Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Komunitas Turun Tangan Hadirkan Sharing Online “Manajemen Kesehatan Mental Saat Covid-19”

HERDIAN ARMANDHANI
15 Mei 2020 · 3" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Denpasar (Bali)– Pandemi Covid sudah berlangsung selama 2 bulan lebih. Segala Aturan dibuat oleh pemerintah salah satunya yaitu dengan adanya kegiatan #dirumah saja.Aturan ini mengharuskan masyarakat untuk melakukan segala aktifitas dari rumah. Namun, banyak terjadi kasus masyarakat merasa bosan, stres bahkan bingung karena pola kegiatan yang dilakukan berbeda dengan sebelumnya . Lalu bagaimana cara mengatasi perasaan perasaan negatif selama Covid -19?
 
Melihat fenomena diatas komunitas Turun Tangan Bali mengadakan Sharing Online#2 bertema
“Manajemen Kesehatan Mental Ketika Covid – 19 “. Kegiatan ini digelar pada hari Rabu (13/5/2020) dari pukul 15.00 wita s.d selesai di Aplikasi WhatsApp Group. Peserta Sharing Online#2 yang.mengikuti kegiatan ini berjumlah 102 orang yang didominasi mahasiswa dan profesional. Adapun pembicara yang menjadi narasumber adalah  Lucy Savitri (Psychologist/HR General Manager PT Mitsubishi Krama Motors Yudha Indonesia).
Moderator  sharing online#2 ditunjuk Diyah Ayu Rizki Pradita ( Turun Tangan Bali)
 
Kita mengetahui bersama bahwa covid-19 ini adalah pandemik yang memang dampaknya sangat signifikan terhadap kehidupan kita. Secara umum manusianya. Secara khusus terhadap perkembangan ekonomi negara kita.
 
Kita juga sudah merasakan bahwa sejak adanya covid-19 ini kita semua berada di rumah. Stay at home. Working at home dan study at home. Social distancing yang sepertinya mudah. Tapi itu tidak mudah untuk dilakukan.
 
“Everything goes online yg kayaknya biasa aja. Kayaknya modern. Tapi kayaknya gak semua bisa akses” ungkapnya.
 
Kemudian, yang bekerja tadinya punya cita-cita dirumah saja, ingin cuti panjang biar bisa istirahat, sekarang mendadak dirumah bisa istirahat. Bahkan banyak istirahat. Mereka 
yang sekolah juga. Semuanya diundur. Ujian nasional diundur, dsb.
 
Banyak sekali issue yang sekarang ada akibat covid-19 ini.
Perusahaan banyak tutup, phk dan macam-macam.
 
Masing-masing menimbulkan stress tersendiri.Ada yg cuek. Ada yg frustasi. Ada yg sedih. Ada yg marah. Ada yg jadi malah sakit-sakitan.
 
Dalam pemaparannya narasumber  mengajak peserta untul bisa melakan manajemen stress dengan baik
 
“Pertama  adaptasi diri dan self acceptance. Terima dulu bahwa memang skrg kita deal dengan covid-19.
 
Untuk adaptasi kita harus punya mindset yg positif. 
Fokus dengan hal hal yang bisa menyemangati kita
 
Misalnya tulis apa aja hal-hal yang menyenangkan kamu selama, dalami hobi yang selama ini kamu senangi tapi belom punya waktu. Sekarang saatnya, cari kesempatan-kesempatan belajar online yang selama ini gak sempat. Buat blog atau youtube atau nulis kalau suka jadi story teller” paparnya.
 
“Ketiga jauhi semua berita-berita negatif. Semua harus berimbang. Kalo liat yang negatif. Trus imbangi dengan liat yang positif
 
Keempat  Keep komunikasi dan interaksi dengan semua teman atau keluarga walaupun dengan online.
 
Kelima olahraga rutin dilanjutkan dengan makan makanan yang sehat. Terakhir
jika stress memuncak, maka harus segera hubungi orang yg kompeten untuk diajak sharing” tandasnya.
 
Di kegiatan Sharing Online ada nilai tambah bagi para peserta. Para peserta  bisa konsultasi permasalahan yang mereka alami saat 
tidak beraktifitas secara gratis.
 
Karena keterbatasan waktu narasumber memberikan tautan kelas konsultasi via.whatsaap grup berbeda apabila ada peserta sharing online#2 yang mengeluarkan keluh kesahnya.
 
Para peserta juga mendapatkan e-certificate yang dapat dipergunakan untuk poin satuan kredit partisipasi (skp)  sebagai syarat tugas akhir. HAD

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Memahami Kedalaman Makna Melalui Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual

Dunia linguistik dan studi sastra, analisis wacana tekstual dan kontekstual memainkan peran penting dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah teks. Kedua pendekatan ini bekerja sama untuk menggali makna yang tersembunyi di balik kata-kata dan situasi yang dihadapi penulis. Melalui penerapan teknik-teknik analisis ini, kita dapat menemukan lapisan-lapisan makna yang dalam dan kompleks dari sebuah […]

0 0
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Kritikalitas Wacana Abad ke-21: Mengurai Kuasa dan Identitas

Analisis wacana kritis, sebuah alat penting dalam kerangka pemikiran kritis, telah menjadi kunci dalam memahami dinamika kuasa dan identitas dalam era globalisasi abad ke-21. Dalam konteks ini, kajian semacam ini menjadi semakin relevan karena pergeseran struktur sosial, politik, dan budaya yang meluas.             Analisis wacana kritis memberdayakan kita untuk melihat di balik kata-kata dan teks-teks […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Analisis Tekstual dan Kontekstual

Analisis wacana tekstual dan kontekstual adalah pendekatan dalam mempelajari teks yang melibatkan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam teks itu sendiri (wacana tekstual) dan pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan historis di mana teks tersebut dihasilkan (konteksual). Dalam analisis wacana tekstual, fokusnya adalah pada struktur, gaya, dan penggunaan bahasa dalam teks. Ini melibatkan memeriksa elemen-elemen […]

0 0
Wiwid Anggriawan
3 tahun lalu • 5" baca

Dua Hal yang Bermakna

  DUA HAL YANG BERMAKNA Aku adalah aku, aku bukan dia dan dia bukan aku. Hehehhe… perkenalkan namaku adalah Wiwid Anggriawan. Aku lahir di salah satu kota di sebuah daerah istimewa di pantai selatan yang bernama Bantul sekitar 36 tahun yang lalu. Aku sedikit ingin bercerita tentang diriku yang mungkin sedikit “unik” dari dua hal […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Harmoni Keragaman: Kisah Persahabatan yang Saling Melengkapi

     Di sebuah kelas SD yang penuh tawa, terdapat kisah mengharukan tentang persahabatan yang tak tergoyahkan antara dua siswi, Aisyah dan Kirana. Perbedaan yang mencolok terletak pada kemampuan masing-masing. Aisyah mahir dalam bahasa Inggris, sedangkan Kirana memiliki kemampuan istimewa dalam menggambar dan kreativitas.      Dalam menjalani tugas-tugas sekolah, Aisyah dan Kirana menjadi teman […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan