Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Menjaga Warna-Warni Harmoni Keberagaman dari Intoleransi

30 Mar 2024 · 5" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Penulis dan Ilustrator : Jesica Mayla Damayanti dari SMA Negeri 1 Mojolaban.

Indonesia adalah negara yang kaya akan keberagaman budaya, agama, dan suku bangsa. Keberagaman ini menjadi salah satu pilar utama kebangsaan yang mengagumkan, memperkaya identitas bangsa, dan memperkuat fondasi persatuan dalam keragaman. Keberagaman yang ada telah menjadi simbol persatuan dan dikemas dalam bentuk Bhinneka Tunggal Ika. Oleh karena itu, kita harus menjaganya agar tetap utuh dan harmonis. Masyarakat kita kaya akan nilai nilai ragam yang mengakibatkan masyarakat di Indonesia sering disebut sebagai masyarakat plural, heterogen atau multikultural. Artinya, terdapat nilai yang menunjukkan perbedaan yang bermacam-macam, sehingga tidak dapat disamaratakan.

Tetapi kalian tau tidak apa arti keberagaman itu sendiri? Istilah keberagaman ini berasal dari kata dasar “ragam”, yang mana dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), memiliki arti macam, jenis, warna, corak, dan tingkah laku. Maksudnya adalah ragam ini berarti sesuatu yang memiliki jenis, warna, atau corak yang berbeda-beda dan hidup bersama disuatu kehidupan nyata. Jadi, yang dimaksud keberagaman adalah suatu kondisi pada kehidupan masyarakat yang di dalamnya terdapat perbedaan disegala aspek. Tentu saja keberagaman memiliki dampak positif berupa menjadikan Indonesia sebagai negara yang dikenal dengan nilai pluralistik, Indonesia memiliki suku dengan jumlah kurang lebih 1.340, dengan bahasa daerah sekitar 718, dan kepercayaan serta agama yang beragam. Artinya, Indonesia adalah negara yang kaya akan keberagaman dari segala hal seperti suku, budaya, bahasa dan lain lain. Indonesia juga mengakui dan melindungi keberagaman itu sendiri sebagai aset negara indonesia. Seharusnya kita merasa bangga atas kayanya keragaman yang dimiliki negara tercinta kita Indonesia.

Tetapi, keberagaman tidak selalu berupa warna-warni keindahan, masih banyak di luar sana orang orang yang tidak teredukasi akan pentingnya toleransi yang menyebabkan warna-warni keberagamaan terpecah belah dan memudar. Dalam artikel ini saya akan menceritakan tentang pentingnya toleransi dalam keberagaman yang membuat dunia dipenuhi dengan warna-warni harmoni keberagamaan.

Pasti kalian tidak asing atau pernah dengar kasus introleransi di indonesia atau bahkan di sekitarmu. Seperti yang paling terkenal yaitu pada tanggal 7 Februari 2018 di Desa Babat, Kecamatan Legok, Tangerang, biksu dan umatnya yang dilarang melakukan ibadah kebaktian umat Budha dengan melakukan tebar ikan di lokasi danau bekas galian pasir di Kampung Kebon Baru. Warga gelisah melihat warga warga lain yang datang memberi makan para biksu menganggap bahwa biksu tersebut akan mengajak orang lain untuk masuk agama Budha. Pada tanggal 28 Agustus 2016 pastor Gereja Katolik St Yosep Medan nyaris jadi korban bom bunuh diri saat pimpin misa. Saat memimpin misa, ia diserang oleh anak berumur 18 Pelaku berinisial IAH itu ikut duduk di dalam dan berpura-pura menjadi jemaat. IAH langsung mendekati Albert dengan membawa sebilah pisau dan bom rakitan di dalam tas. Tetapi, belum tiba di depan altar, muncul percikan api dari tas ranselnya. Tas itu kemudian ikut terbakar. Melihat gelagat remaja yang mencurigakan, Albert berlari dan menghindar. Tetapi, IAH tetap mengejar Pastor Albert sehingga membuat jemaat heboh dan berhamburan berlari ke luar gereja. Sebagian mencoba menyelamatkan Albert dengan menangkap IAH. Usai tertangkap, ia kemudian memisahkan tas dari pelaku. Beruntung, bom belum sempat meledak. Berita berikut merupakan sekian dari banyaknya kasus intoleransi di Indonesia.

Saat saya masih kecil saya pernah menyaksikan aksi intoleransi yang ada di sekitar daerah saya tinggal. Saat itu hari berjalan seperti biasanya anak anak seumuran saya bermain main ada yang main perosotan, ada juga yang bermain kelereng, dan ada yang hanya duduk bersama teman temanya mengobrol sambil tertawa tergirang girang. Tapi ada satu anak yang tidak memiliki teman karena ia berbeda agama sendiri, bahkan saat bermain sendiri anak anak lain tetap mengganggu dan mengejek anak tersebut. Jujur, saya sangat menyesal dan tidak bangga karena tidak melakukan perbuatan yang benar waktu itu dengan membela dan mengajak main anak itu, tetapi saya hanya bisa terdiam karena saya juga takut akan bernasib sama dengan anak itu, saya takut jika sama juga akan di bully. Jika saya dapat memutar balik kan waktu saya harap bisa mengajak bermain anak itu dan membuat masa kecilnya lebih baik.

Point yang ingin saya sampaikan adalah intoleransi itu dimulai dari hal hal kecil, lalu bisa berevolusi menjadi hal yang lebih besar dan lebih berbahaya lagi. Lalu bagaimana mencegah terjadi intoleransi agar tercipta keberagamaan yang damai dan harmonis? Yang pertama menanamkan bibit toleransi sejak dini dengan ditanamkannya bibit toleransi sejak dini anak akan mengetahui pentingnya toleransi. Yang kedua dilaksanakannya sosialisasi pencegahan intoleransi yang bertujuan mampu menjaga keharmonisan antar sesama, meminimalisir terjadinya perpecahan, mempersatukan perbedaan yang ada, meningkatkan perdamaian, meningkatkan rasa persaudaraan, meningkatkan rasa nasionalisme, dan mempermudah mencapai mufakat dalam bermusyawarah. Yang ketiga menghindari sikap diskriminasi SARA dan menumbuhkan sikap toleransi, saling menghargai dan menghormati.

Keberagamaan merupakan hal yang tidak bisa kita hindari, keragaman ada karena tercipta dari masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu, penting untuk mencintai dan menjaga kerharmonisan keragaman itu sendiri dengan cara saling menghargai. Dengan sikap ini, maka perbedaan dalam keberagaman akan menghilangkan akar perpecahan yang dapat terjadi. Sama halnya dengan cat di atas lukisan jika di dalam suatu lukisan hanya terdapat satu warna tidak akan adanya keselarasan dilukisan tersebut, jika dalam suatu masyarakat hanya mementingkan kepentingan suku, agama, ras, budaya dan kelompok sendiri tidak akah pernah terjadi kerharmonisan di lingkungan tersebut. Saya harap artikel saya bisa membantu kalian untuk terus berbuat kebaikan di sekitar kalian agar terciptanya lingkungan yang aman dan harmonis.

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Memahami Kedalaman Makna Melalui Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual

Dunia linguistik dan studi sastra, analisis wacana tekstual dan kontekstual memainkan peran penting dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah teks. Kedua pendekatan ini bekerja sama untuk menggali makna yang tersembunyi di balik kata-kata dan situasi yang dihadapi penulis. Melalui penerapan teknik-teknik analisis ini, kita dapat menemukan lapisan-lapisan makna yang dalam dan kompleks dari sebuah […]

0 0
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Kritikalitas Wacana Abad ke-21: Mengurai Kuasa dan Identitas

Analisis wacana kritis, sebuah alat penting dalam kerangka pemikiran kritis, telah menjadi kunci dalam memahami dinamika kuasa dan identitas dalam era globalisasi abad ke-21. Dalam konteks ini, kajian semacam ini menjadi semakin relevan karena pergeseran struktur sosial, politik, dan budaya yang meluas.             Analisis wacana kritis memberdayakan kita untuk melihat di balik kata-kata dan teks-teks […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Analisis Tekstual dan Kontekstual

Analisis wacana tekstual dan kontekstual adalah pendekatan dalam mempelajari teks yang melibatkan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam teks itu sendiri (wacana tekstual) dan pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan historis di mana teks tersebut dihasilkan (konteksual). Dalam analisis wacana tekstual, fokusnya adalah pada struktur, gaya, dan penggunaan bahasa dalam teks. Ini melibatkan memeriksa elemen-elemen […]

0 0
Wiwid Anggriawan
3 tahun lalu • 5" baca

Dua Hal yang Bermakna

  DUA HAL YANG BERMAKNA Aku adalah aku, aku bukan dia dan dia bukan aku. Hehehhe… perkenalkan namaku adalah Wiwid Anggriawan. Aku lahir di salah satu kota di sebuah daerah istimewa di pantai selatan yang bernama Bantul sekitar 36 tahun yang lalu. Aku sedikit ingin bercerita tentang diriku yang mungkin sedikit “unik” dari dua hal […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Harmoni Keragaman: Kisah Persahabatan yang Saling Melengkapi

     Di sebuah kelas SD yang penuh tawa, terdapat kisah mengharukan tentang persahabatan yang tak tergoyahkan antara dua siswi, Aisyah dan Kirana. Perbedaan yang mencolok terletak pada kemampuan masing-masing. Aisyah mahir dalam bahasa Inggris, sedangkan Kirana memiliki kemampuan istimewa dalam menggambar dan kreativitas.      Dalam menjalani tugas-tugas sekolah, Aisyah dan Kirana menjadi teman […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan