Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Muslim ikut Membangun gereja di solo

02 Apr 2023 · 3" baca
WhatsApp Facebook Twitter

 

Joko prasetyo adalah anak dari bapak parto dia seorang pekerja tukang bangunan d daerah Karanganyar. Saat ini usianya 32 tahun. Dia seorang anak yang sangat energik dan bersemangat dalam bekerja dan taat beribadah. Cita-cita nya adalah menjadi pendakwah

Menurutnya, pendakwah itu adalah kewajiban bagi umat islam dan dia berusaha selalu belajar memperdalam ilmu agamanya sehingga dia mampu menjadi pendakwah yang baik dan bisa membari maanfaat kepada sesama

Namun dia pernah mendapatkan masalah dalam pekerjaan nya, ketika itu dia mendapatkan pekerjaan membangun gereja di daerah notosuman, Solo. sebagai bentuk profesionalitas pekerjaan nya dia tetap bekerja dengan semaksimal mungkin agar supaya hasilnya memuaskan kliennya, namun dilain sisi ada teman dan tetangganya yang memberikan komentar negatif kepadanya karena seorang muslim membangun tempat ibadah non muslim. Karena itulah joko mencari pengetahuan mengenai apa yang dia alami kepada orang yang memiliki pengetahuan tentang hal tersebut. Dan joko pun bertanya kepada takmir masjid pak sunarto, setelah mendengar curhatan dari joko, pak takmir pun mengumpulkan para pemuda masjid di desanya terdebut guna untuk memecahkan masalah tersebut, 

Rapat antara takmir dan pemuda masjid pun segera d lakukan dan mendapatkan hasil berupa membuat acara pengajian di desanya. Dengan mendatangkan dua narasumber ahli yang memang sudah tidak diragukan lagi ilmunya. Dalam kajian tersebut dijelaskan bahwa hal yang di alami joko termasuk dalam kategori bermuamalah dengan non muslim, dan itu di perbolehkan karena Rosulullah Muhammad SAW pernah bermuamalah dengan non muslim.

Di dalam hidupnya, Rasulullah SAW banyak sekali berhubungan secara sosial (bermuamalah) dengan non muslim, baik dengan orang kafir, musyrik, Yahudi, Nasrani, Majusi, dan lainnya dalam berbisnis, hidup bertetangga atau usaha-usaha tertentu. Hubungan tersebut lebih karena ada keterkaitan sosial sebagai makhluk sosial. Dalam konteks ini, muamalah Rasulullah SAW yang tidak berhubungan dengan urusan agama (ritual).

Salah satu contoh adalah ketika Nabi SAW masih berjuang pada awal dakwah di Mekkah, orang-orang kafir Quraisy yang memusuhinya justru banyak yang menitipkan harta mereka di tangan Rasulullah SAW karena dianggap orang yang jujur dan amanah (al-Amin) sejak kecil. Posisinya sebagai orang yang dikenal sangat jujur, gelar sejak kecil tidak pernah dicabut meski Rasulullah saw. diangkat menjadi utusan Allah SWT. dan mendapat tantangan dan dimusuhi oleh masyarakatnya sendiri. Ketika Rasulullah SAW hijrah ke Madinah, di tangan beliau masih banyak harta titipan milik orang-orang kafir yang harus dikembalikan terlebih dahulu. Suatu sikap yang mungkin sulit terjadi bagi orang biasa, dimusuhi oleh mereka yang titip harta, tetapi Rasulullah SAW tetap memegang amanah.

Setelah mendapat wawasan dari pengajian tersebut teman dan juga tetangganya joko pun mengerti akan kondisi yang di alami joko dan bisa memahaminya bahwa itu di perbolehkan namun ada batasan-batasannya, yang terpenting akidahnya tetap terjaga dan dalam proses pembangunan hanya sebatas bekerja, antara atasan dan bawahan. Joko pun akhirnya paham dan tetap bekerja menyelesaikan pekerjaan membangun gereja, karena tidak ada yang perlu d khawatirkan akan hal tersebut, karena distu joko hanya bekerja untuk memenuhi kebutuhannya mencari nafkah dan sadar akan toleransi beragama, joko pun juga merasa lebih lega dan tidak merasa terbebani lagi dalam pekerjaannya

Karena kejadian ini joko malah menjadi lebih bersemangat dalam mencari ilmu agama, dalam benak hatinya mengakatan kalau segala sesuatu masalah yang ada d dunia ini sudah ada cara menyelesaikan dengan menambah ilmu wawasannya

 

 

 

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Memahami Kedalaman Makna Melalui Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual

Dunia linguistik dan studi sastra, analisis wacana tekstual dan kontekstual memainkan peran penting dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah teks. Kedua pendekatan ini bekerja sama untuk menggali makna yang tersembunyi di balik kata-kata dan situasi yang dihadapi penulis. Melalui penerapan teknik-teknik analisis ini, kita dapat menemukan lapisan-lapisan makna yang dalam dan kompleks dari sebuah […]

0 0
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Kritikalitas Wacana Abad ke-21: Mengurai Kuasa dan Identitas

Analisis wacana kritis, sebuah alat penting dalam kerangka pemikiran kritis, telah menjadi kunci dalam memahami dinamika kuasa dan identitas dalam era globalisasi abad ke-21. Dalam konteks ini, kajian semacam ini menjadi semakin relevan karena pergeseran struktur sosial, politik, dan budaya yang meluas.             Analisis wacana kritis memberdayakan kita untuk melihat di balik kata-kata dan teks-teks […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Analisis Tekstual dan Kontekstual

Analisis wacana tekstual dan kontekstual adalah pendekatan dalam mempelajari teks yang melibatkan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam teks itu sendiri (wacana tekstual) dan pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan historis di mana teks tersebut dihasilkan (konteksual). Dalam analisis wacana tekstual, fokusnya adalah pada struktur, gaya, dan penggunaan bahasa dalam teks. Ini melibatkan memeriksa elemen-elemen […]

0 0
Wiwid Anggriawan
3 tahun lalu • 5" baca

Dua Hal yang Bermakna

  DUA HAL YANG BERMAKNA Aku adalah aku, aku bukan dia dan dia bukan aku. Hehehhe… perkenalkan namaku adalah Wiwid Anggriawan. Aku lahir di salah satu kota di sebuah daerah istimewa di pantai selatan yang bernama Bantul sekitar 36 tahun yang lalu. Aku sedikit ingin bercerita tentang diriku yang mungkin sedikit “unik” dari dua hal […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Harmoni Keragaman: Kisah Persahabatan yang Saling Melengkapi

     Di sebuah kelas SD yang penuh tawa, terdapat kisah mengharukan tentang persahabatan yang tak tergoyahkan antara dua siswi, Aisyah dan Kirana. Perbedaan yang mencolok terletak pada kemampuan masing-masing. Aisyah mahir dalam bahasa Inggris, sedangkan Kirana memiliki kemampuan istimewa dalam menggambar dan kreativitas.      Dalam menjalani tugas-tugas sekolah, Aisyah dan Kirana menjadi teman […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan