Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

KERUGIAN BERINVESTASI DENGAN CARA BERUTANG

Noer Ima Kaltsum
13 Jan 2018 · 4" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Tulisan ini semata-mata sebagai pengingat diri sendiri. Saya tidak bermaksud menyinggung, atau menyindir orang per orang. Kalau ada kesamaan cerita, itu hanya kebetulan saja. Tulisan ini murni bermaksud mengajak untuk kebaikan. Seandainya tidak sependapat, silakan saja. Semua kembali kepada masing-masing kita yang menjalani hidup.

Utang, adalah kata-kata yang sangat menyakitkan yang sering saya dengar sejak saya masih kecil. Oleh karena di balik utang ada sesuatu yang bisa melukai perasaan, maka sebisa mungkin saya menghindari utang. Ada sesuatu hal yang membuat saya tidak bisa menghindari utang karena keadaan darurat yaitu untuk biaya pengobatan yang jumlahnya puluhan juta.

Setelah itu, saya berdoa kepada Allah agar tidak didekatkan dengan utang. Memang, saya jadi tidak memiliki barang-barang bagus atau barang-barang berharga. Kalau teman saya memiliki barang bagus dengan cara kredit, saya tidak. Saya berkomitmen untuk tidak berutang. Mungkin karena hidup saya yang sederhana inilah, teman saya ada yang bilang kalau saya kurang bersyukur. Loh, kok bisa begitu? Katanya, untuk membeli mobil saja mampu kok saya masih saja memakai motor lawas.

Apa hubungannya motor lawas dengan tidak bersyukur? Saya merasa belum membutuhkan mobil, jadi menurut saya mobil bukan barang yang harus dimiliki. Membeli mobil kalau tidak memiliki uang yang cukup, berarti saya harus bersinggungan lagi dengan utang. No! Mending saya ke mana-mana naik angkutan umum tapi hepi daripada punya mobil tapi harus mikir cicilan dan bunganya.

Setahun yang lalu, suami terpaksa meminjam/utang koperasi agar bisa membayar tanah kerabat yang dijual padanya. Besarnya cukup lumayan. Untuk jasanya saja, suami harus mengeluarkan tujuh ratus lima puluh ribu. Meskipun bunganya dengan system bunga menurun, tetap saja kalau diakumulasi jumlahnya banyak untuk 50 bulan! Akhirnya, saya harus merelakan tabungan emas yang saya miliki untuk melunasi utang koperasi. Biarlah saya tidak memiliki tabungan emas, asal hidup saya tidak dibebani utang.

Alhamdulillah, sekarang tidak punya utang. Saya tidak tergiur berinvestasi kalau saya tidak memiliki uang. Kalau orang lain ingin berinvestasi property dengan cara kredit selama sekian tahun, saya kok tidak tertarik. Mungkin ada yang bilang saya nggaya, sok gitu. Bukan, bukan nggaya. Kalau saya tidak punya uang, mengapa saya memaksakan diri untuk utang demi investasi.

Investasi akan memberikan keuntungan kalau tidak ada utang-bunga. Ada yang bilang, investasi berupa rumah/tanah, dalam jangka panjang akan memberikan keuntungan. Tapi pernahkah kita hitung-hitungan secara kasar keuntungan dalam kurun waktu sekian tahun. Berapa harga belinya, harga jual setelah sekian tahun dan setelah bunga utang diperhitungkan, memberi keuntungan atau tidak investasi dengan cara utang? Pertimbangkan juga jungkir jempaliknya kita tiap bulan gara-gara gaji yang kita terima tinggal sedikit karena cicilan utang.

Kalau mau memulai berinvestasi, sebaiknya jangan dengan cara berutang. Belajarlah dari pengalaman orang-orang yang gagal mendapatkan keuntungan bahkan bangkrut gara-gara berinvestasi dengan cara berutang. Kalau ada yang bilang hidup tak memiliki utang, membuat kita tidak semangat, itu keliru! Kalau ada yang bilang dengan berutang kita bisa memiliki barang-barang, sumangga, kita bebas berpendapat, bebas memilih.

Pilihan saya tetap tidak akan berinvestasi dengan cara berutang. Seandainya kita hanya memiliki dana sedikit, bagaimana cara berinvestasi? Pilihan kita bisa berinvestasi emas. Di toko emas (perhiasan) kita bisa membeli emas ukuran setengah gram. Memang, emas untuk perhiasan ada ongkos pembuatannya. Ongkos pembuatan ini akan hilang kalau kita menjual kembali emas di toko tempat kita membeli emas.

Saya terinspirasi cerita seorang pemuda, ketika masih sekolah-kuliah, rutin menabung ½ gram emas. Dalam jangka panjang, emas-emas ini harganya berlipat ganda. Betapa beruntungnya pemuda yang menabung emas meskipun hanya sedikit demi sedikit.

Nah, kalau ingin berinvestasi emas dengan cara menabung emas (berapapun uang yang kita miliki bisa kita belikan emas), menabunglah di pegadaian. Silakan yang ingin menabung emas di pegadaian. Jangan menunda-nunda menabung ya. Kita tidak akan rugi memiliki tabungan emas!

Berinvestasi dengan cara berutang, membuat kita menderita karena dikejar-kejar utang. Memang kita tidak lari-lari, tapi terengah-engahnya tetap saja kita alami. Bagi yang sudah terlanjur berinvestasi dengan cara berutang, maka langkah yang paling bijak adalah segera menyelesaikan utangnya. Lantas, langkah berikutnya adalah jangan berinvestasi kalau kita harus berutang.

Semoga bermanfaat.

Karanganyar, 13 Januari 2018

Sumber: Tulisan Noer Ima Kaltsum: https://www.kompasiana.com/noerimakaltsum/5a59c592bde57562213d1dd2/jangan-berinvestasi-dengan-cara-berutang

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
5 tahun lalu • 1" baca

Mengenal ATG 5.0 Sebagai Robot Trading Masa kini

Autotrade Gold atau yang lebih dikenal sebagai ATG 5.0 adalah sebuah Robot Trading yang dibuat untuk membantu para tarder khususnya yang masih pemula untuk berhasil dalam mendapatkan keuntungan dari trading online, ATG 5.0 memiliki sebuah komunitas yang bernama Atg5community yang mana berisikan para trader yang menggunakan Robot Trading ATG 5.0.  Atg5community adalah Komunitas yang berfungsi […]

0 0
Candra Bi
5 tahun lalu • 5" baca

Ide 10 Bisnis Kuliner Terbaik dengan Modal Minim

Makanan merupakan kebutuhan utama setiap harinya. Hal itulah yang menjadi alasan banyak orang untuk menjadikanya sebagai peluang usaha dalam rangka meraup keuntungan. Ada ide 10 bisnis kuliner terbaik  yang cukup menjanjikan. Maraknya Bisnis Kuliner Saat ini, berbagai macam bisnis kuliner semakin menjamur saja. Sebagian kalangan mulai berlomba-lomba mencari peruntungan melalui usaha tersebut. Tidak sedikit di antara mereka yang […]

0 0
Candra Bi
5 tahun lalu • 3" baca

Inilah Manfaat Mengikuti Seminar Bisnis Online yang Perlu Anda Pahami

Sekarang ini kita ada pada keadaan di mana kita selalu harus mempertahankan kesehatan untuk selalu sosial distancing. Keadaan yang ini bukan keadaan yang gampang ditempuh oleh seluruh orang. Tentunya memberinya dampak yang lain dengan beberapa tahun awalnya saat pandemi ini tidak ada. Kita jadi habiskan beberapa waktu di dalam rumah karena ketentuannya sekarang ialah belajar […]

0 0
Candra Bi
5 tahun lalu • 3" baca

Cara Membuat Laporan Tutup Buku Akhir Tahun yang Baik dan Benar

Membuat laporan tutup buku ialah aktivitas yang dipandang menyusahkan untuk beberapa bisnis, tapi harus tetap harus dilaksanakan. Anda tergantung pada neraca keuangan Anda untuk tentukan status keuangan bisnis Anda di tahun ini. Disini, Anda segera dapat membuat gagasan keuangan untuk tahun depannya lebih gampang. Mendekati tahun akhir, ada banyak aktivitas yang perlu dituntaskan oleh pemilik […]

0 0
Candra Bi
5 tahun lalu • 3" baca

Cara Menjalankan Bisnis Supaya Tetap Eksis di Masa Pandemi

Masa pandemi yang diawali pada tahun 2020 dini ini. Perihal ini tidak bisa dipungkiri lagi sangat mempengaruhi terhadap keadaan bisnis, baik dalam skala besar ataupun kecil. Banyak bisnis yang saat ini ini terhantam lantaran imbas pandemi yang tidak belum usai. Gimana cara mempertahankan bisnis di masa susah ini? Masa pandemi mengganti pola interaksi sesuatu usaha […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan