Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

CERITA TENTANG DESA KAMAL

Bambang Adi Saputro
01 Nov 2018 · 2" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Secara strategis Desa Kamal berada di Kecamatan Bulu Kabupaten Sukoharjo ,desa ini adalah desa yang terpencil dan jauh dari keramaian atau pusat kota. Desa ini terletak di pinggir selatan Kabupaten Sukoharjo yang banyak sekali ditemui hutan-hutan belantara dan sawah-sawah.

Mayoritas penduduk desa bekerja sebagai petani dan juga berternak. penduduk tidak pergi ke sawah setiap musim melainkan hanya musim hujan saja, karena memang sulit mendapatkan air. Selain ke sawah penduduk desa juga pergi ke hutan untuk berkebun dan juga mencari pakan ternak.. Umumnya penduduk desa menanam padi, jagung, kacang hijau, dll. Mereka juga berternak hewan seperti kambing, sapi, burung, ayam.

Hutan di Desa kamal ini menyajikan alam yang mempesona dan menarik juga untuk dijadikan tempat berkemah dan menikmati sunrise. Kalau musim hujan tiba air terjun di desa kamal juga nampak mempesona walaupun tidak tinggi tapi menjadi tempat yang menarik untuk berfoto. Tapi sampai sekarang belum ada pihak yang mengelola untuk dijadikan objek wisata, padahal desa kamal banyak menyajikan keindahan alam.
Dahulu Desa ini sangat tertinggal maklum karena jauh dari kota tapi sekarang desa ini mulai mengalami perkembangan, banyak penduduknya yang merantau, berbisnis, berdagang dan kemudian sukses, sehingga menjadikan desa ini mengalami perkembangan. Bantuan dari pemerintah juga dimanfaatkan dengan sangat baik untuk membangun sarana dan prasarana. Bahkan sekarang sudah terpasang wi-fi sehingga penduduknya mudah untuk mengakses hiburan maupun informasi.

Menurut bapak Cipto, “Asal mula nama Desa Kamal terbentuk karena zaman dahulu penduduknya mayoritas adalah seorang peramal, peramal itu meramalkan tentang masa depan orang, tentang kemajuan desanya sendiri, tentang cara pembangunan rumah, dst. Karena banyaknya peramal yang suka meramal lambat laun terjadilah nama desa dengan sebutan “KAMAL” yang berasal dari kata RAMAL”.

Para peramal tersebut hidup pada masa yang dulu yang belum diketahui ada pada tahun berapa, tapi sekarang ini sudah tidak ada yang bisa meramal. Karena pengaruh perkembangan zaman orang-orang sudah tidak ada yang percaya hal-hal seperti itu.

Para penduduknya hidup rukun berdampingan satu sama lain, kepedulian sosial di desa ini masih sangat tinggi, mereka selalu bergotong royong saat penduduk lain ada yang membutuhkan. Kegiatan-kegiatan di desa seperti arisan dan kerja bakti rutin dilakukan untuk kemajuan desa dan juga untuk silaturahmi antar penduduk desanya.

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Latif Ghufron
6 tahun lalu • 2" baca

Wisatahati Soloraya Gratiskan Makanan di Warung Untuk Sahur

SOLO – Wisatahati Soloraya kembali mengadakan program berbagi makan sahur bersama. Berbeda dengan tahun lalu, kali ini berbagi makan sahur dilakukan di Warung Sahur yang terletak di jalan Sutowijoyo  Penumping, Laweyan. Kegiatan berlangsung selama 3 hari mulai hari Jumat-Minggu, 30 April – 2 Mei 2021. Warung mulai dibuka pukul 03.15 WIB dini hari.  Kegiatan ini […]

0 0
ishanifa nw
6 tahun lalu • 2" baca

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi COVID-19 Universitas Sebelas Maret di Desa Karangan

“Upaya Preventif Menghadapi Pandemi COVID-19 Melalui Program Penggiatan Kesadaran dan Pemahaman Kesehatan Mayarakat”   Untuk mewujudkan tri dharma perguruan tinggi yang diimplementasikan dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), maka dilaksanakan program kerja KKN Rekognisi COVID-19 UNS yang berlokasi di Desa Karangan RT 02 RW 12 Begajah, Sukoharjo, Kab. Sukoharjo dengan tema “Supporting Pemahaman Masyarakat Terhadap COVID-19″. KKN […]

0 0
Ardhan Kurniawan
6 tahun lalu • 2" baca

Pelaksanaan KKN Mahasiswa UNS di Dusun Geneng sebagai Bentuk Pengabdian di Masa Pandemi

WONOGIRI – Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta jurusan S1 Manajemen, Ardhan Kurniawan, melakukan kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) dengan tema COVID-19. Kegiatan KKN tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena dilakukan secara individu dalam bentuk rekognisi. Program rekognisi ini dimaksudkan agar mahasiswa dapat ikut berperan dalam penanggulangan pandemi terhadap masyarakat sekitar. Kemudian penilaian mata kuliah akan disetarakan […]

0 0
ira lianasari
7 tahun lalu • 2" baca

Manfaatkan Limbah,Tim PKM-M UNIVET Ubah Kulit Jagung menjadi Kerajinan Bunga kreatif

Tim PKM-M COSFLOW Univet Bantara Sukoharjo telah melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Gedong, Ngadirojo, Wonogiri pada 4 mei 2019. Kegiatan pelatihan yang dilakukan berupa pemanfaatan limbah kulit jagung menjadi kerajinan bunga yang bernilai jual.Kegiatan pelatihan yang dilakukan meliputi tahap pemilihan limbah kulit jagung , pewarnaan, penjemuran, penyetrikaan. Kemudian dilanjutkan pembimbingan langsung langkah-langkah pembuatan bunga […]

0 0
novianwely
8 tahun lalu • 2" baca

Dosen Univet Bantara Sukoharjo Laksanakan Program Kemitraan kepada Masyarakat di Desa Karang Tengah Wonogiri

Pasca pengumuman program hibah Program Kemitraan kepada Masyarakat (PkM) DRPM Kemenristekdikti pada bulan februari 2019, tim PkM Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo (Univet Bantara) yang berkolaborasi masyarakat desa Karangtengah Wonogiri melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang mengambil tema inovasi, pengembangan produk dan pemasaran daun janggelan. Tim PkM yang diketuai oleh Purwanto, SE. MM. (Dosen Prodi […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan