Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

MEMORI LINTAS WAKTU

Petra Lugas N
03 Nov 2015 · 2" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Solopos salah satu surat kabar harian Kota Solo. Masyarakat Soloraya tentu sudah tidak asing lagi dengan Solopos, hingga muncul tagline Ingat Solo Ingat Solopos, Solopos korannya wong Solo. Solopos kenangan sekaligus awal karya saya menapak ke publik. Saya menuliskan puisi berjudul Goresan Duka pada 30 Desember 2004 sebagai bentuk support sodara kita di Aceh yang terkena tsunami 2004, ini karya saya yang pertama kali dimuat media dalam rubrik sajak remaja edisi 9 Januari 2005. Saya kelas II SMP saat itu hanya sekedar menulis, tak berpikir untuk dipublikasi ke mana pun. Tak disangka diapresiasi dengan dimuatnya puisi saya oleh Solopos pada rubrik yang muncul hari minggu, saya bingung karena tak pernah mengirimkan. Ini yang menjadi kenangan, mamah yang berinisiatif mengetik tulisan tangan saya dengan mesin tik, maklum saat itu belum punya PC apalagi laptop. Setelah selesai diketik dimasukan amplop, lalu papah saya yang mengirimkan langsung ke kantor Solopos. Senin di minggu berikutnya sepulang sekolah diantar (Alm) Mbah Kung dengan motor 2 tak, untuk mengambil honor.
Saya mulai berani untuk menampilkan karya saya kembali yang dimuat pada edisi 11 Februari 2007, di sini akhirnya saya mulai tertarik dalam dunia menulis puisi. Pada saat mahasiswa saya makin gemar menulis tak hanya puisi, saya kembali diberi kesempatan tulisan saya dimuat mengisi rubrik Ah Tenane terkenal ikon Jon Koplo dengan judul Awas Pecah pada 20 Februari 2013. Itu menjadi pemicu agar lebih baik menulis, agar pantas dipampang dan mengisi rubrik di Solopos.
Di lain sisi saya salah satu anggota KTI Manahan yang turut serta menjadi bagian dalam pergelaran event Kota Solo, kebetulan 3 kali berturut kami menampilkan Ogoh-ogoh raksasa dengan bentuk berbeda. Saya sebagian kecil dari warga solo yang turut partisipasi dalam event Kota Solo dalam tiap kesempatan yang tak lepas dari potretan juru warta Solopos.
Dan saya masih menyimpan tiap karya yang dimuat dan keikut sertaan event yang diabadikan oleh Solopos. Terimakasih Solopos.
#Soloensis

Solo, 3 November 2015
-P.Lugas.N-

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
5 tahun lalu • 2" baca

Beberapa Point yang harus dilakukan di saat sedot wc

Anda harus memerhatikan beberapahal ketika akan menggunakan jasa sedot WC. Hal ini akan membuat Anda tidak mudah tergiur dengan penipuan. Setelah itu, ketika taha ppengerjaan, Anda juga harus memerhatikan tiap tahap pengerjaannya di bawah ini agar mendapat hasil yang maksimal. 1.      Janjian waktu proses pengerjaan Kalau Anda ingin pengerjaan proses sedot wc bisa berjalan lancar dirumah. […]

0 0
Hesty Salsabila
7 tahun lalu • 1" baca

Cerita Ku Hari Ini

Malam hari ini kita akan mendengar kisah kehidupan penjaga club di jakarta, dimana dirinya telah menjalani perkerjaan ini selama lebih dari 15 tahun. Dalam kurun waktu tersebut dirinya sudah mengetahui banyak sejarah diskotik terkenal di jakarta, namun semua saat ini sudah hanya tinggal kenangan seperti arti dibalik sebuah mimpi panjang. Saat ini dirinya telah pensiun […]

0 0
Dive Direktori
7 tahun lalu • 4" baca

Cara Meningkatkan Pencarian Website di Google

Hampir semua web master mengharapkan situsnya (website / blog) berada di halaman pertama ketika kata kunci (keyword) tertentu diketikkan di mesin pencari. Menurut sebuath riset, hanya 10% peluang pengguna mengklik halaman kedua. Sehingga berbagai macam cara, trik dan strategi dilakukan agar situsnya selalu tampil di halaman pertama. Divedigital.ID menawarkan jasa backlink authority untuk meningkatkan performa […]

0 0
ririndiahutami
11 tahun lalu • 3" baca

TANTANGAN UNTUK MENGHASILKAN KARYA?

Pengalamanku dengan Solopos berawal dari saya dipinang oleh seorang laki-laki yang usianya dua tahun lebih tua dari saya. Setiap hari suami selalu pergi ke kios koran untuk membeli beberapa koran termasuk koran Solopos. Dari situlah sedikit demi sedikit saya mulai membuka-buka koran tersebut. Awalnya hanya membuka kemudian membaca satu berita, dua berita, tiga berita, empat […]

0 0
fauzisukri
11 tahun lalu • 9" baca

Bersama Solopos

Mungkin akan terdengar aneh, kelak, atau barangkali cukup menakjubkan: menulis pengalaman berkoran cetak di suatu era yang cukup cepat bergerak ke media digital, dari paper society ke paperless society. Memang sudah cukup banyak yang meramalkan, mesti sungguh belum begitu yakin apalagi diyakini penuh, bahwa era media cetak sudah menjelang nasib senjakala. Abad 18, dan khususnya […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan