Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Pasar Bunder Mboten Sare

Pekik Jalu
23 Nov 2018 · 2" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Pasar Bunder Mboten Sare 

Pasar Bunder Sragen, adalah pasar hasil bumi terbesar di Kabupaten Sragen Jawa Tengah. Pasar yang dikelola oleh Dinas Perdagangan dan Perpajakan Daerah (DP2D) Kabupaten Sragen ini terletak cukup dekat dengan pusat Kota Sragen dan dekat dengan Pabrik Gula Mojo yang sampai sekarang masih beroperasi. Pasar ini dibagi menjadi dua bagian dan dipisahkan oleh rel kereta api karena pasar ini bersebelahan dengan stasiun kota Sragen. Sebelah utara masuk wilayah pasar kota sedangkan sebelah selatan rel masuk wilayah Pasar Bunder.

 

Aktivitas Pasar Bunder ini sendiri berlangsung selama 24 jam per hari walaupun hari pasarannya sebenarnya hanya Pon dan Legi, tetapi sebagai pusat perdagangan dikota Sragen menjadikan pasar bunder sragen selalu ramai. Komuditas utama yang diperjual-belikan antara lain kebutuhan pokok masyarakat seperti sayur mayur, hasil bumi, daging dan ikan segar, pakaian, kebutuhan rumah tangga, dan lain sebagainya. Sayur mayur sendiri selalu segar karena langsung didatangkan dari petani sayur di Karanganyar yang notabene daerah penghasil sayur.

 

Dengan sarana dan prasarana pasar yang semakin memadai seperti ditambahnya ruang menyusui, mushola yang bersih, tempat sampah yang disediakan diberbagai sudut pasar dan juga tempat parkir yang memadai membuat pengunjung semakin senang untuk pergi ke pasar. Pada akhir tahun 2008 Kementrian Kesehatan RI membuat percontohan Pasar Sehat di 10 pasar yang berasal dari 10 Kabupaten/Kota se Indonesia. Salah satu pasar tradisional yang ditunjuk untuk menjadi pilot project Pasar Sehat dari Kementrian Kesehatan RI adalah Pasar Bunder Sragen.

 

 

Pasar dan pacar. Tempat argument, tempat mencari yang cocok, tempat untuk mengucapkan selamat tinggal ketika argument tidak mencapai kata mufakat bagi kedua belah pihak. Kadang selamat tinggal itu hanya untuk mengetes apakah pihak lain bisa menurunkan egonya agar bisa keduanya merasa tidak dirugikan. Perbedaan pasar dan pacar adalah kita tidak bisa mencium kening si penjual ketika setelah mengutarakan maksud hati dan sipenjual berkata “iya”. (PJ)

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Latif Ghufron
6 tahun lalu • 2" baca

Wisatahati Soloraya Gratiskan Makanan di Warung Untuk Sahur

SOLO – Wisatahati Soloraya kembali mengadakan program berbagi makan sahur bersama. Berbeda dengan tahun lalu, kali ini berbagi makan sahur dilakukan di Warung Sahur yang terletak di jalan Sutowijoyo  Penumping, Laweyan. Kegiatan berlangsung selama 3 hari mulai hari Jumat-Minggu, 30 April – 2 Mei 2021. Warung mulai dibuka pukul 03.15 WIB dini hari.  Kegiatan ini […]

0 0
ishanifa nw
6 tahun lalu • 2" baca

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi COVID-19 Universitas Sebelas Maret di Desa Karangan

“Upaya Preventif Menghadapi Pandemi COVID-19 Melalui Program Penggiatan Kesadaran dan Pemahaman Kesehatan Mayarakat”   Untuk mewujudkan tri dharma perguruan tinggi yang diimplementasikan dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), maka dilaksanakan program kerja KKN Rekognisi COVID-19 UNS yang berlokasi di Desa Karangan RT 02 RW 12 Begajah, Sukoharjo, Kab. Sukoharjo dengan tema “Supporting Pemahaman Masyarakat Terhadap COVID-19″. KKN […]

0 0
Ardhan Kurniawan
6 tahun lalu • 2" baca

Pelaksanaan KKN Mahasiswa UNS di Dusun Geneng sebagai Bentuk Pengabdian di Masa Pandemi

WONOGIRI – Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta jurusan S1 Manajemen, Ardhan Kurniawan, melakukan kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) dengan tema COVID-19. Kegiatan KKN tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena dilakukan secara individu dalam bentuk rekognisi. Program rekognisi ini dimaksudkan agar mahasiswa dapat ikut berperan dalam penanggulangan pandemi terhadap masyarakat sekitar. Kemudian penilaian mata kuliah akan disetarakan […]

0 0
ira lianasari
7 tahun lalu • 2" baca

Manfaatkan Limbah,Tim PKM-M UNIVET Ubah Kulit Jagung menjadi Kerajinan Bunga kreatif

Tim PKM-M COSFLOW Univet Bantara Sukoharjo telah melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Gedong, Ngadirojo, Wonogiri pada 4 mei 2019. Kegiatan pelatihan yang dilakukan berupa pemanfaatan limbah kulit jagung menjadi kerajinan bunga yang bernilai jual.Kegiatan pelatihan yang dilakukan meliputi tahap pemilihan limbah kulit jagung , pewarnaan, penjemuran, penyetrikaan. Kemudian dilanjutkan pembimbingan langsung langkah-langkah pembuatan bunga […]

0 0
novianwely
8 tahun lalu • 2" baca

Dosen Univet Bantara Sukoharjo Laksanakan Program Kemitraan kepada Masyarakat di Desa Karang Tengah Wonogiri

Pasca pengumuman program hibah Program Kemitraan kepada Masyarakat (PkM) DRPM Kemenristekdikti pada bulan februari 2019, tim PkM Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo (Univet Bantara) yang berkolaborasi masyarakat desa Karangtengah Wonogiri melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang mengambil tema inovasi, pengembangan produk dan pemasaran daun janggelan. Tim PkM yang diketuai oleh Purwanto, SE. MM. (Dosen Prodi […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan