Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

SERBA-SERBI MEMILIH SEKOLAH ANAK

Noer Ima Kaltsum
04 Feb 2018 · 4" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Orang tua manapun pasti menginginkan anaknya pandai dan berhasil pada saat duduk di bangku sekolah. Bagi orang tua idealis, mereka akan memilih sekolah favorit tempat anaknya menimba ilmu.

Akan tetapi ada sebagian orang tua yang memiliki prinsip berbeda dengan orang tua idealis. Sebagian orang tua memiliki anggapan bahwa kemampuan dasar akademik anak nomor satu. Anak mau sekolah di mana saja, kalau sudah memiliki dasar yang kuat (setidaknya mau belajar dengan giat) nanti juga akan berhasil.

Tidak perlu masuk sekolah yang favorit, karena pada kenyataannya guru-guru sekarang memiliki kemampuan yang memadai. Baik di sekolah favorit maupun sekolah biasa, pasti ada siswa yang menonjol, ada yang kemampuannya rata-rata dan kurang pandai. Mengapa demikian? Karena semua tergantung dari anak yang belajar di sekolah tersebut.

Banyak faktor yang mempengaruhi hasil belajar anak. Pada akhirnya anak tersebut dapat dikategorikan siswa yang pandai, sedang/menengah dan kemampuannya kurang.

Bagi saya, hasil belajar anak tergantung dari anaknya sendiri. Saya sering berpesan pada anak saya yang besar,”Kalau kamu tidak paham akan materi pelajaran, jangan sekali-kali melontarkan alasan karena cara mengajar gurunya tidak enak!”

Anak menjadi pandai atau tidak, tidak semata-mata karena sekolah tersebut favorit atau bukan. Setidaknya, saya memiliki pengalaman sendiri. Ketika masih sekolah, orang tua memilihkan sekolah untuk saya, dan tugas saya adalah belajar agar berhasil. Saya tidak memedulikan sekolah saya waktu itu favorit atau bukan.

Dari pengalaman orang tua saya memilihkan sekolah untuk saya, maka saya menerapkan hal tersebut terhadap dua anak saya.

Ada beberapa hal mendasar memilih sekolah untuk anak. Mungkin pendapat saya tidak sama dengan pembaca. Hal-hal yang menjadi dasar memilih sekolah untuk anak saya antara lain adalah:

1. Dekat rumah
Sengaja saya memilihkan sekolah bagi kedua anak saya yang dekat dengan rumah. Selain dekat rumah, sekolah tersebut juga dekat dengan Taman Penitipan Anak (tempat anak saya bermain sepulang sekolah sebelum bertemu dengan kami, orang tuanya).

Karena dekat dengan rumah maka saya dan suami tidak tergesa-gesa mengantarkan anak sekolah sekaligus berangkat bekerja. Bila saya libur kelas atau tidak mengajar, saya bisa menjemput anak dengan mudah.

Selain dekat dengan rumah, sekolah tempat anak menimba ilmu juga harus dekat dengan Taman Penitipan Anak. Alasan saya adalah sepulang sekolah anak bisa ke Tempat Penitipan Anak dengan mudah.

Biasanya si kecil dijemput pengasuh TPA pada saat pulang sekolah. Dengan demikian, kerepotan saya berkurang.

Ketika SMP, Faiq (anak saya pertama) sekolah di dekat rumah dan TPA juga. Kebetulan, suami mengajar di sekolah yang sama dengan Faiq. Akan tetapi Faiq berangkat ke sekolah naik sepeda onthel (bukan membonceng ayahnya).

2. Mudah diakses transportasi
Sekarang Faiq sudah kelas XII SMA. Dahulu, ketika masih kelas X, XI dan belum memiliki SIM, Faiq harus menggunakan transportasi umum (bus jurusan Tawangmangu atau jurusan Matesih). Tiap pagi, ayahnya mengantar Faiq ke tempat pemberhentian bus. Alhamdulillah, sekolah Faiq tidak jauh dari jalan raya. Turun dari bus, Faiq berjalan kaki tidak terlalu jauh.

Berangkat dan pulang sekolah naik bus, bagi Faiq hal yang tidak memberatkan. Setelah berusia 17 tahun dan memiliki SIM, Faiq kami izinkan naik sepeda motor sendiri ke sekolah.

3. Lingkungan sekolah
Lingkungan sekolah juga akan membentuk karakter anak. Alhamdulillah, lingkungan sekolah tempat si kecil dan Faiq belajar keadaannya baik. Teman-teman dan guru/karyawan yang berada di sekolah membuatnya nyaman. Tidak ada masalah yang berarti di lingkungan sekolah.

Lingkungan sekolah juga saya pertimbangkan dalam memilih sekolah karena bila lingkungannya tidak nyaman buat anak, anak nanti tidak betah sekolah. Selama ini, semua berjalan dengan baik-baik saja.
Saya mengakui dan menyadari sepenuhnya, kedua anak saya kemampuannya bukan di atas rata-rata. Akan tetapi kedua anak saya memiliki kelebihan dibandingkan teman-temannya. Kelebihan tersebut di bidang non akademik.

Bagi saya, yang penting usaha saya dan suami sudah maksimal. Di luar sekolah, saya juga memberikan fasilitas pada kedua anak saya untuk belajar. Bagi saya, semua kembali pada keluarga dan anaknya.

Semoga bermanfaat dan salam literasi.

Sumber tulisan: www.noerimakaltsum.com

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Nita Zariyanti
1 tahun lalu • 3" baca

Menyatu dengan Budaya Bali Lewat Workshop Perhiasan Perak di Ubud

Liburan di Bali seringkali identik dengan mengunjungi pantai, pura, atau menikmati kuliner khasnya. Namun, di tengah pesatnya perkembangan pariwisata, muncul tren baru yang mengutamakan pengalaman personal dan interaktif. Salah satu aktivitas yang semakin banyak dipilih wisatawan adalah workshop membuat cincin perak di Ubud. Informasi lebih lanjut mengenai pengalaman ini dapat ditemukan melalui https://www.silverclass-ubud.com/ yang menghadirkan […]

0 0
5 tahun lalu • 3" baca

Revolusi Medis Menjangkau Semua Kalangan

Tentu kita ingin sehat dan menjaga tubuh kita dalam kondisi terbaik, makan teratur, olahraga, tidur yang cukup, dan menjaga nutrisi sudah menjadi PR sedari dulu kala. Tetapi bagaimana bila kita terserang penyakit yang sukar disembuhkan? Perkembangan zaman tidak memberi kita jaminan akan kesehatan yang kita idamkan.  Era digital memang memberikan kemudahan dan  keterjangkauan dalam memenuhi […]

0 0
5 tahun lalu • 4" baca

Apa Itu Powder Drink?

Powder drink? Minuman Kekinian? Banyak juga yang belum tau ternyata, langsung aja kita jenis minuman yang satu ini Biasa dikenal dengan istilah minuman bubuk yang tidak jarang kita dengar setiap hari dan mungkin beberpa dari kita adalah para penikmat jenis minuman tersebut, yang beberpa dari kita kurang mengetahui perihal tentang minuman kekinian ini. Powder drink […]

0 0
Candra Bi
5 tahun lalu • 5" baca

Cara Memperoleh Backlink Dofollow Terbaik

Bagi Anda yang bahagia menulis di blog atau membawa situs pribadi. Mungkin Anda telah tak asing bersama dengan makna backlink dofollow. Namun faktanya, banyak yang bingung dan tidak cukup sadar berkenaan istilah yang satu ini. Backlink adalah sebuah tautan atau link, yang berasal dari suatu situs. Lalu, diarahkan ke alamat web maupun tidak benar satu […]

0 0
saifuddin romli
5 tahun lalu • 4" baca

Rekomendasi Tempat Wisata di Bogor terbaru 2021

Wisatawan di Bogor umumnya ramai pada akhir pekan panjang dan akhir pekan dan hari libur. Dengan akses yang mudah dan harga yang murah, Bogor menjadi tujuan wisata yang populer. Karena itulah jalan-jalan ke Bogor bisa menjadi salah satu pilihan bersantai. Selain itu, ada banyak pilihan tempat wisata di bogor bagi wisatawan untuk dikunjungi. Kebun Raya […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan