Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Secangkir Siang Bersama SOLOPOS

toatkurniawan
08 Okt 2015 · 3" baca
WhatsApp Facebook Twitter

 

Secangkir siang bersama Solopos itulah salah satu kalimat yang cocok untuk mendeskripsikan pengalaman menarik, penuh keakraban, serta kesan tersendiri. Siang itu bulan Desember 2012 pukul 13.25 WIB silam, saya mendapatkan inbok email dari Solopos yang berisi Kunjungan Jurnalist Goes to School with Suzuki Next. Kebetulan saat itu saya sebagai Pimpro Rumah Bahasa dan Sastra di SMA Negeri 1 Tawangsari Sukoharjo sedang mengadakan agenda rutin redaksi majalah di sekolah kami, sebut saja MEDIASI. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Ini merupakan waktu dan kesempatan yang tepat untuk belajar menimba ilmu khususnya di bidang Jurnalis untuk siswa SMA di tempat kami.

Gratis alias Cuma-Cuma. Begitulah jawabnya ketika saya mengonfirmasikan kepada pihak Solopos waktu itu, karna memang merupakan bagian kepedulian serta promosi Solopos khususnya terhadap dunia pendidikan di sekolah. Setelah koordinasi matang, akhirnya 15 Desember 2012 Solopos resmi singgah di sekolahan kami. Mereka datang satu kru bersama narasumber jurnalis senior Solopos yang nantinya akan mengajak kami berbagi ilmu dan saling bertukar pikiran. Ruangan bahasa bagian selatan, itulah tempat kami berbagi sesiang bersama Solopos. kira-kira 100 meter dari arah lobi sekolah. Beberapa kru Solopos telah duduk di tempat masing-masing, spanduk acara terpasang rapi di bagian depan yang bertuliskan Jurnalist Goes to School: Solopos with Rumah Bahasa.

Setelah penyambutan dan pembukaan selesai, masuk lah pada kajian inti pertemuan siang itu. Beberapa saat materi di slide serta dipaparkan panjang lebar kepada kami. Sungguh saya tidak mengira, sangat jauh berbeda dengan pertemuan rutin pengurus redaksi MEDIASI di sekolahan kami. Siswa bukan hanya terlihat antusias tetapi juga produktif dalam menggali berbagai masalah dari pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan kepada narasumber. Beberapa diantaranya, Bagaimanakah tips menulis yang baik dan benar di surat kabar, Berita dan tulisan apa sajakah yang layak terbit, Bagaimana membagi dan meliput berita yang sama-sama penting dalam waktu yang sama, serta proses pengerjakan surat kabar solopos dari pencarian berita sampai penerbitan. Pokoknya kumplit dan sangat membantu kami dalam berkarya, terutama dunia bahasa tulis-menulis. Oh,ya, waktu itu ada satu siswa saya yang bertanya unik. “Kak, kenapa tulisan saya belum pernah sekali pun dimuat Solopos, apa itu ada yang keliru, padahal sudah bagus, lho” ujarnya genit membuat seisi ruangan lepas terbawak-bawak. “Pada dasarnya semua tulisan yang masuk ke Solopos tidak sertamerta dimuat begitu saja, harus dengan pengidentifikasian secara seksama, intinya tidak asal-asalan” begitulah jawabnya sambil mengacungkan jempol kepada siswa itu.

Suasana semakin hangat dan bersahaja, terbuka dan penuh canda. Apalagi diluar sebagian teman-teman rumah bahasa sudah menunggu kru dari sponsorship Solopos untuk test drive waktu itu. Hingga terik yang menganga ikut tumpah bersama kami siang itu. Dua kata “luar biasa”, bukan? Kami kembali masuk ke ruang bahasa, selanjutnya kru jurnalis Solopos memberikan simpulan dari seluruh kajian dari pertemuan itu. “Hakikatnya menulis adalah kegiatan yang mengasikkan. Berbagai hal dapat kita tuangkan di dalamnya sebagai wujud media apresiasi tersendiri” begitulah tandasnya. Bagi saya, menulis adalah pekerjaan pengabadian, di dalamnya kita tidak akan pernah hilang dari waktu dan sejarah; kekal, itulah MENULIS. Maka dari itu, pengalaman bersama Solopos ini menjadi salah satu motivasi siswa untuk menumbuhkan minat di dalam keterampilan menulis khususnya di media massa.

 Hingga pada akhirnya, saya dan siswa-siswa memberikan surprise kepada mereka, yaitu tropi kenang-kenangan kepada Solopos lalu foto bersama. Hingga beberapa hari kemudian, pertemuan kami siang itu ternyata dimuat redaksi Solopos. Dengan riang nya mereka (siswa) memberitahukan via pesan singkat kepada saya “Pak, Rumah Bahasa kemarin dimuat Solopos, Loh…hehee” ujarnya. “Kalian memang patut dibanggakan, terima kasih lah kepada Solopos. Selamat berkarya!” jawab saya.

Terima kasih SOLOPOS. Khususnya tim promosi dan jurnalis Solopos yang telah memberikan kami Secangkir Siang yang sangat bermanfaat.

Selamat Ulang tahun SOLOPOS. Tetaplah berkarya!

 

Toat Kurniawan 

Pimpro Rumah Bahasa dan Sastra

SMA Negeri Tawangsari Sukoharjo

 

            #Soloensis

 

 

 

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
5 tahun lalu • 2" baca

Beberapa Point yang harus dilakukan di saat sedot wc

Anda harus memerhatikan beberapahal ketika akan menggunakan jasa sedot WC. Hal ini akan membuat Anda tidak mudah tergiur dengan penipuan. Setelah itu, ketika taha ppengerjaan, Anda juga harus memerhatikan tiap tahap pengerjaannya di bawah ini agar mendapat hasil yang maksimal. 1.      Janjian waktu proses pengerjaan Kalau Anda ingin pengerjaan proses sedot wc bisa berjalan lancar dirumah. […]

0 0
Hesty Salsabila
7 tahun lalu • 1" baca

Cerita Ku Hari Ini

Malam hari ini kita akan mendengar kisah kehidupan penjaga club di jakarta, dimana dirinya telah menjalani perkerjaan ini selama lebih dari 15 tahun. Dalam kurun waktu tersebut dirinya sudah mengetahui banyak sejarah diskotik terkenal di jakarta, namun semua saat ini sudah hanya tinggal kenangan seperti arti dibalik sebuah mimpi panjang. Saat ini dirinya telah pensiun […]

0 0
Dive Direktori
7 tahun lalu • 4" baca

Cara Meningkatkan Pencarian Website di Google

Hampir semua web master mengharapkan situsnya (website / blog) berada di halaman pertama ketika kata kunci (keyword) tertentu diketikkan di mesin pencari. Menurut sebuath riset, hanya 10% peluang pengguna mengklik halaman kedua. Sehingga berbagai macam cara, trik dan strategi dilakukan agar situsnya selalu tampil di halaman pertama. Divedigital.ID menawarkan jasa backlink authority untuk meningkatkan performa […]

0 0
ririndiahutami
11 tahun lalu • 3" baca

TANTANGAN UNTUK MENGHASILKAN KARYA?

Pengalamanku dengan Solopos berawal dari saya dipinang oleh seorang laki-laki yang usianya dua tahun lebih tua dari saya. Setiap hari suami selalu pergi ke kios koran untuk membeli beberapa koran termasuk koran Solopos. Dari situlah sedikit demi sedikit saya mulai membuka-buka koran tersebut. Awalnya hanya membuka kemudian membaca satu berita, dua berita, tiga berita, empat […]

0 0
fauzisukri
11 tahun lalu • 9" baca

Bersama Solopos

Mungkin akan terdengar aneh, kelak, atau barangkali cukup menakjubkan: menulis pengalaman berkoran cetak di suatu era yang cukup cepat bergerak ke media digital, dari paper society ke paperless society. Memang sudah cukup banyak yang meramalkan, mesti sungguh belum begitu yakin apalagi diyakini penuh, bahwa era media cetak sudah menjelang nasib senjakala. Abad 18, dan khususnya […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan