Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Perempuan dan Toleransi

07 Apr 2023 · 3" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Beberapa waktu yang lalu, saya diberikan kesempatan untuk menghadiri acara buka bersama dengan para aktivis perempuan di lingkup provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara tersebut dilaksanakan di Postulat Novisiat Suster Carolus Borromeus di daerah Gejayan Yogyakarta. Sebenarnya, jika ditarik ke belakang, acara tersebut merupakan puncak dari serangkaian acara yang digelar oleh Perkumpulan Srikandi Lintas Iman, dengan acara sebelumnya berupa diskusi mengenai peran perempuan dalam keberagaman.  
Salah satu alasan mengapa saya cukup betah tinggal di Yogyakarta, dan sering bolak-balik dari Jogja ke rumah saya di Solo adalah, betapa kota itu mengajarkan saya tentang banyak hal, terutama tentang keberagaman. Baik soal agama, budaya, pemikiran, organisasi masyarakat, identitas gender bahkan orientasi seksual, yang dikemas dengan diskusi yang menyenangkan. Kita bisa duduk bareng, tertawa, minum kopi yang sama, sambil membicarakan latar belakang kita yang berbeda, tanpa ada salah satu pihak yang merasa diintervensi. Hal yang sulit saya temukan di rumah karena masyarakatnya yang cukup seragam. 
Dalam perjalanan saya untuk belajar, saya menemukan organisasi Srikandi Lintas Iman ini dengan visinya yang cukup konseptual, dan memang sedang dibutuhkan oleh negeri kita yang sedang tidak baik-baik saja. Kita tahu, bahwa di setiap peristiwa -atau bisa saya katakan sebagai musibah- di negeri ini, perempuan kerap kali menjadi pihak yang paling dirugikan. Contohnya pada saat terjadi bencana alam, perempuan yang tidak pernah menyentuh pendidikan, dikarenakan keluarganya lebih mementingkan laki-laki untuk mengenyam pendidikan, berpotensi menjadi clueless tentang bagaimana beradaptasi dengan perubahan yang terjadi, termasuk saat terjadi bencana alam. Ditambah dengan penanganan bencana alam yang sering kali kurang memperhatikan kebutuhan perempuan, menjadikan posisi perempuan semakin sulit. 
Sudahlah ditindas oleh patriarki dan kapitalisme, jangan ada lagi yang memecah belah perempuan, apalagi yang dikemas dalam narasi-narasi tafsir agama yang ekstrim, begitulah kira-kira. Acara buka bersama ini membuka pikiran saya betapa berpengaruhnya peran perempuan dalam menjaga toleransi keberagaman. Jangan dikira aktivis perempuan yang hadir pada acara ini hanya berasal dari kalangan mahasiswa, acara ini pun juga dihadiri oleh ibu-ibu, pemuka agama, womenpreneur, dengan latar belakang agaman yang berbeda-beda, bahkan juga single mom yang membawa dua anaknya sekaligus untuk hadir. Saya hampir menitikkan air mata, ketika melihat single mom, yang bahkan masih struggle untuk menghidupi anaknya, masih mau datang dan memperjuangkan nilai-nilai toleransi keberagaman. Melalui hal ini saya melihat bagaimana psikologis perempuan bekerja. Peran perempuan, terutama sebagai seorang ibu, memberikan ruang untuk menghayati pengalaman-pengalaman psikologisnya. Peran sebagai seorang ibu menjadikan perempuan terbiasa untuk tidak mementingkan diri sendiri, sabar dan rela berkorban. Perempuan juga mempunyai ciri khas berupa sifat open berupa sifat memelihara, yang mana sifat ini mendorong seorang perempua untuk tidak rnementingkan diri sendiri dan senantiasa bersedia mengorbankan segala sesuatunya untuk kelestarian lingkungannya, dalam hal ini adalah anaknya. 
Dengan adanya potensi-potensi sifat keibuan ini, tentunya kita berharap supaya kelak, sifat-sifat feminin yang mendominasi perempuan, bisa diterapkan dalam jangkauan yang lebih luas, yakni masyarakat. Dan kita berharap, semoga narasi-narasi pengarustamaan gender yang digaungkan oleh pemerintah, tidak hanya dijadikan sebagai ajang mencari suara perempuan, tapi juga benar-benar membebaskan ketertindasan perempuan oleh patriarki dan kapitalisme, yang sering kali dikemas degan wacana-wacana tafsir agama yang ekstrim. 

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Memahami Kedalaman Makna Melalui Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual

Dunia linguistik dan studi sastra, analisis wacana tekstual dan kontekstual memainkan peran penting dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah teks. Kedua pendekatan ini bekerja sama untuk menggali makna yang tersembunyi di balik kata-kata dan situasi yang dihadapi penulis. Melalui penerapan teknik-teknik analisis ini, kita dapat menemukan lapisan-lapisan makna yang dalam dan kompleks dari sebuah […]

0 0
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Kritikalitas Wacana Abad ke-21: Mengurai Kuasa dan Identitas

Analisis wacana kritis, sebuah alat penting dalam kerangka pemikiran kritis, telah menjadi kunci dalam memahami dinamika kuasa dan identitas dalam era globalisasi abad ke-21. Dalam konteks ini, kajian semacam ini menjadi semakin relevan karena pergeseran struktur sosial, politik, dan budaya yang meluas.             Analisis wacana kritis memberdayakan kita untuk melihat di balik kata-kata dan teks-teks […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Analisis Tekstual dan Kontekstual

Analisis wacana tekstual dan kontekstual adalah pendekatan dalam mempelajari teks yang melibatkan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam teks itu sendiri (wacana tekstual) dan pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan historis di mana teks tersebut dihasilkan (konteksual). Dalam analisis wacana tekstual, fokusnya adalah pada struktur, gaya, dan penggunaan bahasa dalam teks. Ini melibatkan memeriksa elemen-elemen […]

0 0
Wiwid Anggriawan
3 tahun lalu • 5" baca

Dua Hal yang Bermakna

  DUA HAL YANG BERMAKNA Aku adalah aku, aku bukan dia dan dia bukan aku. Hehehhe… perkenalkan namaku adalah Wiwid Anggriawan. Aku lahir di salah satu kota di sebuah daerah istimewa di pantai selatan yang bernama Bantul sekitar 36 tahun yang lalu. Aku sedikit ingin bercerita tentang diriku yang mungkin sedikit “unik” dari dua hal […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Harmoni Keragaman: Kisah Persahabatan yang Saling Melengkapi

     Di sebuah kelas SD yang penuh tawa, terdapat kisah mengharukan tentang persahabatan yang tak tergoyahkan antara dua siswi, Aisyah dan Kirana. Perbedaan yang mencolok terletak pada kemampuan masing-masing. Aisyah mahir dalam bahasa Inggris, sedangkan Kirana memiliki kemampuan istimewa dalam menggambar dan kreativitas.      Dalam menjalani tugas-tugas sekolah, Aisyah dan Kirana menjadi teman […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan