Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Sarangan Bagaikan Ranu Kumbolo Di Gunung Lawu

madian syukur
01 Nov 2018 · 2" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Siapa sih yang nggak tau Gunung Lawu?, Gunung dengan ketinggian (3.265 Mdpl) yang terletak di Pulau Jawa, Indonesia, tepatnya di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Gunung Lawu terletak di antara tiga kabupaten yaitu Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kabupaten Ngawi, dan Kabupaten Magetan, Jawa Timur. ada yang unik dari Di Gunung Lawu sendiri, ada jalan yang menghubungkan Kabupaten Magetan dan Kabupaten Karanganyar biasa orang sekitar menyebutntya jalan tembus. Dengan berkendara menggunakan mobil atau motor pengendara akan disuguhkan pemandangan yang sangat indah dan hawa sejuk yang sangat adem, serta akan merasakan ketinggian serasa mendaki Lawu melewati jalan menanjak berliku sampai di ketinggian 1800Mdpl tinggi sekali bukan.

Masih ada keunikan lagi dari bagian timur Lereng Gunung Lawu, terdapat sebuah danau biasa orang menyebutnya Telaga Sarangan, juga dikenal sebagai Telaga Pasir. Telaga alami yang berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut dan terletak di Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Telaga ini berjarak sekitar 16 kilometer arah barat kota Magetan. Telaga yang luasnya sekitar 30 hektar dan berkedalaman 28 meter. Dengan suhu udara antara 15 hingga 20 derajat Celsius, Telaga Sarangan mampu menarik ratusan ribu pengunjung setiap tahunnya apalagi pada saat acara HUT Kabupaten Magetan pasti banyak orang yang ingin main ke sarangan. Sebagai salah satu alternatif tempat berlibur yang memang cocok dinikmati diakhir pekan dengan keluarga atau orang terdekat, Sarangan menyediakan pemandangan yang sangat indah, yang keindahanya tidakkalah dengan sebuah danau gunung di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Letaknya di Pegunungan Tengger, di kaki Gunung Semeru, yaitu Ranu Kumbolo.

Dalam pembentukan atau asal-usul Telaga Sarangan cukup unik juga secara singkat saja seperti berikut, pada zaman dahulu hiduplah sepasang suami istri yang hidup di desa kaki Gunung Lawu yaitu bernama Kyai Jalilung (Suami) dan Nyai Jalilung (Istri) mereka memakan sebuat telur yang tidakdiketahui itu telur daribinatang apa, sepasang suami istri itu memasak dan kemudian memakanya dan tidak lama kemudian mereka merasa panas dan langsung mencari air untuk berendam yaitu di dekat pancuran, dan anehnya mereka berdua berubah menjadi Naga yang sangat besar dan menggeliat di area pancuran air tersebut sehingga tersebuntuknya telaga pasir yang sekarang berubah nama menjadi ”Telaga Sarangan”.

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Memahami Kedalaman Makna Melalui Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual

Dunia linguistik dan studi sastra, analisis wacana tekstual dan kontekstual memainkan peran penting dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah teks. Kedua pendekatan ini bekerja sama untuk menggali makna yang tersembunyi di balik kata-kata dan situasi yang dihadapi penulis. Melalui penerapan teknik-teknik analisis ini, kita dapat menemukan lapisan-lapisan makna yang dalam dan kompleks dari sebuah […]

0 0
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Kritikalitas Wacana Abad ke-21: Mengurai Kuasa dan Identitas

Analisis wacana kritis, sebuah alat penting dalam kerangka pemikiran kritis, telah menjadi kunci dalam memahami dinamika kuasa dan identitas dalam era globalisasi abad ke-21. Dalam konteks ini, kajian semacam ini menjadi semakin relevan karena pergeseran struktur sosial, politik, dan budaya yang meluas.             Analisis wacana kritis memberdayakan kita untuk melihat di balik kata-kata dan teks-teks […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Analisis Tekstual dan Kontekstual

Analisis wacana tekstual dan kontekstual adalah pendekatan dalam mempelajari teks yang melibatkan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam teks itu sendiri (wacana tekstual) dan pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan historis di mana teks tersebut dihasilkan (konteksual). Dalam analisis wacana tekstual, fokusnya adalah pada struktur, gaya, dan penggunaan bahasa dalam teks. Ini melibatkan memeriksa elemen-elemen […]

0 0
Wiwid Anggriawan
3 tahun lalu • 5" baca

Dua Hal yang Bermakna

  DUA HAL YANG BERMAKNA Aku adalah aku, aku bukan dia dan dia bukan aku. Hehehhe… perkenalkan namaku adalah Wiwid Anggriawan. Aku lahir di salah satu kota di sebuah daerah istimewa di pantai selatan yang bernama Bantul sekitar 36 tahun yang lalu. Aku sedikit ingin bercerita tentang diriku yang mungkin sedikit “unik” dari dua hal […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Harmoni Keragaman: Kisah Persahabatan yang Saling Melengkapi

     Di sebuah kelas SD yang penuh tawa, terdapat kisah mengharukan tentang persahabatan yang tak tergoyahkan antara dua siswi, Aisyah dan Kirana. Perbedaan yang mencolok terletak pada kemampuan masing-masing. Aisyah mahir dalam bahasa Inggris, sedangkan Kirana memiliki kemampuan istimewa dalam menggambar dan kreativitas.      Dalam menjalani tugas-tugas sekolah, Aisyah dan Kirana menjadi teman […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan