Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Nilai Mapel Pendidikan Agama Bukan Sekadar Angka-angka

Noer Ima Kaltsum
19 Jul 2017 · 2" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Beberapa tahun yang silam, teman saya Guru Agama Islam bercerita. Selama beliau menjadi Guru dan mengajar, bila seorang siswa tidak “sangat keterlaluan” maka pantang baginya memberikan nilai enam ke bawah. Paling tidak beliau akan memberi nilai tujuh.

Teman saya percaya, seandainya siswanya tidak bisa mengerjakan soal ulangan harian, tes semester atau tes kenaikan kelas, tapi siswa tersebut bisa membaca surat Al Fatihah, surat-surat pendek, bisa shalat, dan benar bacaannya serta mengerjakan puasa. Nilai ulangan atau tes yang jeblok atau jatuh bisa ditolong dengan remidi dan amalan lainnya. Maka, tidak ada yang aneh kalau nilainya minimal tujuh.

Teman saya tidak pelit memberi nilai dalam bentuk angka. Harapannya, setiap Guru Agama Islam, juga akan melakukan hal yang sama dengan beliau. Tapi apa yang terjadi? Nilai Agama Islam pada rapor putrinya hanya enam. Teman saya tidak marah, hanya kaget saja. Mosok, Bapaknya Guru Agama Islam, anaknya rajin shalat, puasa, menangkap pelajaran juga tidak bodoh-bodoh amat, kok nilai Agama hanya enam.

Menurut saya, benar apa yang dikatakan teman saya. Mapel Agama Islam, cara menilainya bukan dari gabungan angka-angka saja. Seharusnya ada faktor X yang membuat nilai itu angkanya “enak dan manis dipandang mata”, paling tidak tujuh.

Contoh lagi, seorang anak berbudi pekerti baik, tapi karena belum fasih baca tulis, nilai akhlak di rapor hanya 55. Anak setiap zuhur dan asar di sekolah mengikuti shalat berjamaah, mengikuti doa bersama, bisa membaca dengan benar bacaan dalam shalat, bisa melakukan wudhu sebelum shalat, nilai fikihnya 50. Apakah amal dan perbuatan baik anak tadi, tidak diikutkan dalam penilaian? Apakah nilai ini hanya didapat dari ulangan harian, tes semester atau kenaikan kelas saja? Apakah tidak ada unsur lain yang bisa untuk mengangkat nilai anak tersebut menjadi lebih tinggi?

Benar juga kata kenalan Guru yang sudah senior, biji ora kulakan we kok pelit-pelit dikasih ke siswa. Bukan berarti mengabaikan proses penilaian, tapi mari kita cermati lagi. Sudah pantaskah kita memberi nilai hanya sekadar angka tanpa mempertimbangkan akhlak, amal perbuatan, kebiasaan anak-anak didik?

Saya kira memberi nilai pada rapor untuk pelajaran Agama, akan berbeda dengan memberi nilai untuk pelajaran matematika.

Pantas saja teman saya (Guru Agama Islam) kaget, mendapatkan nilai 6 pada rapor anaknya, puluhan tahun yang silam.

Karanganyar, 17 Juli 2017

Sumber: http://www.noerimakaltsum.com/2017/07/nilai-mapel-pendidikan-agama-bukan.html

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
4 months lalu • 2" baca

Magang di BPK DIY, Mahasiswa Ilmu Sejarah UNS Belajar Tari dan Gamelan

JOGJA — Mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, yang tergabung dalam kegiatan magang sekaligus rekognisi KKN di Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), berpartisipasi aktif dalam penyelenggaraan pelatihan kesenian tradisional di kawasan Dalem Jayadipuran.   Pelatihan yang berlangsung selama empat minggu ini meliputi seni tari, karawitan […]

0 0
Candra Bi
6 years lalu • 3" baca

Cara Membeli Kaki Palsu Untuk Anda Yang Tinggal Di Daerah

Seorang yang kehilangan kaki berawal dari bermacam wilayah di Indonesia terhitung pasien kaki palsu di daerah terpencil atau pun pinggir kota. Penjual kaki palsu di mempunyai tujuan untuk mempermudah pasien di wilayah itu untuk memperoleh kaki palsu yang terbaik. Sebagai penjual kaki palsu di indinesia,  Kurnia Putra Ortopedi layani pemesanan pasien di semua teritori di […]

0 0
Denis Listiadi
6 years lalu • 3" baca

Cara Download Video TikTok Tanpa Watermark

Langsung saja, TikTok adalah aplikasi berbagi video yang sedang trending di era saat ini. Itulah sebabnya banyak orang membagikan video TikTok yang lucu dan informatif melalui WhatsApp atau platform lainnya. Namun, sebagian besar TikTok menerapkan watermark setiap kali video pengguna dibagikan. Jika Anda mencoba untuk membagikan atau memposting ulang video dari TikTok, Anda akan melihat […]

0 0
Bunga Dessyta Prameswari
6 years lalu • 4" baca

HUT Ke-75 RI Saat Covid 19 Terkait Teori Etika dan Islam

Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-75 pada 17 Agustus 2020 akan sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kini Indonesia tengah berjuang untuk melawan pandemi Covid 19 yang sampai saat ini masih mewabah. Upacara kemerdekaan yang biasanya dilakukan di Istana Merdeka dengan penuh kemeriahan, namun sekarang dilakukan secara terbatas dan online.             Perbedaan yang akan terjadi pada […]

0 0
fernando
6 years lalu • 3" baca

6 Tips Agar Belajar Online Semakin Lebih Optimal Bagi Anda

Merangkum dari halaman resmi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI Berbagi, 6 tips ini adalah:  1. Motivasi diri  Buat motivasi untuk belajar dengan cara-cara berikut: Buat perjanjian dengan diri sendiri jika Anda hanya dapat melakukan kegiatan favorit Anda (seperti menonton atau bermain game) setelah semua target pembelajaran telah tercapai. Tulis dan tampilkan ungkapan motivasi favorit Anda […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan