Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Susahnya Mengubah Stereotype Orang tua

01 Apr 2023 · 2" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Mereka akrab memanggilku Bonny. Saya menyukai hal di bidang seni, seperti menggambar, musik, menari, dan make up

 

Saat SMP Kelas III, pada waktu ujian akhir semester (UAS) bukannya belajar mata pelajaran, saya malah menggambar. Orang tua saya marah, terutama Ayah saya. Beliau tidak menyukai hal semacam tersebut. Bagi Ayah menggambar hanya buang-buang waktu.

 

Setelah itu, saya masuk sekolah menengah. Awalnya saya ingin ke SMK jurusan seni tari, tetapi Ayah tidak membolehkan. Karena Ayah berfikir ambil jurusan tari nanti mau jadi apa? Mau kerja apa ? Jadi saya putuskan untuk mengambil jurusan multimedia.

 

Singkat cerita, saya ada tawaran dari pihak sekolah untuk mengikuti Solo Batik Carnival. Saya ambil tawaran itu lha wong saya suka, jadi gas aja. Setiap hari Minggu pagi saya berangkat workshop. Materi nya bermacam-macam ada workshop catwalk, workshop membuat fashion artwear dan make up. Waktu materi fashion, peserta diharuskan untuk membuat artwear, yang mana kegiatan tersebut makin menyulut kemarahan Ayah.

 

Lagi-lagi hobi saya tidak mendapatkan dukungan oleh ayah, semua barang-barang saya dan kostum karnaval yang saya buat nyaris dibuang. Tetapi hal tersebut tak membuat saya patah semangat. Hingga akhirnya grand carnival pun tiba, Ayah saya kaget karena banyak media yang meliput. 

 

Banyak kamera kesana kemari memotret peserta. Sehari setelah acara tersebut foto saya muncul di koran, dan ayah saya terlihat bangga dengan memamerkan foto saya ke tetangga walaupun agak gengsi mengakuinya.

 

Ayah saya mulai mentoleransi hal-hal yang saya suka walaupun masih ada sedikit batasan. Di sini saya berusaha untuk membuktikan bahwa seni yang saya tekuni membuahkan hasil dengan cara mengikuti kompetisi peserta WACI (Wonderfull Artchipelago Carnival Indonesia), mengikuti komunitas hingga ada tawaran pekerjaan ke luar kota, dan pesanan-pesanan kostum karnival, maupun job make up. Dari sinilah saya menghasilkan uang hingga ayah saya percaya bahwa hobi saya dapat membuahkan hasil.

 

Satu lagi, soal pendidikan ?

Pada saat pendaftaran perguruan tinggi, saya mengambil prodi Desain Komunikasi Visual di pilihan pertama, dan prodi Seni Rupa Murni di jurusan kedua. Ayah saya kembali memarahi saya. 

 

Seperti yang saya ceritakan di awal, stereotype tentang seni nanti kerja jadi apa ? Sekolah cuma gambar aja. Setelah menyelesaikan studi  saya membuktikannya dengan adanya orderan gambar-gambar digital, dan bekerja di konten media di suatu tempat.

 

Jadi, intinya mengubah stereotype orang tua mengenai seni perlu pembuktian yang ekstra dan penuh kesabaran huuuuffff. Aku sayang ayah walaupun kita sering beda pendapat. Ddan hingga kini kita masih seiring sejalan.

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Memahami Kedalaman Makna Melalui Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual

Dunia linguistik dan studi sastra, analisis wacana tekstual dan kontekstual memainkan peran penting dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah teks. Kedua pendekatan ini bekerja sama untuk menggali makna yang tersembunyi di balik kata-kata dan situasi yang dihadapi penulis. Melalui penerapan teknik-teknik analisis ini, kita dapat menemukan lapisan-lapisan makna yang dalam dan kompleks dari sebuah […]

0 0
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Kritikalitas Wacana Abad ke-21: Mengurai Kuasa dan Identitas

Analisis wacana kritis, sebuah alat penting dalam kerangka pemikiran kritis, telah menjadi kunci dalam memahami dinamika kuasa dan identitas dalam era globalisasi abad ke-21. Dalam konteks ini, kajian semacam ini menjadi semakin relevan karena pergeseran struktur sosial, politik, dan budaya yang meluas.             Analisis wacana kritis memberdayakan kita untuk melihat di balik kata-kata dan teks-teks […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Analisis Tekstual dan Kontekstual

Analisis wacana tekstual dan kontekstual adalah pendekatan dalam mempelajari teks yang melibatkan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam teks itu sendiri (wacana tekstual) dan pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan historis di mana teks tersebut dihasilkan (konteksual). Dalam analisis wacana tekstual, fokusnya adalah pada struktur, gaya, dan penggunaan bahasa dalam teks. Ini melibatkan memeriksa elemen-elemen […]

0 0
Wiwid Anggriawan
3 tahun lalu • 5" baca

Dua Hal yang Bermakna

  DUA HAL YANG BERMAKNA Aku adalah aku, aku bukan dia dan dia bukan aku. Hehehhe… perkenalkan namaku adalah Wiwid Anggriawan. Aku lahir di salah satu kota di sebuah daerah istimewa di pantai selatan yang bernama Bantul sekitar 36 tahun yang lalu. Aku sedikit ingin bercerita tentang diriku yang mungkin sedikit “unik” dari dua hal […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Harmoni Keragaman: Kisah Persahabatan yang Saling Melengkapi

     Di sebuah kelas SD yang penuh tawa, terdapat kisah mengharukan tentang persahabatan yang tak tergoyahkan antara dua siswi, Aisyah dan Kirana. Perbedaan yang mencolok terletak pada kemampuan masing-masing. Aisyah mahir dalam bahasa Inggris, sedangkan Kirana memiliki kemampuan istimewa dalam menggambar dan kreativitas.      Dalam menjalani tugas-tugas sekolah, Aisyah dan Kirana menjadi teman […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan