SIGI– Ditemukannya Pilar Batas Utama (PBU) 10 yang berada di pegunungan sekitar Dongi-dongi menjadi bukti penting bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi dalam melengkapi dokumen yang bakal diajukan kembali ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng maupun Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Demikian disampaikan Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat pada Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Sigi, Udin Djamadin, Senin (10/4). Menurutnya, ada tiga unsur yang akan dipertimbangkan oleh Pemprov Sulteng maupun Kemendagri, yaitu unsur administrasi, teknis dan politis. Dimana bukti baru PBU 10 ini menjadi salah satu dokumen sentral yang dapat dijadikan acuan menyangkut persoalan tapal batas antara Sigi dengan Poso.
“Posisi PBU 10 berada di puncak gunung, bagian atas Telaga Tambing. Artinya jika ditarik garis lurus, Telaga Tambing pun bisa saja masuk wilayah Sigi, apalagi Dongi-dongi. Olehnya kami sesegera mungkin kembali menyurat kepada Pemprov Sulteng, DPRD Provinsi Sulteng dan Kemendagri,” jelas Udin.
Ia mengatakan Pemkab Sigi prihatin terhadap nasib masyarakat Dongi-dongi yang statusnya sudah jelas penduduk Sigi, namun diklaim wilayah Poso. Sehingga ia mengaku sebisa mungkin Pemkab bersama DPRD Kabupaten Sigi maupun unsur terkait berupaya mempertahankan masyarakat Dongi-dongi sebagai penduduk Sigi. Apalagi diperkuat dengan adanya bukti baru tersebut.
“Kita tidak serta merta melepas masyarakat Dongi-dongi begitu saja ke Poso jika belum ada keputusan serta payung hukum yang pasti dan tegas dari pemerintah pusat. Di tambah lagi jika kita lihat sejarah penduduk Dongi-dongi asli Sigi yang dulunya Donggala. Dulu KTP mereka Donggala dan kita alihkan ke Sigi setelah pemekaran. Sejarah suku dan rumpun pun mereka adalah Sigi, bukan Poso. Tapi dengan adanya bukti baru ini ditambah berbagai dokumen yang valid, kami optimis pertimbangan Kemendagri terhadap batas wilayah bahwa Dongi-dongi bahkan Telaga Tambing akan mengarah masuk wilayah Sigi,” tambahnya. (lin)
Artikel Terkait
Lihat SemuaMemahami Kedalaman Makna Melalui Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual
Dunia linguistik dan studi sastra, analisis wacana tekstual dan kontekstual memainkan peran penting dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah teks. Kedua pendekatan ini bekerja sama untuk menggali makna yang tersembunyi di balik kata-kata dan situasi yang dihadapi penulis. Melalui penerapan teknik-teknik analisis ini, kita dapat menemukan lapisan-lapisan makna yang dalam dan kompleks dari sebuah […]
Kritikalitas Wacana Abad ke-21: Mengurai Kuasa dan Identitas
Analisis wacana kritis, sebuah alat penting dalam kerangka pemikiran kritis, telah menjadi kunci dalam memahami dinamika kuasa dan identitas dalam era globalisasi abad ke-21. Dalam konteks ini, kajian semacam ini menjadi semakin relevan karena pergeseran struktur sosial, politik, dan budaya yang meluas. Analisis wacana kritis memberdayakan kita untuk melihat di balik kata-kata dan teks-teks […]
Analisis Tekstual dan Kontekstual
Analisis wacana tekstual dan kontekstual adalah pendekatan dalam mempelajari teks yang melibatkan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam teks itu sendiri (wacana tekstual) dan pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan historis di mana teks tersebut dihasilkan (konteksual). Dalam analisis wacana tekstual, fokusnya adalah pada struktur, gaya, dan penggunaan bahasa dalam teks. Ini melibatkan memeriksa elemen-elemen […]
Dua Hal yang Bermakna
DUA HAL YANG BERMAKNA Aku adalah aku, aku bukan dia dan dia bukan aku. Hehehhe… perkenalkan namaku adalah Wiwid Anggriawan. Aku lahir di salah satu kota di sebuah daerah istimewa di pantai selatan yang bernama Bantul sekitar 36 tahun yang lalu. Aku sedikit ingin bercerita tentang diriku yang mungkin sedikit “unik” dari dua hal […]
Harmoni Keragaman: Kisah Persahabatan yang Saling Melengkapi
Di sebuah kelas SD yang penuh tawa, terdapat kisah mengharukan tentang persahabatan yang tak tergoyahkan antara dua siswi, Aisyah dan Kirana. Perbedaan yang mencolok terletak pada kemampuan masing-masing. Aisyah mahir dalam bahasa Inggris, sedangkan Kirana memiliki kemampuan istimewa dalam menggambar dan kreativitas. Dalam menjalani tugas-tugas sekolah, Aisyah dan Kirana menjadi teman […]
Komentar ()
Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.
Masuk ke AkunBelum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!