Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Gara-gara Solopos, Terkenal Sebagai Penulis

nurulbulan
08 Okt 2015 · 4" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Pembaca, perkenalkan, nama saya Nurul Qomariyah. Saya seorang pengajar di sebuah Madrasah Ibtidaiyyah /MI (setingkat SD) di sebuah desa bernama Ngreco di kecamatan Weru kabupaten Sukoharjo. Saya mulai mengenal Solopos saat teman saya memposting hasil karyanya yang dipublikasikan di koran tersebut di facebook. Sebenarnya untuk kelas penulis kenamaan  tidak terlalu keren juga karena hanya sekelas rubrik “Ah Tenane”, tapi untuk selevel saya yang tidak suka dan buta menulis, itu sudah sangat hebat sekali.

Oh ya, anda jangan berbaik sangka dulu, jangan karena saya seorang pengajar  terus anda berpikir saya bisa menulis, tidak. Pengajar itu sama seperti non pengajar, kebanyakan tidak suka dan tidak bisa menulis (jangan bilang-bilang ya!).  Kira-kira cara berfikirnya begini, apa betul yang kerja di warung nasi itu bisa masak?, tidak kan? karena ada yang tugasnya mencuci piring, melayani pembeli, dan lain-lain.

Intinya, saya tidak bisa menulis, titik. Apalagi jika mengingat saya sebenarnya pengajar dengan basik keilmuan Pendidikan Bahasa Arab yang meskipun sama-sama bahasa tapi sangat berbeda sekali. Nah, saat saya lihat postingan temen tadi itu akhirnya saya ngidam pengen menulis dan muncul di koran, meski itu tadi, hanya sekelas rubrik “Ah tenane” untuk penulis sangat pemula. Akhirnya, target pertama adalah menulis di “Ah tenane”.

Pembaca, tahu dong rasanya orang ngidam, segala cara mulai dari tanya sana-sini, searching google, melototin “Ah tenane” untuk mempelajari bahasa (umum)nya dan lain-lain. Terus akhirnya saya buat satu dua cerita kemudian saya baca ulang-ulang, saya edit lagi kalau merasakan ada kalimat yang aneh dan terus mutar-muter seperti itu. Setelah cape dan dirasa sempurna, saya emailkan ke temen yang tulisannya pernah diposting itu. Saya bilang saja ; “Tolong diedit ya, maaf kalau kalimatnya tidak bagus. Maklum, itu tulisan pertama, hehe..”.

Satu hari tidak dibales, dua hari juga belum dibales. Alhamdulillah, hari ke-tiga saat saya cek email, ada email baru di sela-sela email kantor. “Maaf lama, selamat sudah bisa menjadi Penulis..”, begitu kalimat subyek dari email itu. Langsung saya buka kemudian saya download lampiran tulisannya dan saya baca-baca. Wah, ternyata tulisannya sudah sedemikian rupa berubah. Kok bisa ya, cerita-cerita saya kok sepertinya dia malah lebih tahu ceritanya dibanding saya.

Nah, setelah ngobrol dengan teman saya tersebut via WhatsApp, saya dapat ilmu tuh tentang tulis menulis. Katanya nih, menulis itu bermula dari membaca. Setelah banyak membaca, pasti seseorang punya banyak bekal untuk menulis. Begitu jawaban filosofisnya tentang menulis.

Singkat cerita setelah tulisan saya emailkan ke redaksi solopos, setelah tiap hari dengan sabar melihat koran  harian solopos versi online, akhirnya tidak sampai seminggu tulisan saya muncul dan langsung deh saya posting di facebook. Haha, sombong banget, baru saja muncul di rubrik ‘Ah tenane’.

Langsung deh, teman seantoro dunia maya langsung gempar dan heboh seperti ada berita kabut asap di kalimantan. Secara, saya yang tidak pernah menulis kok bisa muncul. Tidak ketinggalan Kepala sekolah di tempat saya mengajar juga ikut memberikan ucapan selamat dan komentar positif yang membuat saya menjadi besar hati.

Lebih hebohnya lagi, saat ada rapat kepala MI di sekolah saya. Kepala sekolah dengan santainya mempromosikan bahwa ada salah satu pengajarnya yang bisa menulis dan tulisannya dipublikasi di Solopos. Heboh kan? Ya heboh sekali kalau menurut saya. Bagaimana tidak heboh, saya jadi perbincangan di rapat sekelas Kepala Sekolah dasar dan hebohnya lagi, mereka tidak tahu kalau tulisannya hanya sekedar rubrik ‘Ah tenane’ dan bukan sekelas kolom Artikel.

Pembaca, yang jelas saya terlanjur terkenal sebagai penulis yang menurut saya sangat tidak layak. Agar tidak membuat malu, saya terus mencoba menulis meki masih sebatas rubrik ‘Ah tenane’ yang alhamdulillah kalau tidak salah sudah dua/tiga kali tulisanku dipublikasi.

Untuk menguatkan dugaan mereka bahwa saya seorang penulis, akhirnya saya juga mencoba menulis di kolom Didaktika yang menerima tulisan seputar pendidikan, sekolah dan permasalahan belajar mengajar lainnya. Syukurlah, setelah tiga-empat kali mencoba mengirim, akhirnya tulisanku ada yang layak dan dipublikasikan di rubrik Didaktika yang bisa dikatakan rubrik artikel pendek. Sangat lumayan sekali, berbekal terlanjur terkenal menjadi penulis, akhirnya saya menjadi penulisan betulan, meski hanya selevel kolom Didaktika(menurut info, kolom ini telah ditiadakan).

Pembaca, begitu pengalaman menyenangkan dan hebatku dengan Solopos. Meski mungkin bagi pembaca itu tidak terlalu wah, bagi saya itu sangat wah sekali.

Salam Soloensis… Hidup Soloensis!!! Hidup Solopos!!!

Nurul Qomariyah

Pengajar MI Muh Sidowayah Ngreco Weru SKH

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
5 tahun lalu • 2" baca

Beberapa Point yang harus dilakukan di saat sedot wc

Anda harus memerhatikan beberapahal ketika akan menggunakan jasa sedot WC. Hal ini akan membuat Anda tidak mudah tergiur dengan penipuan. Setelah itu, ketika taha ppengerjaan, Anda juga harus memerhatikan tiap tahap pengerjaannya di bawah ini agar mendapat hasil yang maksimal. 1.      Janjian waktu proses pengerjaan Kalau Anda ingin pengerjaan proses sedot wc bisa berjalan lancar dirumah. […]

0 0
Hesty Salsabila
7 tahun lalu • 1" baca

Cerita Ku Hari Ini

Malam hari ini kita akan mendengar kisah kehidupan penjaga club di jakarta, dimana dirinya telah menjalani perkerjaan ini selama lebih dari 15 tahun. Dalam kurun waktu tersebut dirinya sudah mengetahui banyak sejarah diskotik terkenal di jakarta, namun semua saat ini sudah hanya tinggal kenangan seperti arti dibalik sebuah mimpi panjang. Saat ini dirinya telah pensiun […]

0 0
Dive Direktori
7 tahun lalu • 4" baca

Cara Meningkatkan Pencarian Website di Google

Hampir semua web master mengharapkan situsnya (website / blog) berada di halaman pertama ketika kata kunci (keyword) tertentu diketikkan di mesin pencari. Menurut sebuath riset, hanya 10% peluang pengguna mengklik halaman kedua. Sehingga berbagai macam cara, trik dan strategi dilakukan agar situsnya selalu tampil di halaman pertama. Divedigital.ID menawarkan jasa backlink authority untuk meningkatkan performa […]

0 0
ririndiahutami
11 tahun lalu • 3" baca

TANTANGAN UNTUK MENGHASILKAN KARYA?

Pengalamanku dengan Solopos berawal dari saya dipinang oleh seorang laki-laki yang usianya dua tahun lebih tua dari saya. Setiap hari suami selalu pergi ke kios koran untuk membeli beberapa koran termasuk koran Solopos. Dari situlah sedikit demi sedikit saya mulai membuka-buka koran tersebut. Awalnya hanya membuka kemudian membaca satu berita, dua berita, tiga berita, empat […]

0 0
fauzisukri
11 tahun lalu • 9" baca

Bersama Solopos

Mungkin akan terdengar aneh, kelak, atau barangkali cukup menakjubkan: menulis pengalaman berkoran cetak di suatu era yang cukup cepat bergerak ke media digital, dari paper society ke paperless society. Memang sudah cukup banyak yang meramalkan, mesti sungguh belum begitu yakin apalagi diyakini penuh, bahwa era media cetak sudah menjelang nasib senjakala. Abad 18, dan khususnya […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan