Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Wisata Kuliner di Solo

Alam
20 Nov 2015 · 3" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Perkenalkan, nama saya Alam. Saya akan sedikit berbagi pengalaman saya mengunjungi Solo sekitar satu tahun yang lalu. Perjalanan saya ke Solo benar-benar untuk liburan. Hasil pemikiran random saya dan Fathy untuk berkeliling Jawa membuahkan keputusan kongkret untuk berjalan-jalan ke Jogja, Solo, dan Cepu. Pada tulisan ini, saya akan menceritakan bagian ketika kami (saya dan Fathy) mengunjungi teman kami yang bernama Hafidz yang tinggal di Solo.

***

Siang menjelang sore, kami pergi ke Solo menggunakan kereta Sriwedari, kereta lokal yang relatif bersih dan nyaman. Setelah sekitar satu jam perjalanan, alhamdulillah kami sampai juga di Stasiun Purwosari, Solo.

Setelah kami menunggu beberapa saat, Hafidz dan adiknya datang menjemput dengan motor. Kami pun berangkat menuju rumah Hafidz. Di sepanjang perjalanan menuju rumahnya, Hafidz selalu mempromosikan bahwa Solo adalah kota. Dia selalu mencoba meyakinkan saya dengan menunjukkan banyaknya mall dan hotel di berbagai tempat di Solo. Menurut Hafidz, Solo ini nama lain dari Surakarta, sedangkan Surakarta adalah nama official-nya.

Kami pun sampai di rumah Hafidz, istirahat sejenak dan memperhatikan isi rumah Hafidz yang relatif ramai oleh saudara-saudaranya yang banyak. Setelah cukup istirahat, kami bersama Hafidz dan adiknya menuju tempat makan bernama “Mie Ayam Pocong”, sebetulnya nama aslinya bukan itu. Tapi masyarakat Solo sudah awam dengan nama tersebut. Bagaimana bisa diberi nama “Mie Ayam Pocong”? Hal ini berkaitan dengan mitos setempat. Sepertinya tidak perlu saya ceritakan agar pembaca penasaran. Hehe. Hal yang menarik dari mie ayam ini adalah penempatan daun bawang yang dipisah dalam wadah tersendiri seperti halnya sambal atau saos. Bahkan menurut Hafidz, ada orang yang suka menghabiskan daun bawang sampai setengah wadah. Unik bukan?

***

Setelah cukup kenyang makan mie ayam, kami pun kembali ke rumah Hafidz. Istirahat lagi hingga malam hari. Setelah isya, kami bersama Hafidz dan adiknya mengunjungi Monumen Slamet Riyadhi, Masjid Ageng Solo, dan alun-alun untuk sekedar berfoto.

Dari alun-alun, kami menuju food court di Jalan Galabo. Di Galabo, kami mencoba Nasi Liwet khas Solo yang berbeda dari Nasi Liwet yang umum kami temui di Bandung. Di Solo, nasi liwetnya menggunakan ayam kampung, santan yang padat, dan sayuran yang saya sendiri tidak tahu namanya. Ada pula minuman jahe dengan berbagai varian, dari jahe rempah sampai jahe uwuh (sampah). Menarik bukan?

Setelahnya kami pun kembali ke rumah Hafidz, istirahat untuk menyiapkan perjalanan hari esok.

***

Malam terlewati, pagi telah menyambut. Tak banyak rencana kami untuk mengelilingi Solo di hari itu karena kami harus segera pergi ke Cepu. Namun, sebelum kami meluncur ke Cepu, Hafidz mengajak kami untuk sarapan terlebih dahulu di suatu tempat makan yang katanya cukup terkenal. “Soto Segeer” namanya. Menu yang tak terlalu besar porsinya, tapi memiliki rasa khas yang berbeda. Rasa apa itu? Tentu saja rasa Segeer. Hehe.

***

Perjalanan kami pun di Solo harus berakhir. Kami harus melanjutkan perjalanan ke Cepu. Walaupun hanya sebentar di Solo, tapi perjalanan di Solo begitu berkesan. Bagi para pembaca yang akan ke Solo, tidak ada salahnya untuk mengunjungi tempat-tempat yang sudah saya ceritakan.

Semoga bermanfaat.

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
5 tahun lalu • 2" baca

Beberapa Point yang harus dilakukan di saat sedot wc

Anda harus memerhatikan beberapahal ketika akan menggunakan jasa sedot WC. Hal ini akan membuat Anda tidak mudah tergiur dengan penipuan. Setelah itu, ketika taha ppengerjaan, Anda juga harus memerhatikan tiap tahap pengerjaannya di bawah ini agar mendapat hasil yang maksimal. 1.      Janjian waktu proses pengerjaan Kalau Anda ingin pengerjaan proses sedot wc bisa berjalan lancar dirumah. […]

0 0
Hesty Salsabila
7 tahun lalu • 1" baca

Cerita Ku Hari Ini

Malam hari ini kita akan mendengar kisah kehidupan penjaga club di jakarta, dimana dirinya telah menjalani perkerjaan ini selama lebih dari 15 tahun. Dalam kurun waktu tersebut dirinya sudah mengetahui banyak sejarah diskotik terkenal di jakarta, namun semua saat ini sudah hanya tinggal kenangan seperti arti dibalik sebuah mimpi panjang. Saat ini dirinya telah pensiun […]

0 0
Dive Direktori
7 tahun lalu • 4" baca

Cara Meningkatkan Pencarian Website di Google

Hampir semua web master mengharapkan situsnya (website / blog) berada di halaman pertama ketika kata kunci (keyword) tertentu diketikkan di mesin pencari. Menurut sebuath riset, hanya 10% peluang pengguna mengklik halaman kedua. Sehingga berbagai macam cara, trik dan strategi dilakukan agar situsnya selalu tampil di halaman pertama. Divedigital.ID menawarkan jasa backlink authority untuk meningkatkan performa […]

0 0
ririndiahutami
11 tahun lalu • 3" baca

TANTANGAN UNTUK MENGHASILKAN KARYA?

Pengalamanku dengan Solopos berawal dari saya dipinang oleh seorang laki-laki yang usianya dua tahun lebih tua dari saya. Setiap hari suami selalu pergi ke kios koran untuk membeli beberapa koran termasuk koran Solopos. Dari situlah sedikit demi sedikit saya mulai membuka-buka koran tersebut. Awalnya hanya membuka kemudian membaca satu berita, dua berita, tiga berita, empat […]

0 0
fauzisukri
11 tahun lalu • 9" baca

Bersama Solopos

Mungkin akan terdengar aneh, kelak, atau barangkali cukup menakjubkan: menulis pengalaman berkoran cetak di suatu era yang cukup cepat bergerak ke media digital, dari paper society ke paperless society. Memang sudah cukup banyak yang meramalkan, mesti sungguh belum begitu yakin apalagi diyakini penuh, bahwa era media cetak sudah menjelang nasib senjakala. Abad 18, dan khususnya […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan