Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Keluarga toleransi beda agama

07 Apr 2023 · 2" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Sebagian besar keluarga besar saya adalah pemeluk Islam. Menariknya, keluarga besar saya pemeluk Islam ada yang “islam banget”, ada pula yang cenderung biasa saja. Kebetulan saya lahir dari golongan yang cenderung biasa saja tersebut. Adapun sebagian kecil lainnya adalah pemeluk agama Kristen. Sebagian keluarga besar saya yang beragama Kristen dulunya dia beragama Islam dan karena sesuatu hal yang membuat satu keluarga mereka harus berpindah agama. Semoga ingatan tersebut benar karena saya juga mendapatkan cerita bahwa dalunya bude berpindah agama. Tetapi keluarga besar saya tidak begitu mempermasalahkan mereka harus berpindah atau tidak itu hak mereka.

 

Jiwa toleransi yang diajarkan mereka, membuat anak dan cucunya juga bisa bertoleransi pada agama yang dipercayai oleh orang lain. Sejujurnya saya merasa sangat bersyukur melihat keluarga besar saya bisa bersatu meskipun memiliki agama yang berbeda.

 

Saya belum pernah sama sekali menjumpai tindakan diskriminasi yang dapat menyakiti hati, karena faktanya semua anggota keluarga memiliki ikatan kebersamaan dalam sebuah keberagaman. Saya merasa bahwa keberagaman menjadi sangat indah, jika semua orang memiliki jiwa dalam bertoleransi satu sama lain.

 

Saya pribadi pernah memiliki pengalaman secara langsung terkait jiwa toleransi yang dimiliki oleh saudara yang beragama Kristen. Kejadian ini terjadi pada bulan Ramadan, waktu itu saya sedang berkunjung ke rumah saudara yang beragama Kristen.

 

Keluarga saya yang beragama Islam tidak ragu untuk menjalin silaturrahmi ke keluarga yang beberapa beragama Kristen. Kegiatan ini rutin kami lakukan tiap tahunnya. Kalau lebaran, keluarga saya pasti berkunjung ke rumah bude yang beragama Kristen. Keluarga saya yang beragama Kristen juga ikut berkontribusi membantu mensukseskan perayaan. Keluarga yang beragama Kristen menyediakan berbagai macam makanan bagi keluarga yang mau datang ke rumah serta bagi-bagi fitrah untuk kalangan anak-anak.

 

Saya memiliki harapan yang sangat tinggi agar keluarga besar saya, dapat terus menjaga rasa toleransi. Saya tidak ingin terjadi sebuah kasus perpecahan dalam berkeluarga, apalagi jika penyebab utamanya adalah perbedaan agama. Saya tentu akan merasa sangat sedih dan kecewa jika hal ini benar-benar terjadi. Adanya kehidupan berdampingan dalam beragama tanpa sedikitpun memiliki rasa kebencian pada agama yang dianut oleh anggota keluarga yang lain, membuatku menjadi sangat bahagia.

 

Saya sangat menghormati dan menghargai keberagaman beragama yang ada di keluarga besar saya. Saya memiliki persepsi bahwa harta yang paling berharga adalah keluarga, saya bisa merasakan kebahagiaan dalam hidup karena memiliki keluarga. Jadi, saya tidak pernah ingin merusak harta paling berharga yang saya miliki hanya karena terdapat perbedaan pilihan dalam beragama.

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Memahami Kedalaman Makna Melalui Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual

Dunia linguistik dan studi sastra, analisis wacana tekstual dan kontekstual memainkan peran penting dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah teks. Kedua pendekatan ini bekerja sama untuk menggali makna yang tersembunyi di balik kata-kata dan situasi yang dihadapi penulis. Melalui penerapan teknik-teknik analisis ini, kita dapat menemukan lapisan-lapisan makna yang dalam dan kompleks dari sebuah […]

0 0
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Kritikalitas Wacana Abad ke-21: Mengurai Kuasa dan Identitas

Analisis wacana kritis, sebuah alat penting dalam kerangka pemikiran kritis, telah menjadi kunci dalam memahami dinamika kuasa dan identitas dalam era globalisasi abad ke-21. Dalam konteks ini, kajian semacam ini menjadi semakin relevan karena pergeseran struktur sosial, politik, dan budaya yang meluas.             Analisis wacana kritis memberdayakan kita untuk melihat di balik kata-kata dan teks-teks […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Analisis Tekstual dan Kontekstual

Analisis wacana tekstual dan kontekstual adalah pendekatan dalam mempelajari teks yang melibatkan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam teks itu sendiri (wacana tekstual) dan pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan historis di mana teks tersebut dihasilkan (konteksual). Dalam analisis wacana tekstual, fokusnya adalah pada struktur, gaya, dan penggunaan bahasa dalam teks. Ini melibatkan memeriksa elemen-elemen […]

0 0
Wiwid Anggriawan
3 tahun lalu • 5" baca

Dua Hal yang Bermakna

  DUA HAL YANG BERMAKNA Aku adalah aku, aku bukan dia dan dia bukan aku. Hehehhe… perkenalkan namaku adalah Wiwid Anggriawan. Aku lahir di salah satu kota di sebuah daerah istimewa di pantai selatan yang bernama Bantul sekitar 36 tahun yang lalu. Aku sedikit ingin bercerita tentang diriku yang mungkin sedikit “unik” dari dua hal […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Harmoni Keragaman: Kisah Persahabatan yang Saling Melengkapi

     Di sebuah kelas SD yang penuh tawa, terdapat kisah mengharukan tentang persahabatan yang tak tergoyahkan antara dua siswi, Aisyah dan Kirana. Perbedaan yang mencolok terletak pada kemampuan masing-masing. Aisyah mahir dalam bahasa Inggris, sedangkan Kirana memiliki kemampuan istimewa dalam menggambar dan kreativitas.      Dalam menjalani tugas-tugas sekolah, Aisyah dan Kirana menjadi teman […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan