Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Mengumpulkan Serpihan Sejarah dari SOLOPOS

berhidayat
18 Nov 2015 · 3" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Sekali lagi, Solo itu unik dan menarik. Bukan karena saya terlahir dan hidup di kota ini, lantas memuji kota sendiri bak Sang Pangeran memuji Sang Dewi. Bagi saya, Solo itu masih nyaman dan tetap nyaman. Solo tetap ayem, tentrem, gawe kesengsem lan ati adem. Lengang, tenang, meski sekarang banyak orang meradang, mengeluhkan Solo yang semakin ‘garang’. Panas, macet, semakin rame, dan masih banyak keluhan lainnya. Solo itu kota sejuta kenangan. Kenangan masa lampau, kenangan sejarah, atau kenangan kehidupan yang masih tersusun rapi dalam ingatan? Ah, Solo memang selalu membuat bibir melebar senyum.

Dari Solo sejarah dimulai, dari Solo pula saya mulai menyukai sejarah. Meski tak mewarisi darah sejarahwan, seringnya mendengar cerita-cerita masa lalu dari Mbah dan Bapak, membuat saya penasaran dan mulai menyukai cerita-cerita yang didongengkan. Mbah dan Bapak sering bercerita tentang masa kecil, dan kejadian-kejadian unik yang pernah mereka alami. Terkadang, mereka juga bercerita mengenai tempat bersejarah dan bangunan-bangunan lama di Kota Solo. Saat itu, saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Minimnya informasi yang tersedia membuat saya kesulitan untuk mencari cerita-cerita sejarah Solo. Maklum, saat itu internet masih jarang, kalaupun ada tarifnya terlalu mahal untuk ukuran anak SD yang hanya diberi uang saku untuk jajan.

Suatu ketika, Bapak yang setiap hari Minggu membeli Koran SOLOPOS, mulai bercerita mengenai apa yang baru saja ia baca. Saya masih ingat, Bapak bercerita mengenai sejarah Tugu Ngejaman yang berada di depan Pasar Gedhe, kemudian bercerita pula mengenai sejarah pembangunan beberapa Gapura Batas Kota Solo. Menarik. Saya semakin penasaran, sampai akhirnya saya tahu bahwa Bapak mendapat cerita sejarah tersebut dari Rubrik ‘Asale’ dan ‘Doeloe-Sekarang’ di Koran SOLOPOS. Rubrik ‘Asale’ adalah salah satu rubrik di Koran SOLOPOS yang menyajikan cerita sejarah asal mula nama sebuah daerah atau tempat, sedangkan Rubrik ‘Doeloe-Sekarang’ menampilkan perbandingan foto sebuah tempat atau bangunan tempo doeloe dengan keadaannya yang sekarang. Sejak saat itu, setiap Minggu saya sisakan uang saku untuk membeli Koran SOLOPOS yang pada saat itu harga koran masih kisaran Rp.1500,-. Koran-koran itu saya kumpulkan. Setelah tidak dibaca, Rubrik ‘Asale’ dan ‘Doeloe-Sekarang’ tersebut saya potong, kemudian saya simpan rapi sebagai koleksi. Tiap seminggu sekali, potongan-potongan rubrik itu saya catat secara detail lengkap dengan keterangan gambar, hari, tanggal, bulan, tahun, bahkan sampai pasaran Jawa saat rubrik itu terbit. Inilah hobi baru saya, mengkoleksi sejarah Solo dari secuil kertas.

Cukup lama saya mengkoleksi rubrik sejarah itu. Saya berencana membuat album dan membingkai semua koleksi saya itu sebagai pajangan di rumah. Tapi sayang, kesibukan saya yang mulai bertambah membuat hobi menarik itu agak tersendat dan mulai vakum. Pernah saya mencoba mengumpulkan kembali koleksi-koleksi itu, menempelkannya pada sebuah kertas karton lebar, kemudian membingkainya rapi. Sayangnya, belum selesai album itu dibuat, ‘proyek’ itu raib entah kemana. Sedih. Saya merasa kehilangan barang yang sangat berharga. Koleksi yang saya dapat dengan susah payah, hilang begitu saja. Kini hanya tertinggal sisa-sisanya saja.

Meskipun koleksi saya itu sudah hilang dan tak ditemukan jejaknya, tapi kenangan bersama Rubrik ‘Asale’ dan ‘Doeloe-Sekarang’ tak bisa terlupakan. Setidaknya, kedua rubrik di Koran SOLOPOS itu mampu menjadi penyalur hobi saya sebagai pecinta sejarah, terutama sejarah Solo. Jadi, menyenangkan itu ketika bisa menyalurkan hobi dengan mengumpulkan serpihan sejarah meski hanya dari secuil kertas, dan itu saya dapat dari Koran SOLOPOS.

#Soloensis #Solo

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
5 tahun lalu • 2" baca

Beberapa Point yang harus dilakukan di saat sedot wc

Anda harus memerhatikan beberapahal ketika akan menggunakan jasa sedot WC. Hal ini akan membuat Anda tidak mudah tergiur dengan penipuan. Setelah itu, ketika taha ppengerjaan, Anda juga harus memerhatikan tiap tahap pengerjaannya di bawah ini agar mendapat hasil yang maksimal. 1.      Janjian waktu proses pengerjaan Kalau Anda ingin pengerjaan proses sedot wc bisa berjalan lancar dirumah. […]

0 0
Hesty Salsabila
7 tahun lalu • 1" baca

Cerita Ku Hari Ini

Malam hari ini kita akan mendengar kisah kehidupan penjaga club di jakarta, dimana dirinya telah menjalani perkerjaan ini selama lebih dari 15 tahun. Dalam kurun waktu tersebut dirinya sudah mengetahui banyak sejarah diskotik terkenal di jakarta, namun semua saat ini sudah hanya tinggal kenangan seperti arti dibalik sebuah mimpi panjang. Saat ini dirinya telah pensiun […]

0 0
Dive Direktori
7 tahun lalu • 4" baca

Cara Meningkatkan Pencarian Website di Google

Hampir semua web master mengharapkan situsnya (website / blog) berada di halaman pertama ketika kata kunci (keyword) tertentu diketikkan di mesin pencari. Menurut sebuath riset, hanya 10% peluang pengguna mengklik halaman kedua. Sehingga berbagai macam cara, trik dan strategi dilakukan agar situsnya selalu tampil di halaman pertama. Divedigital.ID menawarkan jasa backlink authority untuk meningkatkan performa […]

0 0
ririndiahutami
11 tahun lalu • 3" baca

TANTANGAN UNTUK MENGHASILKAN KARYA?

Pengalamanku dengan Solopos berawal dari saya dipinang oleh seorang laki-laki yang usianya dua tahun lebih tua dari saya. Setiap hari suami selalu pergi ke kios koran untuk membeli beberapa koran termasuk koran Solopos. Dari situlah sedikit demi sedikit saya mulai membuka-buka koran tersebut. Awalnya hanya membuka kemudian membaca satu berita, dua berita, tiga berita, empat […]

0 0
fauzisukri
11 tahun lalu • 9" baca

Bersama Solopos

Mungkin akan terdengar aneh, kelak, atau barangkali cukup menakjubkan: menulis pengalaman berkoran cetak di suatu era yang cukup cepat bergerak ke media digital, dari paper society ke paperless society. Memang sudah cukup banyak yang meramalkan, mesti sungguh belum begitu yakin apalagi diyakini penuh, bahwa era media cetak sudah menjelang nasib senjakala. Abad 18, dan khususnya […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan