Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Analogi Oli Kreativitas

Sintha Harity
22 Okt 2015 · 2" baca
WhatsApp Facebook Twitter

tema: PENGALAMAN SERU BERSAMA SOLOPOS
Judul: “analogi oli kreatifitas”

Dulu jaman saya masih siswa SMA, guru saya memotivasi kami untuk belajar menulis. Bukan sekedar menulis alfabet, maksudnya adalah belajar menulis di media. Pertamanya saya mencoba menulis puisi, lantas di kirimkan ke griya solopos, masih menggunakan jasa pos jaman itu.
Jelang beberapa waktu, tiba tiba guru saya mengumumkan karya saya dimuat disolopos edisi hari minggu. Semua ucapkan selamat pada saya. Mulai saat itu saya bersemangat buat mengirimkan karya ke media cetak.
Yang lebih tidak disangka, ternyata setelah karya kita dicetak, ada honorarium yang diberikan. Akhirnya pulang sekolah,saya mampir ke griya solopos di jalan adi sucipto. Sekalinya saya kesana, sendirian saja, masih dengan baju putih abu.
Sedikit linglung dan mungkin terlihat kampungan,saya menuju resepsionis. Saya bertanya apa benar jika karya kita dimuat akan dapat honor? Mbak yang ramah itupun mengantar saya di ruang atas.
Bahkan sampai saat ini.masih ingat detail ruanganya. Seorang pegawai atau redaksi menyalami dan mempersilakan duduk. Tanpa lama,si Mbak tahu maksudku,langsung saja menjelaskan peroleha honornya. Pada tahun itu sekitar 60 ribu kalau tidak salah.
Untuk pelajar sma di kala itu ya lumayan. Meski demikian bukan rupiahnya.yang sekedar dinilai,tapi kebanggaan saat baca karya tulisan kita tercetak di surat kabar. Perasaan yang tidak terbeli dengan uang. Perasaan yang dianalogikan oli di sebuah mesin. Tanpa oli yang tak melumasi mesin,tentu mesin aka berjalan berat dan lama kelamaan berkarat, begitu pula hubungan antara daya kreasi dan pengakuan. Perasaan bangga itu sekaligus pertanda harapan serta menjadi power berkreasi lagi.
Terimakasih Solopos,karna pengalaman bersamamulah makin membuat saya kecanduan menulis. Dan percayalah,menulis itu baik!

” koran dua dunia”

Koran lusuh mulai tak terpakai.
Kumal dan tulisanya hampir luntur
Lihat saja,bekas minyak juga dimana mana
Gampang,
Remas dan buang deh ke sampah!
Itu ucap gadis yang menenteng tas berlogo terkenal.
Koran lusuh tak terpakai,
Kumal dan tulisanya hampir luntur
Bekas minyak membentuk pulau pulau berskala peta
Alhamdulillah,
Bentangkan dan pakai alas tidur,
membentengi bercumbunya si punggung krempeng dengan lantai es!
Itu ucap gadis yang menenteng gitar kecil senar cuma satu

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
5 tahun lalu • 2" baca

Beberapa Point yang harus dilakukan di saat sedot wc

Anda harus memerhatikan beberapahal ketika akan menggunakan jasa sedot WC. Hal ini akan membuat Anda tidak mudah tergiur dengan penipuan. Setelah itu, ketika taha ppengerjaan, Anda juga harus memerhatikan tiap tahap pengerjaannya di bawah ini agar mendapat hasil yang maksimal. 1.      Janjian waktu proses pengerjaan Kalau Anda ingin pengerjaan proses sedot wc bisa berjalan lancar dirumah. […]

0 0
Hesty Salsabila
7 tahun lalu • 1" baca

Cerita Ku Hari Ini

Malam hari ini kita akan mendengar kisah kehidupan penjaga club di jakarta, dimana dirinya telah menjalani perkerjaan ini selama lebih dari 15 tahun. Dalam kurun waktu tersebut dirinya sudah mengetahui banyak sejarah diskotik terkenal di jakarta, namun semua saat ini sudah hanya tinggal kenangan seperti arti dibalik sebuah mimpi panjang. Saat ini dirinya telah pensiun […]

0 0
Dive Direktori
7 tahun lalu • 4" baca

Cara Meningkatkan Pencarian Website di Google

Hampir semua web master mengharapkan situsnya (website / blog) berada di halaman pertama ketika kata kunci (keyword) tertentu diketikkan di mesin pencari. Menurut sebuath riset, hanya 10% peluang pengguna mengklik halaman kedua. Sehingga berbagai macam cara, trik dan strategi dilakukan agar situsnya selalu tampil di halaman pertama. Divedigital.ID menawarkan jasa backlink authority untuk meningkatkan performa […]

0 0
ririndiahutami
11 tahun lalu • 3" baca

TANTANGAN UNTUK MENGHASILKAN KARYA?

Pengalamanku dengan Solopos berawal dari saya dipinang oleh seorang laki-laki yang usianya dua tahun lebih tua dari saya. Setiap hari suami selalu pergi ke kios koran untuk membeli beberapa koran termasuk koran Solopos. Dari situlah sedikit demi sedikit saya mulai membuka-buka koran tersebut. Awalnya hanya membuka kemudian membaca satu berita, dua berita, tiga berita, empat […]

0 0
fauzisukri
11 tahun lalu • 9" baca

Bersama Solopos

Mungkin akan terdengar aneh, kelak, atau barangkali cukup menakjubkan: menulis pengalaman berkoran cetak di suatu era yang cukup cepat bergerak ke media digital, dari paper society ke paperless society. Memang sudah cukup banyak yang meramalkan, mesti sungguh belum begitu yakin apalagi diyakini penuh, bahwa era media cetak sudah menjelang nasib senjakala. Abad 18, dan khususnya […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan