Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

SOLOPOS, DARI DULU SAMPAI SEKARANG

Ratna Nisrina
27 Okt 2015 · 3" baca
WhatsApp Facebook Twitter

SOLOPOS, DARI DULU SAMPAI SEKARANG

Pengalaman saya bersama Solopos kali bukan hanya sekali ataupun dua kali. Namun saya mempunyai banyak pengalaman bersama Solopos karena hobi saya adalah membaca koran Solopos. Hal itu sudah saya lakukan sejak lama, kira-kira sejak masih kelas 6 SD. Mungkin awalnya saya kurang tertarik membaca sebuah koran karena menurut saya waktu itu, koran identik dengan hal-hal yang membosankan tetapi setelah setiap hari melihat Ayah saya membacanya, semenjak itu saya mulai penasaran apa yang sebenarnya menarik dari berita yang ada di koran. Oleh karena itu saya coba untuk melihat-lihat berita dalam koran dan mulai dari itu saya menyadari ternyata koran tidak seburuk dan membosankan seperti apa yang saya pikir awalnya. Dan koran pertama yang saya baca waktu itu adalah terbitan Solopos. Setelah itu saya mencoba membaca koran lain ternyata tampilannya kurang menarik dibandingkan Solopos mungkin karena waktu saya tergolong masih anak-anak hal pertama yang saya perhatikan adalah tampilan korannya. Mungkin maklum saja anak-anak pasti akan lebih dahulu melihat tampilannya sebelum membaca isinya. Kalau tampilannya sudah bagus pasti akan menambah minat untuk membacanya apalagi bagi kalangan anak-anak dan remaja.
Bermula dari itu saya mulai sering membaca Solopos karena selain tampilannya rapi bahasanya cukup mudah dipahami. Contohnya, saya pernah membaca koran lain yang sebenarnya sama beritanya dengan yang disajikan Solopos tetapi setelah membacanya saya merasa aneh dengan bahasanya dan membuat saya bingung. Mungkin menurut saya karena bahasa yang digunakan koran tersebut sulit untuk ditangkap maksudnya.
Hal lain yang menurut saya harus diperhatikan adalah kenetralan media masa dalam menyampaikan sebuah berita. Saya sering mendapati banyak sekali hal-hal yang tidak sepantasnya dilakukan oleh media masa. Apalagi saat pemilu presiden 2014 kemarin, ada salah satu koran yang tidak perlu saya sebutkan namanya secara terang-terangan menyudutkan salah satu capres. Entah karena ada kepentingan apa di dalamnya, yang jelas hal ini tidak pantas untuk dilakukan. Tetapi saya agak lega karena Solopos tetap masih menjaga kredibilitasnya dan menyajikan berita yang berimbang di tengah kuatnya suhu dan arus politik saat itu. Karena yang sejauh saya lihat saat itu Solopos tetap memberikan berita-berita yang berimbang terhadap kedua capres. Walaupun kita semua mengetahui bahwa salah satu capres yang ada berasal dari Solo, hal itu yang membuat saya mengapresiasi kinerja Solopos.
Saya juga mengapresiasi Solopos terhadap adanya slot Gagasan yang di dalamya terbuka bagi siapa saja yang ingin mencurahkan aspirasinya lewat koran terutama Mimbar Mahasiswa yang diperuntukan oleh para mahasiswa yang ingin menyampaikan gagasannya terkait isu-isu yang ada. Hal tersebut semakin menambah nilai tambah tersendiri bagi Solopos karena hanya beberapa koran saja yang bersedia untuk menyediakan slot sejenis. Untuk itu semoga Solopos ke depannya tetap mempertahankan kinerjanya agar semakin baik dalam meyajikan berita bagi masyarakat.
#soloensis

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
5 tahun lalu • 2" baca

Beberapa Point yang harus dilakukan di saat sedot wc

Anda harus memerhatikan beberapahal ketika akan menggunakan jasa sedot WC. Hal ini akan membuat Anda tidak mudah tergiur dengan penipuan. Setelah itu, ketika taha ppengerjaan, Anda juga harus memerhatikan tiap tahap pengerjaannya di bawah ini agar mendapat hasil yang maksimal. 1.      Janjian waktu proses pengerjaan Kalau Anda ingin pengerjaan proses sedot wc bisa berjalan lancar dirumah. […]

0 0
Hesty Salsabila
7 tahun lalu • 1" baca

Cerita Ku Hari Ini

Malam hari ini kita akan mendengar kisah kehidupan penjaga club di jakarta, dimana dirinya telah menjalani perkerjaan ini selama lebih dari 15 tahun. Dalam kurun waktu tersebut dirinya sudah mengetahui banyak sejarah diskotik terkenal di jakarta, namun semua saat ini sudah hanya tinggal kenangan seperti arti dibalik sebuah mimpi panjang. Saat ini dirinya telah pensiun […]

0 0
Dive Direktori
7 tahun lalu • 4" baca

Cara Meningkatkan Pencarian Website di Google

Hampir semua web master mengharapkan situsnya (website / blog) berada di halaman pertama ketika kata kunci (keyword) tertentu diketikkan di mesin pencari. Menurut sebuath riset, hanya 10% peluang pengguna mengklik halaman kedua. Sehingga berbagai macam cara, trik dan strategi dilakukan agar situsnya selalu tampil di halaman pertama. Divedigital.ID menawarkan jasa backlink authority untuk meningkatkan performa […]

0 0
ririndiahutami
11 tahun lalu • 3" baca

TANTANGAN UNTUK MENGHASILKAN KARYA?

Pengalamanku dengan Solopos berawal dari saya dipinang oleh seorang laki-laki yang usianya dua tahun lebih tua dari saya. Setiap hari suami selalu pergi ke kios koran untuk membeli beberapa koran termasuk koran Solopos. Dari situlah sedikit demi sedikit saya mulai membuka-buka koran tersebut. Awalnya hanya membuka kemudian membaca satu berita, dua berita, tiga berita, empat […]

0 0
fauzisukri
11 tahun lalu • 9" baca

Bersama Solopos

Mungkin akan terdengar aneh, kelak, atau barangkali cukup menakjubkan: menulis pengalaman berkoran cetak di suatu era yang cukup cepat bergerak ke media digital, dari paper society ke paperless society. Memang sudah cukup banyak yang meramalkan, mesti sungguh belum begitu yakin apalagi diyakini penuh, bahwa era media cetak sudah menjelang nasib senjakala. Abad 18, dan khususnya […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan