Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Solopos Wadah Pemberi Inspirasi

DIkaAdityas
19 Nov 2015 · 2" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Hanyalah sosok pelajar SMA yang lahir sebelum tahun krisis moneter, menyukai dunia kepenulisan, seni dan public speaking. Kurang lebih satu tahun yang lalu, tepatnya awal semester 3, aku mengalami fase di mana aku merasa menulis merupakan moodbooster ketika aku mulai penat dengan seabrek materi yang selalu menghantui. Berlembar tulisanku hanya kumuat dalam sebuah buku note mini yang selalu menemani kemanapun aku pergi. Sempat terlintas di benakku bahwa kegiatanku terlalu sia-sia jika semua hasil hanya bisa kunikmati sendiri.
Hingga suatu hari, aku mendapatkan sebuah pesan mengenai wadah penampung bakat para jurnalis muda yang selalu diadakan oleh Solopos tiap 6 bulan sekali, yaitu program Wasis (Wartawan Siswa). Aku mencari tahu mengenai program itu, kemudian aku mulai mencoba menuangkan ide-ideku dalam sebuah tulisan berbentuk berita dan mengirimkan pada redaksi. Beberapa tes aku ikuti dan akhirnya hasil memang tak pernah mendustai usaha, aku berhasil menjadi salah satu diantara lima Wartawan Siswa yang diambil dari beberapa kota se-Karesidenan Surakarta.
Suka, duka, tawa bahagia akan suatu hasil dan cucuran peluh adalah sebuah gambaran rasaku menjadi seorang wartawan siswa. Betapa membanggakannya ketika jerih payah selalu menghasilkan sebuah karya yang mampu memberi inspirasi bagi kaum muda yang membacanya. Bergulat dengan ratusan orang dari berbagai kalangan dan berpacu pada sebuah deadline membuatku belajar menghargai betapa berharganya setiap detik waktu yang berjalan. Kebersamaan dan kekeluargaan yang kental serta belajar menjadi seorang rekan kerja adalah nilai paling berharga yang dapat kuambil dari pekerjaan singkatku ini.
Bersama Solopos, aku mengerti makna menghargai tiap tetesan keringat atas kerja keras yang sebenarnya, mengerti akan perlunya ketelatenan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan dan arti dari sebuah kekompakan. Bersama Solopos, hobiku tak lagi sekedar sebagai obat pelepas penat, tetapi menjadi sebuah karya yang bermanfaat bagi semua kalangan yang membacanya. Dan bersama Solopos pula, aku memiliki keluarga yang saling memberi inspirasi untuk mencapai prestasi.

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
5 tahun lalu • 2" baca

Beberapa Point yang harus dilakukan di saat sedot wc

Anda harus memerhatikan beberapahal ketika akan menggunakan jasa sedot WC. Hal ini akan membuat Anda tidak mudah tergiur dengan penipuan. Setelah itu, ketika taha ppengerjaan, Anda juga harus memerhatikan tiap tahap pengerjaannya di bawah ini agar mendapat hasil yang maksimal. 1.      Janjian waktu proses pengerjaan Kalau Anda ingin pengerjaan proses sedot wc bisa berjalan lancar dirumah. […]

0 0
Hesty Salsabila
7 tahun lalu • 1" baca

Cerita Ku Hari Ini

Malam hari ini kita akan mendengar kisah kehidupan penjaga club di jakarta, dimana dirinya telah menjalani perkerjaan ini selama lebih dari 15 tahun. Dalam kurun waktu tersebut dirinya sudah mengetahui banyak sejarah diskotik terkenal di jakarta, namun semua saat ini sudah hanya tinggal kenangan seperti arti dibalik sebuah mimpi panjang. Saat ini dirinya telah pensiun […]

0 0
Dive Direktori
7 tahun lalu • 4" baca

Cara Meningkatkan Pencarian Website di Google

Hampir semua web master mengharapkan situsnya (website / blog) berada di halaman pertama ketika kata kunci (keyword) tertentu diketikkan di mesin pencari. Menurut sebuath riset, hanya 10% peluang pengguna mengklik halaman kedua. Sehingga berbagai macam cara, trik dan strategi dilakukan agar situsnya selalu tampil di halaman pertama. Divedigital.ID menawarkan jasa backlink authority untuk meningkatkan performa […]

0 0
ririndiahutami
11 tahun lalu • 3" baca

TANTANGAN UNTUK MENGHASILKAN KARYA?

Pengalamanku dengan Solopos berawal dari saya dipinang oleh seorang laki-laki yang usianya dua tahun lebih tua dari saya. Setiap hari suami selalu pergi ke kios koran untuk membeli beberapa koran termasuk koran Solopos. Dari situlah sedikit demi sedikit saya mulai membuka-buka koran tersebut. Awalnya hanya membuka kemudian membaca satu berita, dua berita, tiga berita, empat […]

0 0
fauzisukri
11 tahun lalu • 9" baca

Bersama Solopos

Mungkin akan terdengar aneh, kelak, atau barangkali cukup menakjubkan: menulis pengalaman berkoran cetak di suatu era yang cukup cepat bergerak ke media digital, dari paper society ke paperless society. Memang sudah cukup banyak yang meramalkan, mesti sungguh belum begitu yakin apalagi diyakini penuh, bahwa era media cetak sudah menjelang nasib senjakala. Abad 18, dan khususnya […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan