Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

PERTARUHAN MENJADI MAHASISWA DI MIMBAR MAHASISWA

Ach.Fitri
26 Dec 2015 · 3" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Oleh Ach. Fitri

Rubrik Mimbar Mahasiswa di Koran Solopos merupakan tempat pertaruhan gagasan mahasiswa di Solo Raya. Mereka bertaruh bacaan, ide dan kreatifitas menulis. Rubrik Mimbar Mahasiswa yang disediakan khusus untuk mahasiswa ini seakan menjadi tempat perjuangan mengasah keilmuan yang tidak didapat mahasiswa ketika di bangku kuliah, di kampus.

Sebab hanya di Mimbar Mahasiswa, mahasiswa dibiarkan berpikir dan menulis dengan bebas, tanpa tema yang disepakati untuk ditulis setiap minggunya, namun tetap pilihan utamanya peristiwa mutahir, baik yang terjadi di kampus dan di luar kampus. Mahasiswa diajak bertaruh dan harus “berdarah-darah” antara mahasiswa satu dengan lainnya dan antara kampus satu dengan yang lainnya.

Pada tiap Selasa rubrik ini terbit, dan setiap Selasa pulalah ada pergolakan dalam tubuh saya, yang melahirkan beberapa pertanyaan, mulai dari judul dan tema apa yang dimuat hari ini? dan mahasiswa dari kampus mana? Yang membuat tubuh ini semakin ingin bergerak ke bakul koran untuk membeli, membaca tulisan di Mimbar Mahasiswa dan kalau menarik dan perlu harus ditanggapi, atau menulis tema baru.

Kalau kebetulan tulisan saya yang dimuat, akan lahir kembali berbagai pertanyaan, apakah akan ada mahasiswa yang memberi tanggapan tulisan saya? Dan apakah tanggapanannya akan mendukung argumentasi saya atau membantainya? Hal itu sangat mendebarkan dan membahagiakan.

Namun, di balik itu semua ada kesadaran etos literasi yang dibentuk redaktur untuk mahasiswa di Solo Raya, toh walapun saya merasa hal itu hanya bisa dijalani oleh segelintir mahasiswa dan terbatas mahasiswa yang berdomisili di Solo Raya.

Masih dapat saya ingat, ketika awal belajar membaca dan menulis untuk Mimbar Mahasiswa. Ada beberapa judul tulisan yang tidak dimuat dan dimuat yang berhasil saya kirim ke email Mimbar Mahasiswa, Solopos. Judul tulisan yang tidak dimuat pertama adalah Mahasiswa dan Pergerakan dan tulisan pertama kali dimuat adalah Kuasa Televisi dan Politik (Solopos, 9 Juli 2013). Kalau dihitung sepertinya lebih banyak yang tidak dimuat.

Akan tetapi saya menyadari bahwa kebahagian menulis itu bukan pada titik dimana tulisan itu dimuat tapi keberhasilan mengirimkannya. Perkara dimuat atau tidak, itu urusan terakhir yang terpenting tetap ada gairah membaca, menulis dan tetap selalu berbagi tulisan dan bacaan.

Menulis di Mimbar Mahasiswa, selain pertaruhan gagasan antar mahasiswa ada juga yang bertaruh dengan birokrasi kampus, seperti yang pernah diakui oleh beberapa mahasiswa berpolemik di Mimbar Mahasiswa dari UNS, IAIN Surakarta dan UMS ketika kami berkumpul di Bilik Literasi Solo (18/10/2015), di antara kami ada yang di panggil dosen, petinggi BEM dan bahkan sampai keketua jurusan dan Dekan.

Terlepas dari pertaruhan menjadi mahasiswa di Mimbar Mahasiswa. Kita mesti tetap selalu mengingat dua mahasiswa ampuh di Indonesia, Ahmad Wahib yang kita kenal melalui buku Pergolakan Pemikiran Islam (2013) dan Soe Hok Gie dengan bukunya Catatan Seorang Demonstran (2012).

Dua mahasiswa waras tersebut menulis pada saat menjadi mahasiswa tidak hanya melulu makalah yang dipersentasikan untuk segelintir mahasiswa dan dosen, namun juga menulis untuk dikirim ke koran. Karena mereka merasa, ketika tulisannya yang dikirim dan dimuat di koran tersebut lebih banyak pembacanya dan banyak yang mengapresiasi.

Dari kesadaran Wahib dan Gie, kita menjadi mengerti bahwa pertaruhan menjadi mahasiswa ampuh tidak melulu ada dalam kelas, di kampus, di sebuah organisasi pelajar dan pergerakan, tapi pertaruhan menjadi mahasiswa ampuh bisa di berbagai media baik cetak dan online yang menyediakan ruang untuk ide dan gagasan mahasiswa seperti koran dan majalah. Begitu.

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
5 years lalu • 2" baca

Beberapa Point yang harus dilakukan di saat sedot wc

Anda harus memerhatikan beberapahal ketika akan menggunakan jasa sedot WC. Hal ini akan membuat Anda tidak mudah tergiur dengan penipuan. Setelah itu, ketika taha ppengerjaan, Anda juga harus memerhatikan tiap tahap pengerjaannya di bawah ini agar mendapat hasil yang maksimal. 1.      Janjian waktu proses pengerjaan Kalau Anda ingin pengerjaan proses sedot wc bisa berjalan lancar dirumah. […]

0 0
Hesty Salsabila
7 years lalu • 1" baca

Cerita Ku Hari Ini

Malam hari ini kita akan mendengar kisah kehidupan penjaga club di jakarta, dimana dirinya telah menjalani perkerjaan ini selama lebih dari 15 tahun. Dalam kurun waktu tersebut dirinya sudah mengetahui banyak sejarah diskotik terkenal di jakarta, namun semua saat ini sudah hanya tinggal kenangan seperti arti dibalik sebuah mimpi panjang. Saat ini dirinya telah pensiun […]

0 0
Dive Direktori
7 years lalu • 4" baca

Cara Meningkatkan Pencarian Website di Google

Hampir semua web master mengharapkan situsnya (website / blog) berada di halaman pertama ketika kata kunci (keyword) tertentu diketikkan di mesin pencari. Menurut sebuath riset, hanya 10% peluang pengguna mengklik halaman kedua. Sehingga berbagai macam cara, trik dan strategi dilakukan agar situsnya selalu tampil di halaman pertama. Divedigital.ID menawarkan jasa backlink authority untuk meningkatkan performa […]

0 0
ririndiahutami
11 years lalu • 3" baca

TANTANGAN UNTUK MENGHASILKAN KARYA?

Pengalamanku dengan Solopos berawal dari saya dipinang oleh seorang laki-laki yang usianya dua tahun lebih tua dari saya. Setiap hari suami selalu pergi ke kios koran untuk membeli beberapa koran termasuk koran Solopos. Dari situlah sedikit demi sedikit saya mulai membuka-buka koran tersebut. Awalnya hanya membuka kemudian membaca satu berita, dua berita, tiga berita, empat […]

0 0
fauzisukri
11 years lalu • 9" baca

Bersama Solopos

Mungkin akan terdengar aneh, kelak, atau barangkali cukup menakjubkan: menulis pengalaman berkoran cetak di suatu era yang cukup cepat bergerak ke media digital, dari paper society ke paperless society. Memang sudah cukup banyak yang meramalkan, mesti sungguh belum begitu yakin apalagi diyakini penuh, bahwa era media cetak sudah menjelang nasib senjakala. Abad 18, dan khususnya […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan