Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Aku Bukan Cina, Aku Jawa! Yang Bener Aja

01 Apr 2024 · 3" baca
WhatsApp Facebook Twitter

     2018, Peristiwa ini terjadi di suatu Sekolah Dasar di daerah Serengan, Kota Surakarta yang menimpa pada siswa ber inisial DP, Murid DP ini sebenarnya adalah Siswa dengan ras Jawa namun memiliki tampang dengan berkulit putih dan mata sipit sehingga teman teman DP merasa bahwa DP bukanlah seseorang dengan ras Jawa.

     Namun sebenarnya pada awal masuk sekolah tidak terjadi apa apa hingga pada kelas 5 SD, teman DP sering memanggil dirinya dengan sebutan ‘cina’. DP merasa kaget mengapa dirinya dipanggil seperti itu, dirinya sendiri merasa bukan seorang ‘cina’ lagipula kedua orang tuanya pun orang jawa. Terkadang teman-teman DP berkata “DP kamu cina ya pasti, soalnya kulitmu putih sekali, mata mu pun terlihat sipit” DP saat itu bingung, karena dirinya yang jarang keluar rumah membuat kulitnya terkesan putih. Hingga kelas 6 SD pun teman-teman DP masih memanggilnya cina, seperti “lha kamu orang cina kok” “aaa cina sipit kenapa sih” “haii cina”

     Pada awalnya pun DP merasa baik baik saja dengan panggilan itu asalkan tidak berlebihan, namun dia sendiri merasa tidak enak dipanggil seperti itu. Peristiwa ini berlanjut hingga DP menduduki bangku kelas VII SMP, dengan pada kondisi itu yang mengharuskannya untuk PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) teman-teman DP pada awalnya saling tidak mengetahui seperti apa DP. Namun dengan seiring berjalannya waktu, COVID-19 mereda hingga mengharuskan DP untuk masuk sekolah, dengan pengalaman seperti waktu di bangku SD, DP merasa khawatir apa yang akan terjadi di kelas nantinya.

     Pada awalnya DP merasa tidak bisa mengajak berbicara kepada teman yang lain karena dia sendiri adalah orang yang introvert, meski dia sangat excited untuk mengajak orang lain berbicara. Teman-teman nya pun tidak ada yang mengajaknya berbicara, sehingga kala itu mengharuskan DP untuk duduk di meja nya sendiri. Hari-hari berikutnya DP bisa berteman dengan yang lain, dan belum ada yang memanggilnya dengan sebutan ‘cina’ yang membuatnya merasa aman. Tetapi dugaan DP salah, ternyata di semester genap kelas VIII ada yang bertanya sebenarnya apa ras dari DP ini. “kamu cina tho?” temannya bertanya, “ngga kok aku orang jawa yo” DP menjawab, “lha perawakanmu seperti orang cina, putih banget juga sipit kok” “ngga yoo aku orang jawa, lha wong orang tua ku jawa semua gaada cina cina ne”  DP membantah berulang kali namun temannya tetap bertanya dengan pertanyaan yang sama

      Hal itu pun berulang terus hingga kelas IX, selain panggilan cina DP juga kerap dipanggil ‘koh’ (singkatan Engkoh yang berarti bapak atau panggilan untuk laki-laki yang lebih tua), panggilan-panggilan ini kerap mengganggu pikiran DP meski dia terlihat baik baik saja saat dipanggil seperti itu. Bahkan pertanyaan-pertanyaan mengenai etnis apa DP ini masih terus terjadi di kelas IX.

     Tetapi, pada saat DP menduduki kelas X SMA, panggilan-panggilan seperti cina, koh, dll sudah menghilang. Di lingkungan barunya DP merasa aman dan nyaman karena teman-teman barunya tidak ada yang memanggilnya seperti itu.

 

Nama: Xone Farrel

Sekolah: SMAN 8 Surakarta

 

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Memahami Kedalaman Makna Melalui Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual

Dunia linguistik dan studi sastra, analisis wacana tekstual dan kontekstual memainkan peran penting dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah teks. Kedua pendekatan ini bekerja sama untuk menggali makna yang tersembunyi di balik kata-kata dan situasi yang dihadapi penulis. Melalui penerapan teknik-teknik analisis ini, kita dapat menemukan lapisan-lapisan makna yang dalam dan kompleks dari sebuah […]

0 0
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Kritikalitas Wacana Abad ke-21: Mengurai Kuasa dan Identitas

Analisis wacana kritis, sebuah alat penting dalam kerangka pemikiran kritis, telah menjadi kunci dalam memahami dinamika kuasa dan identitas dalam era globalisasi abad ke-21. Dalam konteks ini, kajian semacam ini menjadi semakin relevan karena pergeseran struktur sosial, politik, dan budaya yang meluas.             Analisis wacana kritis memberdayakan kita untuk melihat di balik kata-kata dan teks-teks […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Analisis Tekstual dan Kontekstual

Analisis wacana tekstual dan kontekstual adalah pendekatan dalam mempelajari teks yang melibatkan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam teks itu sendiri (wacana tekstual) dan pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan historis di mana teks tersebut dihasilkan (konteksual). Dalam analisis wacana tekstual, fokusnya adalah pada struktur, gaya, dan penggunaan bahasa dalam teks. Ini melibatkan memeriksa elemen-elemen […]

0 0
Wiwid Anggriawan
3 tahun lalu • 5" baca

Dua Hal yang Bermakna

  DUA HAL YANG BERMAKNA Aku adalah aku, aku bukan dia dan dia bukan aku. Hehehhe… perkenalkan namaku adalah Wiwid Anggriawan. Aku lahir di salah satu kota di sebuah daerah istimewa di pantai selatan yang bernama Bantul sekitar 36 tahun yang lalu. Aku sedikit ingin bercerita tentang diriku yang mungkin sedikit “unik” dari dua hal […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Harmoni Keragaman: Kisah Persahabatan yang Saling Melengkapi

     Di sebuah kelas SD yang penuh tawa, terdapat kisah mengharukan tentang persahabatan yang tak tergoyahkan antara dua siswi, Aisyah dan Kirana. Perbedaan yang mencolok terletak pada kemampuan masing-masing. Aisyah mahir dalam bahasa Inggris, sedangkan Kirana memiliki kemampuan istimewa dalam menggambar dan kreativitas.      Dalam menjalani tugas-tugas sekolah, Aisyah dan Kirana menjadi teman […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan