Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Taman Tebing Breksi dari Endapan Abu Vulkanik

Noer Ima Kaltsum
26 Okt 2017 · 4" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Taman Tebing Breksi dari Endapan Abu Vulkanik

Hari Minggu, 9 Oktober 2016 setelah shalat Zuhur, perjalanan saya dan sahabat-sahabat dari Keraton Ratu Boko kami lanjutkan ke Taman Tebing Breksi. Tebing Breksi merupakan endapan abu vulkanik dari Gunung Abu Purba Nglanggeran Gunung Kidul.

Tebing Breksi ini merupakan situs Geoheritage Candi Ijo. Tebing Breksi berupa bukit batu dengan ketinggian 20 meter. Bila kita berada di atas bukit batu ini, kita akan melihat Candi Prambanan, Candi Sojiwan, Candi Barong serta Keraton Ratu Boko.
Tebing Breksi terletak di Dusun Groyokan, Kalurahan Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY (Jalan antara Prambanan dan Piyungan). Dari Candi Prambanan berjarak sekitar 7 km (ke selatan).

Dari arah Solo, sampai Candi Prambanan belok ke kiri. Sedangkan bila dari arah Yogyakarta, sampai Candi Prambanan ke kanan (Jalan antara Prambanan dan Piyungan)
Di pinggir jalan raya yang kita lewati ada tanda/tulisan Wisata Tebing Breksi, kita ikuti saja petunjuknya. Akses menuju Tebing Breksi sangat mudah. Jalannya beraspal atau beton. Meskipun jalan yang kita lewati tanjakannya cukup tajam, namun jalan tidak berkelok-kelok.

Saya menyarankan bila akan mengunjungi Tebing Breksi pastikan kendaraan kondisinya baik dan tidak bermasalah. Menurut saya, jalan menuju Tebing Breksi ini hampir sama kondisinya jalan menuju Candi Ceto, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Hanya saja kalau ke Candi Ceto, jalannya berkelok-kelok. .

Sampai di sekitar Tebing Breksi, saya disuguhi pemandangan yang sungguh menakjubkan. Masya Allah, luar biasa. Tempat wisata berupa bukit batu ini pengunjungnya sangat padat. Padahal saat itu panas matahari cukup menyengat.

Saya melihat pengunjung berada di atas bukit yang diberi pengaman berupa pagar kawat. Di bawah bukit, atau di dekat tempat parkir, saya menduga akan dibuat taman dan bisa dipakai untuk bersantai-santai.

Saat itu, saya dan rombongan membayar parkir mobil Rp. 5.000,00. Sebenarnya tidak ada tiket masuk. Tapi kami diminta sumbangan ala kadarnya. Ya, untuk mereka yang sudah mau ikut “mengelola” Tebing Breksi, kami memberikan Rp. 15.000,00 (ini tidak paksaan. Seandainya hanya memberi sepuluh ribu saja juga boleh).

Sedia payung sebelum hujan. Dan payung yang saya siapkan dari rumah sangat bermanfaat meskipun tidak hujan. Panas matahari sangat terik. Semula kami mau mencari warung makan di sekitar Tebing Breksi tapi ternyata tidak ada pedagang/warung yang menyediakan makan berat. Jadilah saya menahan lapar (padahal sejak pagi belum sarapan)

Ketika kami beristirahat di tenda, saya melihat ada rombongan yang membawa orang tua (lansia). Beberapa orang tua tersebut mengalami kesulitan untuk berjalan. Mereka memerlukan bantuan orang lain untuk mencapai tempat parkir. Sepertinya, tempat ini tidak cocok untuk para orang tua.

Di Tebing Breksi ini, kita bisa berjalan-jalan, naik ke atas bukit batu. Bukit batu ini di potong sedemikian rupa, dibuatkan tangga, agar pengunjung dengan mudah bisa sampai di atas bukit.
(Dahulu batuan ini ditambang. Namun sekarang dikelola dan akan dibuat taman. Tujuannya adalah dibuat obyek wisata edukasi yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas).

Di dinding bagian dalam, saya melihat pahatan wayang. Kebetulan ada 2 bagian dinding yang dipahat. Hanya pahatan yang satu belum selesai. Bila kita tidak naik bukit, kita bisa berfoto dengan burung hantu (tidak ada tariff, memberikan dana ala kadarnya). Saya membaca tulisan kecil di papan yang disiapkan pemberi jasa foto bersama burung hantu. Tulisannya “Mengadopsi Burung Hantu 500.000. Saya tidak tahu maksudnya apa, karena saya tak berbincang-bincang dengan penyedia jasa.

Tidak terlalu lama saya dan sahabat-sahabat berada di Tebing Breksi. Alhamdulillah, akhirnya kami harus kembali lagi ke rumah. Mumpung masih panas dan masih siang. Harapan kami, sampai rumah belum malam.

Ada tips bila akan berkunjung ke Taman Tebing Breksi, di antaranya:
1. Siapkan kendaraan dengan kondisi baik
2. Bawa bekal makanan dan minuman
3. Bawa topi dan payung
4. Bawa kamera atau ponsel untuk mengabadikan momen penting
5. Bila mengajak anak kecil awasi selalu, atau dampingi karena di atas bukit tidak ada pagar pengaman yang benar-benar aman buat pengunjung
6. Jangan mengajak orang tua (sangat sepuh/lansia), karena akan merepotkan
7. Jangan membawa anak yang masih tergantung dalam gendongan untuk naik bukit
8. Bila makan/minum, menghasilkan sampah, buanglaah sampah pada tempatnya
9. Bersikaplah ramah/sopan pada petugas parkir/pengelola
10. Berbagi tempat dan berbagi waktu foto dengan pengunjung lain

Semoga bermanfaat. Sampai bertemu di obyek wisata lainnya di Yogyakarta dan sekitarnya.

Karanganyar, 11 Oktober 2016

Sumber: http://www.noerimakaltsum.com/2016/10/taman-tebing-breksi-dari-endapan-abu.html

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
5 tahun lalu • 5" baca

Wisata Jogja

WISATA JOGJA (Wisata Budaya, Wisata Pendidikan, Wisata Kuliner, Wisata Alam)   Daerah Istimewa Yogyakarta atau lebih sering disebut Jogja, adalah salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki banyak sekali destinasi wisata untuk menyegarkan kembali fikiran anda setelah sekian lama beraktivitas maupun bekerja. Sebagai kota wisata, Jogja memiliki banyak sekali tujuan wisata, dari wisata budaya, wisata […]

0 0
Candra Bi
5 tahun lalu • 3" baca

Daftar Tempat Wisata Malam di Bali yang Wajib Anda Datangi

Sebagai salah satu tujuan wisata terbaik di Dunia, Bali tawarkan banyak hal. Dimulai dari panorama alam yang eksotik, keramahan warganya, adat lokal yang dijaga secara baik, harmonisasi dengan kehidupan kekinian. Banyak hal bagus yang membuat tiap jengkal dari pulau elok ini demikian pantas untuk dicicipi. Nah, liburan di Bali tenyata tidak cuman dapat dilaksanakan pada […]

0 0
5 tahun lalu • 3" baca

Tips Outbound di Kampoeng Djawi Jombang Oleh Outbound Surabaya

Menjadi destinasi wisata yang cukup di kenal oleh masyrakat Jombang bahkan Jawa Timur, Kampoeng Djawi kini semakin ramai dikunjungi oleh para wisatawan, baik yang hanya ingin berlibur maupun menyelenggarakan suatu kegiatan tertentu. Adapun salah satu tujuan kegiatan yang cukup familiar di tempat ini yaitu outbound. Jika anda berminat, berikut tips menyelenggarakan outbound di Kampung Djawi […]

0 0
Candra Bi
6 tahun lalu • 5" baca

7 Tempat Wisata di Puncak, Bogor yang Paling Recomended untuk Liburan

Liburan kali ini kalian ke mana nih? Jika sekitar Jabodetabek, Puncak memang jadi salah satunya tempat rekreasi yang paling disukai. Puncak, Bogor, tetap jadi salah satunya bintang tujuan berlibur tertentu untuk masyarakat Jabodetabek saat akhir minggu atau musim berlibur. Teritori rekreasi puncak benar-benar populer dengan keelokannya, udara yang sejuk dengan bentangan kebun teh yang hijau […]

0 0
6 tahun lalu • 2" baca

Rekomendasi Tempat Wisata Horor Di Bogor

Kota hujan atau julukan untuk kota Bogor adalah kota yang sangat dingin dan indah untuk dikunjungi. Menjadi destinasi orang orang dari Jakarta setiap weekend,kota yang penuh pengunjung ini sangat padat sekali. Selain dijuluki kota hujan,terdapat juga julukan lain yaitu tentang kota seribu angkot. Karena banyaknya angkot,membuat orang orang bingung dan dilema saat berpergian di Bogor. […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan