjadi kunci dalam memahami dinamika kuasa dan identitas dalam era globalisasi abad ke-21. Dalam konteks ini, kajian semacam ini menjadi semakin relevan karena pergeseran struktur sosial, politik, dan budaya yang meluas.             Analisis wacana kritis memberdayakan kita untuk melihat di balik kata-kata dan teks-teks […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Analisis Tekstual dan Kontekstual

Analisis wacana tekstual dan kontekstual adalah pendekatan dalam mempelajari teks yang melibatkan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam teks itu sendiri (wacana tekstual) dan pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan historis di mana teks tersebut dihasilkan (konteksual). Dalam analisis wacana tekstual, fokusnya adalah pada struktur, gaya, dan penggunaan bahasa dalam teks. Ini melibatkan memeriksa elemen-elemen […]

0 0
Wiwid Anggriawan
3 tahun lalu • 5" baca

Dua Hal yang Bermakna

  DUA HAL YANG BERMAKNA Aku adalah aku, aku bukan dia dan dia bukan aku. Hehehhe… perkenalkan namaku adalah Wiwid Anggriawan. Aku lahir di salah satu kota di sebuah daerah istimewa di pantai selatan yang bernama Bantul sekitar 36 tahun yang lalu. Aku sedikit ingin bercerita tentang diriku yang mungkin sedikit “unik” dari dua hal […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Harmoni Keragaman: Kisah Persahabatan yang Saling Melengkapi

     Di sebuah kelas SD yang penuh tawa, terdapat kisah mengharukan tentang persahabatan yang tak tergoyahkan antara dua siswi, Aisyah dan Kirana. Perbedaan yang mencolok terletak pada kemampuan masing-masing. Aisyah mahir dalam bahasa Inggris, sedangkan Kirana memiliki kemampuan istimewa dalam menggambar dan kreativitas.      Dalam menjalani tugas-tugas sekolah, Aisyah dan Kirana menjadi teman […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan