Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Membumikan Batik di Sekolah

fxtriyas
13 Oct 2015 · 2" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Kegiatan membatik di aktualisasikan dan dioptimalkan di SMP PL Bayat Klaten. Sebuah kegiatan yang membumi demi melestarikan batik sebagai budaya nilai leluhur.  Seperti yang dilaksanakan pada setiap hari Sabtu di halaman tengah Sekolah. Puluhan siswa kelas 7 (tujuh) melakukan aksi membatik di kain sepanjang 50 meter.

Kegiatan ini bertujuan melanjutkan rangkaian peringatan 50 tahun (pesta emas)  usia sekolah dan reuni emas, yang baru saja diperingati pada tanggal 1 Agustus 2014. Maka guna merampungkan  desain batik 50 tahun oleh siswa,  setiap hari Sabtu pada jam ke 7 dan 8  kegiatan belajar mengajar di sentralkan dengan membatik.

Pada dasarnya pelajaran membatik tidak hanya sekedar teori namun harus dengan praktek. Teori diwajibkan bagi kelas 7 dan 8  oleh guru Batik I Wawang Setyawan, dan prakteknya  dilaksanakan setiap hari Sabtu.

 Seperti dikatakan oleh Lukas Sumadi (pendamping praktek membatik), bahwa teori tanpa praktek makan tidak akan maksimal. “disini saya hanya membantu di prakteknya saja karena pernah bekerja menjadi buruh di  pabrik batik dan membuat siswa mampu mencintai batik ” ujar pelaksana di SMP ini.

Membatik di bentangan kain sepanjang 50 meter,  siswa-siswa merasa gembira. Karena  langsung membatik di selembar kain. Sri Mulyaningtyas seorang siswi yang saat praktek mengatakan bahwa  senang sekali dengan praktek membatik. “menjadi mengerti alat-alat yang dipergunakan membatik selain kain putih, mulai dari canting, malam, kompor kecil, wajan  dan lain-lain,” ucap siswa kelas 7 B ini.

SMP PL Bayat Klaten sangat apresiasi dalam mengoptiimalkan membatik karena merupakan warisan budaya bangsa Indonesia. Dibuktikan dengan diakuinya oleh UNESCO bahwa Batik merupakan artefak   maka layak dilestarikan dan dibudayakan.

Oleh karena itu, berbagai pelajaran ketrampilan memang haru dipraktekkan secara nyata. “Hasil karya siswa SMP PL Bayat dapat dilihat di mading sekolah. Hasil karya siswa sering dipamerkan dan  sering di pesan oleh desain desain untuk dibuat baju dan gaun “ pungkas Sumadi. (han)

 

 

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Nova Ramadhani
3 years lalu • 2" baca

Memahami Kedalaman Makna Melalui Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual

Dunia linguistik dan studi sastra, analisis wacana tekstual dan kontekstual memainkan peran penting dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah teks. Kedua pendekatan ini bekerja sama untuk menggali makna yang tersembunyi di balik kata-kata dan situasi yang dihadapi penulis. Melalui penerapan teknik-teknik analisis ini, kita dapat menemukan lapisan-lapisan makna yang dalam dan kompleks dari sebuah […]

0 0
Nova Ramadhani
3 years lalu • 2" baca

Kritikalitas Wacana Abad ke-21: Mengurai Kuasa dan Identitas

Analisis wacana kritis, sebuah alat penting dalam kerangka pemikiran kritis, telah menjadi kunci dalam memahami dinamika kuasa dan identitas dalam era globalisasi abad ke-21. Dalam konteks ini, kajian semacam ini menjadi semakin relevan karena pergeseran struktur sosial, politik, dan budaya yang meluas.             Analisis wacana kritis memberdayakan kita untuk melihat di balik kata-kata dan teks-teks […]

0 0
3 years lalu • 2" baca

Analisis Tekstual dan Kontekstual

Analisis wacana tekstual dan kontekstual adalah pendekatan dalam mempelajari teks yang melibatkan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam teks itu sendiri (wacana tekstual) dan pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan historis di mana teks tersebut dihasilkan (konteksual). Dalam analisis wacana tekstual, fokusnya adalah pada struktur, gaya, dan penggunaan bahasa dalam teks. Ini melibatkan memeriksa elemen-elemen […]

0 0
Wiwid Anggriawan
3 years lalu • 5" baca

Dua Hal yang Bermakna

  DUA HAL YANG BERMAKNA Aku adalah aku, aku bukan dia dan dia bukan aku. Hehehhe… perkenalkan namaku adalah Wiwid Anggriawan. Aku lahir di salah satu kota di sebuah daerah istimewa di pantai selatan yang bernama Bantul sekitar 36 tahun yang lalu. Aku sedikit ingin bercerita tentang diriku yang mungkin sedikit “unik” dari dua hal […]

0 0
3 years lalu • 2" baca

Harmoni Keragaman: Kisah Persahabatan yang Saling Melengkapi

     Di sebuah kelas SD yang penuh tawa, terdapat kisah mengharukan tentang persahabatan yang tak tergoyahkan antara dua siswi, Aisyah dan Kirana. Perbedaan yang mencolok terletak pada kemampuan masing-masing. Aisyah mahir dalam bahasa Inggris, sedangkan Kirana memiliki kemampuan istimewa dalam menggambar dan kreativitas.      Dalam menjalani tugas-tugas sekolah, Aisyah dan Kirana menjadi teman […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan