Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Murid SMP pun Bisa Belajar Problem Solving

Evy Sofia
04 Nov 2015 · 4" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Selama ini saya sering memperhatikan tipe soal yang diberikan pada murid SMP, baik soal ulangan harian sampai soal UN sekalipun. Dari jaman saya masih duduk di bangku sekolah tipikal soal tidak jauh berbeda. Tidak akan jauh-jauh amat dari soal dengan awalan kata sebutkan…. jelaskan… uraikan, bla bla bla…

Saya tidak menganggap tipe soal seperti itu buruk, namun rasanya kurang menantang bila murid hanya diberikan soal yang begitu-begitu saja. Mungkin ada guru yang berargumen itu sudah begitu pakemnya dari sononya. Ya sudahlah, saya tidak akan menggugat lebih lanjut…

Pepatah Cina mengatakan daripada mengumpat kegelapan, mending menyalakan lilin. Sebagai ikhtiar saya mencoba memberikan alternatif soal pada murid saya. Kebetulan tanggung jawab saya adalah mengampu Bimbingan dan Konseling, maka saya punya keleluasaan dalam memberikan materi tanpa terikat pakem yang kaku. Menyenangkan sekali dapat mengembangkan pembelajaran sesuai dengan idealisme yang dimiliki.

Saya berpikir suatu hari nanti murid SMP Islam Al Azhar 21 Solo baru juga akan memasuki dunia kerja, entah mereka akan mencari kerja atau membuka lapangan pekerjaan sendiri. Apabila hendak mencari kerja, mereka akan dihadapkan dengan tahap wawancara. Dalam wawancara kerja belum pernah saya dengar pewawancara menanyakan kapan terjadinya Perang Diponegoro atau berapa luas tabung atau katak bernapas dengan apa? Setahu saya pewawancara akan menanyakan apa motivasimu melamar kerja di sini atau apa keahlian yang kamu miliki dibanding pelamar lain atau apa kekuranganmu yang dapat menghambat kinerjamu atau pengalaman organisasi apa yang kamu miliki? Setahu saya sih pertanyaannya bersifat aplikatif dan membutuhkan kemampuan lebih dari sekedar teori untuk mampu menjawabnya dengan cerdas.

Ketika sudah masuk ke dunia kerja pun orang akan dihadapkan dengan permasalahan yang harus segera dipecahkan dengan taktis. Kalau murid tidak pernah dilatih sejak dini untuk problem solving, bagaimana mereka akan memiliki ketrampilan itu kala memasuki dunia kerja? Semua perlu latihan. Semakin banyak waktu yang dialokasikan untuk latihan, semakin baik hasilnya. Practice makes perfect, right?

Baiklah, sekarang saatnya bertindak. Saya mencoba memberikan kasus seperti ini untuk mereka pecahkan dalam materi problem solving:

1. Andaikan kamu bekerja di perusahaan periklanan, bagaimana konsep iklan yang akan kamu buat pada produk pasta gigi X agar laku di pasaran? Buatlah iklan itu sekreatif mungkin! Jangan lupa sertakan tagline yang menarik!

2. Andaikata kamu tim kreatif di sebuah televisi swasta, acara apa yang akan kamu buat agar program di stasiun TV tempatmu bekerja tak sekedar menjadi tontonan namun juga menjadi tuntunan?

3. Andaikan kamu menjadi kandidat penerima beasiswa ke luar negeri, kelebihan apa yang hendak kamu presentasikan agar pewawancara merasa kamulah yang pantas untuk memenangkannya?

4. Andaikan kamu penyanyi yang bermimpi bisa masuk dapur rekaman, kreativitas apa yang akan kamu tampilkan sehingga kamu mudah dikenali dan berbeda dengan penyanyi lain?

5. Kamu saat ini ada di Kota Solo.Kamu diberikan uang Rp. 2000,00. Saat ini pukul 07.00. Kamu diharuskan sampai ke Semarang sebelum pukul 12.00. Kamu tidak diijinkan menggunakan alat komunikasi berupa HP atau telepon umum atau gadget yang lain. Upaya apa yang akan kamu lakukan agar kamu bisa sampai di Semarang tepat waktu?

Ternyata murid SMP pun senang ketika saya berikan soal yang menantang kreativitas mereka. Diskusi pun berjalan dengan seru. Tak jarang mereka saling beradu argumen demi menemukan solusi yang tepat. Pembelajaran yang “hidup” seperti ini selalu menarik perhatian saya. Bukan murid yang melipat tangannya di atas meja dan diam seribu bahasa yang saya sukai dari sebuah kegiatan belajar, melainkan murid yang menggunakan seluruh kemampuan terbaiknya untuk aktif terlibat.

Memang sih jawaban mereka kadang lucu dan aneh, tapi itulah proses pembelajaran. Suatu hari nanti mereka akan sanggup berpikir lebih logis untuk memecahkan lebih banyak persoalan. Yang terpenting adalah mereka dibiasakan melakukan problem solving sedini mungkin, agar tidak kaget ketika suatu hari nanti menghadapi problem yang sesungguhnya.

Bagaimana menurut Anda?

Diambil dari: evysofiasangpembelajar.blogspot.com

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
4 bulan lalu • 2" baca

Magang di BPK DIY, Mahasiswa Ilmu Sejarah UNS Belajar Tari dan Gamelan

JOGJA — Mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, yang tergabung dalam kegiatan magang sekaligus rekognisi KKN di Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), berpartisipasi aktif dalam penyelenggaraan pelatihan kesenian tradisional di kawasan Dalem Jayadipuran.   Pelatihan yang berlangsung selama empat minggu ini meliputi seni tari, karawitan […]

0 0
Candra Bi
6 tahun lalu • 3" baca

Cara Membeli Kaki Palsu Untuk Anda Yang Tinggal Di Daerah

Seorang yang kehilangan kaki berawal dari bermacam wilayah di Indonesia terhitung pasien kaki palsu di daerah terpencil atau pun pinggir kota. Penjual kaki palsu di mempunyai tujuan untuk mempermudah pasien di wilayah itu untuk memperoleh kaki palsu yang terbaik. Sebagai penjual kaki palsu di indinesia,  Kurnia Putra Ortopedi layani pemesanan pasien di semua teritori di […]

0 0
Denis Listiadi
6 tahun lalu • 3" baca

Cara Download Video TikTok Tanpa Watermark

Langsung saja, TikTok adalah aplikasi berbagi video yang sedang trending di era saat ini. Itulah sebabnya banyak orang membagikan video TikTok yang lucu dan informatif melalui WhatsApp atau platform lainnya. Namun, sebagian besar TikTok menerapkan watermark setiap kali video pengguna dibagikan. Jika Anda mencoba untuk membagikan atau memposting ulang video dari TikTok, Anda akan melihat […]

0 0
Bunga Dessyta Prameswari
6 tahun lalu • 4" baca

HUT Ke-75 RI Saat Covid 19 Terkait Teori Etika dan Islam

Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-75 pada 17 Agustus 2020 akan sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kini Indonesia tengah berjuang untuk melawan pandemi Covid 19 yang sampai saat ini masih mewabah. Upacara kemerdekaan yang biasanya dilakukan di Istana Merdeka dengan penuh kemeriahan, namun sekarang dilakukan secara terbatas dan online.             Perbedaan yang akan terjadi pada […]

0 0
fernando
6 tahun lalu • 3" baca

6 Tips Agar Belajar Online Semakin Lebih Optimal Bagi Anda

Merangkum dari halaman resmi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI Berbagi, 6 tips ini adalah:  1. Motivasi diri  Buat motivasi untuk belajar dengan cara-cara berikut: Buat perjanjian dengan diri sendiri jika Anda hanya dapat melakukan kegiatan favorit Anda (seperti menonton atau bermain game) setelah semua target pembelajaran telah tercapai. Tulis dan tampilkan ungkapan motivasi favorit Anda […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan