Sepucuk Nasihat Untuk Wayangnya
Sepucuk Nasihat Untuk Wayangnya Rahman dengan berjinjit pelan membawa dua butir telur ayam kampung solo di genggaman tangan kanannya. Tangan kirinya meraba-raba selusur papan kandang. Celana bersulam mobil-mobilnya terkena bercak lumpur di mana-mana. Sementara, pipi montok menggemaskan itu sekarang seperti muka prajurit Indian, tercoreng dua saput kotoran. Entah oleh apa, bisa jadi oleh tahi ayam. […]