Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Tulisan Mengubah Duniaku

irma
25 Nov 2015 · 4" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Cita-citamu ingin jadi apa? Pernahkah mendengar pertanyaan seperti ini. Pertanyaan yang kerap kali ditujukan kepada anak-anak, biasanya seusia SD atau TK. Suatu ketika, aku pernah mendapatkan tugas menuliskan biodata, yang salah satu isinya adalah menuliskan cita-cita. Waktu itu umurku enam tahun, tepat kelas 1 SD. Waktu itu juga sosok yang patut dijadikan panutan menurutku adalah guru agama. Dengan tanpa ragu-ragu kutuliskan CITA-CITA : GURU AGAMA.
Namanya juga anak-anak, sekarang bilang apa, mungkin belum ada satu bulan sudah berubah. Eeee ternyata benar, lucu memang, belum ada satu tahun cita-cita kedua muncul. Gara-gara asyik mempelajari biologi, keinginan untuk menjadi astronot pun sempat melintas di pikiran. Sempat juga tertulis di buku diary, keinginan untuk melanglang buana di bulan. Hanya saja malu-malu untuk mengakui. Yeaah … itulah masa kanak-kanak.
Masa SD telah terlampaui, bertemulah dengan masa SMP. Kalau dulu sekedar biodata, kalau sekarang questioner. Di sana tertuliskan bakat dan minat. Jujur saja, aku tak tahu apa bakat yang kumiliki. Kata guru sewaktu SMP, untuk mengetahui bakat dan minat kita, caranya gampang, cukup mengingat-ingat kegiatan atau aktivitas kita yang sekiranya membuat kita enjoy dan saat melakukan aktivitas itu kita senang, dan tentunya kita mampu untuk melakukannya (kurang lebih begitu).
Kupikir-pikir, menulis menjadi hal yang membuat aku nyaman, senang bahkan bisa menghilangkan stress. Dengan sedikit ragu, kutuliskan hobi : menulis, bakat dan minat tulis menulis.
Waktu terus berlalu, dan ternyata kesenanganku pada tulis menulis masih berlanjut. Suatu ketika pingin sekali mengirimkan karya, apapun itu. Mau cerita, puisi ataupun apa lah yang bisa dipampang di koran atau majalah. Ceritanya nekad nih, karena suka baca majalah anak-anak, dengan keyakinan yang membara aku coba menuliskan sebuah puisi. Dengan malu-malu kutitipkan pada ibu yang akan berangkat ke kantor. “Bu, nitip ini ya, nanti pos-kan ke alamat ini”.
Dimuat atau enggak, sebenarnya tidak menjadi masalah. Yang penting bisa ngirim ke kantor pos hehe. Sebulan, dua bulan terlewati. Emang tidak ada kabar. ‘Yaaaahhh… hangus’, nggak apa apa deh.
Ternyata tekad ini tidak melempem begitu saja. Semakin tambah umur semakin suka aktivitas ini. Sewaktu menginjakkan kaki di Kota Solo, setidaknya aku punya tambahan pengalaman. Dulu sewaktu masih SMP tidak berani main-main ke toko buku. Beli koran atau majalah pun masih pikir-pikir. Takut uang jajan habis. Kini, setelah menjadi mahasiswa harus bisa meluangkan waktu ke toko buku (walaupun cuma baca-baca saja hehee). Setidaknya sekarang punya uang jajan yang bisa disisihkan untuk beli buku atau koran.
Waa… kalau di Solo mau kemana-mana enak, ke toko buku dekat, ke kantor pos nggak perlu nitip ibu, mau ngetik dan ngeprint pun rental dimana-mana. Maklum anak kos dan belum punya uang buat beli laptop plus perangkatnya.
Usut punya usut, ada ide muncul dari koran ternama di Kota Solo ini. So-Lo-Pos. Baca judul demi judul, selembar demi selembar. Kok ada rubrik yang ‘aku’ banget. Rubrik hikayat pada kolom Khasanah Keluarga ternyata mampu menarik hatiku. Bolehlah dicoba. Dicoba satu kali kirim, tak ada hasil. Kemudian kirim lagi sampe entah berapa kali. Tak ada hasil juga. Akhirnya memang sedikit (harus) berputus asa. Akhirnya tulisan itupun kalah dengan tugas kuliah yang kian menumpuk.
Suatu ketika, keluarga yang ada di rumah menelpon. Memberi kabar, kalau ada wesel ke rumah atas namaku. ‘Waahh wesel nyasar ini’ kataku dalam hati. Setelah diberi info lebih jauh, ternyata wesel itu dari Solopos dan ada judul ceritaku. Sip sip sip… tanpa pikir panjang segera kucari file-file cerita yang pernah kukirim ke ‘Hikayat’. Ternyata zonk… ternyata sudah takkusimpan, entah tertumpuk atau terbuang dimana :’( ya sudahlah. Tapi aku jadi semangat lagi untuk menulis dan mengirimkannya ke Solopos.
Tanpa sengaja di siang hari yang panas, teman kuliah plus teman ‘nongkrong’ di kampus memberi kabar mengejutkan.
“Kamu nulis di Solopos ya?”
“Kata siapa?” kataku sedikit mengelak.
“Aku tadi beli pecel, dibungkus pakai kertas koran, eee di korannya ada tulisan yang ditulis ‘….’ (menyebutkan namaku lengkap) dimuat pada hari Jumat, tanggal sekian sekian dan sekian (lupa).
Weittsss….. ternyata aku masih berjodoh dengan tulisanku. Walaupun sudah jadi bungkus pecel. Hihihi. Segera aku lari ke perpustakaan untuk mengais koran dan membacanya satu demi satu sesuai tanggal yang diinfokan tadi. Alhamdulilah… ketemuuu dan segera ku fotokopi.
Akhirnya setelah kejadian itu, tulisan kedua ketiga keempat sampai aku lulus masih bisa dipampang di Solopos. Terimakasih Solo, Terimakasih Solopos. #Soloensis

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
5 tahun lalu • 2" baca

Beberapa Point yang harus dilakukan di saat sedot wc

Anda harus memerhatikan beberapahal ketika akan menggunakan jasa sedot WC. Hal ini akan membuat Anda tidak mudah tergiur dengan penipuan. Setelah itu, ketika taha ppengerjaan, Anda juga harus memerhatikan tiap tahap pengerjaannya di bawah ini agar mendapat hasil yang maksimal. 1.      Janjian waktu proses pengerjaan Kalau Anda ingin pengerjaan proses sedot wc bisa berjalan lancar dirumah. […]

0 0
Hesty Salsabila
7 tahun lalu • 1" baca

Cerita Ku Hari Ini

Malam hari ini kita akan mendengar kisah kehidupan penjaga club di jakarta, dimana dirinya telah menjalani perkerjaan ini selama lebih dari 15 tahun. Dalam kurun waktu tersebut dirinya sudah mengetahui banyak sejarah diskotik terkenal di jakarta, namun semua saat ini sudah hanya tinggal kenangan seperti arti dibalik sebuah mimpi panjang. Saat ini dirinya telah pensiun […]

0 0
Dive Direktori
7 tahun lalu • 4" baca

Cara Meningkatkan Pencarian Website di Google

Hampir semua web master mengharapkan situsnya (website / blog) berada di halaman pertama ketika kata kunci (keyword) tertentu diketikkan di mesin pencari. Menurut sebuath riset, hanya 10% peluang pengguna mengklik halaman kedua. Sehingga berbagai macam cara, trik dan strategi dilakukan agar situsnya selalu tampil di halaman pertama. Divedigital.ID menawarkan jasa backlink authority untuk meningkatkan performa […]

0 0
ririndiahutami
11 tahun lalu • 3" baca

TANTANGAN UNTUK MENGHASILKAN KARYA?

Pengalamanku dengan Solopos berawal dari saya dipinang oleh seorang laki-laki yang usianya dua tahun lebih tua dari saya. Setiap hari suami selalu pergi ke kios koran untuk membeli beberapa koran termasuk koran Solopos. Dari situlah sedikit demi sedikit saya mulai membuka-buka koran tersebut. Awalnya hanya membuka kemudian membaca satu berita, dua berita, tiga berita, empat […]

0 0
fauzisukri
11 tahun lalu • 9" baca

Bersama Solopos

Mungkin akan terdengar aneh, kelak, atau barangkali cukup menakjubkan: menulis pengalaman berkoran cetak di suatu era yang cukup cepat bergerak ke media digital, dari paper society ke paperless society. Memang sudah cukup banyak yang meramalkan, mesti sungguh belum begitu yakin apalagi diyakini penuh, bahwa era media cetak sudah menjelang nasib senjakala. Abad 18, dan khususnya […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan