Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Terapi Kelereng Pasca Operasi Tangan Patah

Noer Ima Kaltsum
19 Sep 2017 · 4" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Tulisan ini adalah tulisan lama, saya tulis Januari 2016 setelah tangan anak saya patah dan dipasang platina.

Sekitar 2 bulan yang lalu, Faiz (5 tahun 6 bulan) mengalami patah tulang tangan kiri (atas siku). Faiz menjalani operasi pada pagi hari. Setelah operasi keadaan Faiz sehat. Tangan Faiz dibalut perban elastis. Sore harinya, seorang perawat (terapis) datang. Saya tidak tahu namanya, sebut saja Mas Ahmad. Mas Ahmad mulai mengajak ngobrol Faiz. Mungkin karena takut atau malu, Faiz tidak mau menurut apa yang dicontohkan Mas Ahmad.

“Dik Faiz, tangan kiri digerakkan seperti ini.” Mas Ahmad membuka tutup jari-jarinya. Faiz diminta untuk membuka menutup jari-jarinya. Faiz mau memraktekkan. Alhamdulillah
“Dik Faiz, ikuti saya ya. Pegang hidung, mulut, telinga. Kalau tidak bisa dibantu tangan kanan.”
Ya Allah, belum mencoba Faiz sudah bilang sakit.
“Sakit, sakit Mama.”

Mas Ahmad berkata,”Ibu, bapak, nanti kalau di rumah tolong dibiasakan memegang hidung, mulut dan telinga. Kalau anaknya tidak mau atau bilang sakit, jangan dimanjakan ya. Tetap harus dipaksa supaya tangannya tidak kaku. Kalau nanti gerakan-gerakan tersebut tidak dilakukan tangannya bisa ceko (thuing, mendengar kata itu langsung saya membatin ah, mosok bagus-bagus kok ceko. Ya Allah berilah kemudahan buat anakku).

Selama dua minggu nanti memang gerakan yang dilakukan adalah memegang hidung, mulut, telinga, pundak. Tangan memang ditekuk, tidak boleh diluruskan. Supaya posisi tangan ditekuk selama dua minggu, maka tangan digendong.
Sampai di rumah, ternyata Faiz dengan kesadaran sendiri mau melakukan terapi.

Saya tidak memaksa, biarlah dia melakukan semampunya. Dalam waktu dua minggu Faiz sudah bisa melakukan gerakan-gerakan minimal yang harus dilakukan sesuai anjuran terapis. Saat mandi, tangan/luka tak boleh dibasahi/kena air. Jadilah Faiz hanya dilap bagian atas. Sedangkan bagian bawah tetap diguyur air.

Dua minggu setelah operasi, Faiz melakukan kontrol ke rumah sakit. Kali ini perban elastis dilepas tetapi masih memakai gendongan tangan. Terapi yang dianjurkan adalah memindahkan benda misalnya kelereng dengan tangan kiri terutama memindah ke atas. Luka/tangan boleh kena air. Melakukan gerakan tangan secara bebas.

Tidak gampang ternyata sebab jari telunjuk Faiz kalau digerakkan masih sakit. Selain telunjuk masih sakit, telapak tangannya juga dingin, pergelangan tangan masih biru. Saya memotivasi Faiz. Ada satu hal yang saya syukuri, yaitu Faiz tetap mau makan dalam jumlah banyak.

Lama-kelamaan jari telunjuk bisa digerakkan dan tidak sakit lagi. Telapak tangan tidak dingin dan warna biru pada pergelangan tangan hilang. Faiz masih memakai gendongan tangan. Ketika saya amati, bila memakai gendongan tangan, Faiz bebas menggerakkan tangan kirinya. Tangan kirinya bekerja sama dengan tangan kanan tatkala bermain. Begitu kain gendongan dilepas, Faiz malah takut menggerakkan tangannya. Tangan kirinya ditekuk takut bergerak. Ya sudah, terserah anaknya saja.

Dia bisa mengukur kemampuannya. Kalau merasa nyaman gerakan terus berlanjut. Bila sakit, dengan sendirinya berhenti bergerak.

Selama sebulan terapi memindahkan kelereng ke tempat yang tinggi atau memindah benda-benda kecil dengan cara memungut (tidak gampang lo!). Saya juga menyuruh Faiz untuk melakukan gerakan senam ringan, tujuannya ingin tahu apakah tangannya sudah bisa diluruskan. Lagi-lagi saya tidak memaksa. Rupanya dengan kemauannya sendiri, lumayan bisa diluruskan. Untuk keberhasilan-keberhasilan yang dilakukan saya selalu memberikan acungan jempol lalu memeluknya seraya mengucapkan,”Alhamdulillah.”

Sebulan terapi kelereng, lalu kontrol lagi. Alhamdulillah, perkembangannya bagus. Ketika dirontgen lagi, hasilnya bagus. Kali ini terapinya agak berat. Memindahkan bola voli dengan cara melempar. Wah, saya tidak berani mengajari yang satu ini. Kebetulan sang Ayah yang guru olahraga di rumah ada bola voli dan bola sepak. Ini jatahnya sang Ayah.

Pagi hari, Faiz sudah teriak-teriak girang main lempar bola voli bersama Ayah. Alhamdulillah, ternyata semua berjalan dengan lancar. Kini saya tak lagi mencemaskan Faiz dalam keadaan tidur. Maklum, anak kecil tidurnya tak terkendali gerakannya. Apalagi kalau tidur tak mau diselimuti. Apa yang ada di sekitarnya, tanpa disadarinya dilemparkan begitu saja.

Matur nuwun sampun kersa pinarak. Mugi-mugi wonten manfaatipun tulisan punika.

Karanganyar, 15 Januari 2016

Izin berbagi tulisan. Terapi kelereng dan bola voli pasca operasi tangan patah: http://www.noerimakaltsum.com/2016/01/terapi-pasca-operasi-tangan-patah.html

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
5 tahun lalu • 4" baca

Bahaya Mengkonsumsi Obat Terlalu Banyak

Konsumsi obat memang diperlukan untuk menyembuhkan penyakit yang ada didalam diri kita. Namun tahukah anda bahwa konsumsi obat yang berlebihan bukan hal yang baik bagi kesehatan tubuh. Obat yang seharusnya menjadi perantara penyembuhan justru dapat berbalik menjadi racun bagi tubuh saat obat dikonsumsi secara berlebihan. Konsumsi yang berkepanjangan selama bertahun tahun dapat menghadirkan penyakit penyakit […]

0 0
Muamar Khadapi
5 tahun lalu • 3" baca

Treating Acne at Home: Save Your Money!

Is acne your problem? You do not have to consider it as a problem. There are more things to prioritize and not letting that acne bother you that much for it would not help at all.    Well, another point we have to consider is how to treat acne.    With the treatment, money matters. […]

0 0
5 tahun lalu • 4" baca

Pengobatan Ala Islam di RS Medical Hacking

Pengobatan sebetulnya adalah sebuah kebudayaan atau tradisi untuk menyelamatkan diri dari penyakit yang sedang menyerang. Pengobatan ini tidak hanya dipengaruhi oleh ilmu pengetahuan semata, namun juga dipengaruhi oleh keyakinan, kepercayaan, lingkungan, dan kebiasaan. Maka kita akan menemukan pengobatan ala China yang menggunakan berbagai metode sesuai dengan tradisi China, atau pengobatan ala Islam yang menggunakan berbagai […]

0 0
Zamhari S, Kom. I
5 tahun lalu • 3" baca

Cara Mengobati Katarak dengan Daun Sirsak

Katarak menjadi salah satu penyakit mata yang mungkin terjadi di pada setiap orang. Tidak hanya orang tua, katarak bisa juga terjadi pada anak muda, beberapa kasus bahkan terjadi pada bayi. Ada cara mengobati katarak dengan daun sirsak yang bisa Anda coba. Ada beberapa tanda seseorang mengalami katarak, misalnya mengalami penurunan dalam fungsi penglihatan, timbulnya lapisan […]

0 0
Candra Bi
5 tahun lalu • 4" baca

Karihome Susu Kambing Formula Untuk Anak Pertama di Indonesia

Karihome, produk susu kambing formula untuk anak pertama di Indonesia resmi diluncurkan pada Sabtu, 18 Desember 2021. Di tengah suasana pandemi, acara peluncuran dilakukan secara virtual dan diikuti oleh ibu-ibu dari rumah saja. Meski demikian, acara tersebut dikemas dengan menarik dan edukatif dengan menghadirkan para narasumber dari dalam dan luar negeri. Karihome adalah merek keluaran […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan