Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Semoga kemeriahan Final Piala Presiden tidak mubadzir

Cahyo Area
21 Okt 2015 · 3" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Masih teringat jelas betapa meriah dan hebohnya gelaran Final Turnamen Piala Presiden yang mempertemukan tim Persib Bandung dengan tim Sriwijaya FC. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta tersebut banyak menyedot perhatian publik. Betapa tidak, untuk pertandingan Sepak Bola selevel turnamen, keamanan Ibu Kota Jakarta harus siaga satu menghadapi duel tersebut. Hal ini dilakukan karena sejarah kelam antara kedua pendukung Persib Bandung (Bobotoh) dengan pendukung tim tuan rumah Persija Jakarta (The Jakmania). Hal itulah yang diprediksi akan terjadi jika Persib Bandung bermain di GBK. Sehingga pihak Polda Metro Jaya harus menetapkan status siaga satu. Bahkan menurut salah satu sumber biaya keamana untuk pertandingan tersebut lebih dari 5 Milyar dan melibatkan personil hampir 10.000 anggota. Sesuatu yang luar biasa untuk ukuran Sepak Bola Nasional.

Tidak sia-sia pertandingan yang disaksikan sekitar 80.000 penonton tersebut berjalan aman. Setidaknya tidak ada keributan besar yang terjadi, meskipun gesekan kecil terjadi sebelum pertandingan antara oknum suporter dengan pihak keamanan. Apresiasi juga patut diberikan kepada pimpinan daerah masing-masing peserta Final dan tuan rumah yang menjalin koordinasi sebelum pertandingan. Bahkan Ridwan Kamil selaku Walikota Bandung mengunjungi dan memberi hadiah akik berwarna oranje kepada pimpinan The Jakmania sebagai simbul persaudaraan dan perdamaian. Tentu hal semacam ini memberikan kenyamanan batin bagi kedua belah pihak yang selalu bertikai, sehingga The Jakmania bisa menerima kehadiran Bobotoh di wilayah “kekuasaan” mereka. Bahkan dibeberapa sudut Ibu Kota terpampang ucapan selamat datang bagi Bobotoh dari The Jakmania.

Partai final yang dimenangkan Persib Bandung dengan skor 2-0 tersebut juga menjadi pelepas dahaga bagi pecinta sepak bola Nasional yang kini belum bisa menonton dan menikmati Liga Indonesia yang tengah vakum aktifitas dikarenakan dibekukannya federasi (PSSI) oleh Pemerintah (Kemenpora). Sehingga banyak pihak yang mempertanyakan arah persepak bolaan Nasional setelah partai final ini. Sebagai penikmat dan pecinta Sepak Bola tanah Air, tentu dengan melihat apa yang terjadi di Final Piala Presiden kemarin kita menjadi optimis. Setidaknya secara pribadi saya menila penyelenggaran Final kemarin Sukses dari segala ancaman dan salut untuk Bobotoh dan The Jakmania yang mampu memperlihatkan sikap yang dewasa dengan menahan diri dari tindakan anarkis.

Tanpa melihat kebelakang perseteruan antara Kemenpora dengan PSSI, semestinya keberhasilan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Pemerintah (Kemenpora). Ini adalah momentum yang pas untuk menemukan solusi setelah Kemenpora membekukan PSSI. Apakah harus membentuk federasi baru atau mengganti para pengurusnya tentu kita masih menantikan. Penyelenggaraan turnamen semacam ini memang bukan solusi jika patokan kita prestasi Tim Nasional. Pemerintah melalui Kemenpora harus segera merancang sistem kompetisi yang akan memaksa para pemain kita untuk bertanding dalam jangka waktu yang lama dan tensi yang tinggi. Karena dalam proses kompetisi lah empat komponen dasar seorang atlit yang berupa kemampuan fisik, strategi, teknik, dan mental akan terbentuk.

Selain itu masalah klasik bentrok antar suporter yang sudah menjadi langganan, saya yakin kita mampu menjadi penonton yang baik. Ini terbukti dari rivalitas antara Bobotoh dan The Jakmania yang bisa diminimalisir. Meskipun dengan upaya yang tidak mudah dan butuh dana keamanan yang cukup besar. Melihat Final kemarin dana sebesar apapun tidak lebih berarti dibanding makna Sepak Bola sebagai alat pemersatu bangsa. Jika kedepan Kemenpora berhasil menciptakan kompetisi yang kondusif dengan meminimalisir gesekan antar suporter tentu bisnis atau industri Sepak Bola secara otomatis akan berjalan dengan sehat. Para sponsor akan belomba-lomba untuk menjadi sponsor utama. Dan ujungnya kesejahteraan pemain akan meningkat. Dan akhir semuanya dalam jangka menengah hingga panjang Prestasi secara otomatis akan mengikuti. Dan poin itulah yang selama ini kita rindukan, yakni Prestasi Tim Nasional. Dengan kondisi seperti ini kita tidak perlu terburu-buru bermain di kancah Internasional. Kita beri waktu Kemenpora untuk membenahi dan mengobati “penyakit” Sepak Bola kita. Jangan sampai kemeriahan Final Piala Presiden kemarin mubadzir.

Semoga saja…

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Candra Bi
5 tahun lalu • 3" baca

5 Film Semi India yang Penuh Adegan Panas, Cocok untuk Pengantin Baru

Film semi India adalah genre film yang seringkali dicari beberapa pencinta film Bollywood. Sarat dengan episode romantis yang erotis, beberapa film semi asal India tentu saja menjadi jendela yang memikat buat melihat kehidupan tempat tidur warga India yang penuh intrik dan sinetron seperti lima film berikut ini. 1. Jism Film semi India tentu saja sebagai […]

0 0
5 tahun lalu • 3" baca

Sepak Bola dan Judi Online

Dunia sepak bola selalu menjadi perbincangan menarik di berbagai kalangan, mulai dari perbincangan tentang pemain, Pelatih, Hingga Klub. Meskipun olahrga ini banyak disukai masyarkat dunia namun dibalik sebuah laga tidak berjalan begitu baik. Sepak bola sebagai olahraga terpopuler di dunia tentu saja tak luput dari sarana perjudian. Pertandingan sepak bola ada setiap saat, setiap waktu, […]

0 0
5 tahun lalu • 1" baca

Jadwal Piala Euro 2020 (Euro2021)

Euro 2020 yang penyelenggarannya diundur dari tahun lalu kini tinggal hitungan hari! Terlepas dari kelahiran ajang baru Nations League, prestise Piala Eropa alias Euro tetap tak tertandingi dan ia masih menjadi kompetisi sepakbola internasional paling bergengsi di Benua Biru.   Jadwal Euro 2021, edisi ke-16 turnamen, seharusnya mentas musim panas tahun lalu, tetapi terpaksa diundur […]

0 0
Rov
Rov
6 tahun lalu • 3" baca

Review PES 2021, Game Sepakbola Terbaru Harus kamu Coba!

Pro Evolution Soccer (PES) 2021 mungkin merupakan seri terakhir PES buat PlayStation 4 ataupun PS4. Ya, kehadiran PS5 telah tentu hendak membuat Konami fokus membuat seri PES buat konsol permainan generasi baru itu. Untunglah, download PES 2021 PC berikan kesan yang sangat manis untuk para fans- nya. Bila dilihat sekilas, PES 2021 tidak terdapat kelainannya […]

0 0
nobast jojo
6 tahun lalu • 2" baca

BOLAMANIAC – JUVENTUS MENYELESAIKAN KEPINDAHAN BINTANG MUDA ITALIA

Bolamaniac – Juventus menyelesaikan kepindahan bintang muda Italia, yang telah mengubah kepala pada seluruh Eropa. Juventus telah mencapai kesepakatan dengan Fiorentina dan Federico Chiesa untuk membawa pemain sayap itu ke Turin, Goal dapat mengonfirmasi. Pemain berusia 22 tahun itu akan bergabung dengan tim Andrea Pirlo dengan pinjaman dua tahun awal dengan kewajiban untuk membeli jika […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan