Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Berikut Fakta tentang Petir Yang Banyak Orang Beranggapan Yang Salah

30 Agu 2023 · 4" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Banyak yang bilang, lokasi paling aman dari sambaran petir adalah di lokasi bekas sambaran. Alasannya, petir tidak pernah menyambar lokasi yang sama. Bagaimana fakta ilmiahnya?

Di tengah hujan yang deras, salah satu bahaya yang mengancam adalah tersambar petir. Petir adalah semburan listrik yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara badai awan dan permukaan bumi atau antara satu gumpalan awan dengan yang lain.

 

Fenomena sambaran petir antar-awan adalah yang paling sering terjadi. Lompatan arus listrik di awan terjadi karena benturan partikel hujan, es, hingga salju.

 

Namun, tidak berarti sambaran petir ke permukaan bumi langka. Menurut National Geographic, sekitar 100 petir menyambar dari langit ke permukaan bumi setiap detik.

 

Banyak yang bilang, lokasi paling aman dari sambaran petir adalah di lokasi bekas sambaran. Alasannya, petir tidak pernah menyambar lokasi yang sama. Bagaimana fakta ilmiahnya?

Di tengah hujan yang deras, salah satu bahaya yang mengancam adalah tersambar petir. Petir adalah semburan listrik yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara badai awan dan permukaan bumi atau antara satu gumpalan awan dengan yang lain.

 

Fenomena sambaran petir antar-awan adalah yang paling sering terjadi. Lompatan arus listrik di awan terjadi karena benturan partikel hujan, es, hingga salju.

 

Namun, tidak berarti sambaran petir ke permukaan bumi langka. Menurut National Geographic, sekitar 100 petir menyambar dari langit ke permukaan bumi setiap detik.

Petir menyambar ke permukaan bumi dengan kecepatan 300.000 kilometer per jam saat muatan listrik negatif di awan berjarak sekitar 46 meter dari benda di bumi yang bermuatan listrik positif, bisa berupa gedung, orang, atau pohon. Setiap sambaran petir mengandung energi listrik berkekuatan setara 1 miliar volt.

Lonjakan suhu di sekitar petir yang menyambar diperkirakan lima kali lebih panas dari permukaan matahari. Panas ini yang membuat udara di sekitar petir menggelembung dan bergetar, yang menciptakan guntur yang kita dengar beberapa saat setelah cahaya kilat777.

Salah satu mitos soal petir adalah “petir tidak pernah menyambar tempat yang sama dua kali. Saking populernya, mitos ini dijadikan dasar dari idiom bahwa sesuatu hal yang buruk atau baik, tidak akan terjadi dua kali.

Sayangnya, mitos ilmiah ini jauh dari fakta sebenarnya. Lompatan listrik dalam bentuk petir tidak pandang bulu dalam memilih lokasi. Struktur tinggi seperti gedung pencakar langit di kota besar atau pohon tinggi di padang yang lapang adalah sasaran empuk sambaran petir.

Alasan struktur tinggi menjadi sasaran utama sambaran petir adalah jaraknya yang lebih dekat dengan titik muatan negatif petir di awan. Oleh karena itu, pohon yang tinggi bisa tersambar petir berulang kali hingga badai berlalu. Bahkan, gedung Empire State di New York disambar petir 100 kali setiap tahun.

NASA merilis laporan penelitian atas 386 sambaran petir pada 2023. Data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa sepertiga dari sambaran petir bercabang dan menyambar beberapa titik sekaligus. Artinya, petir tidak hanya bisa menyambar lokasi yang sama dua kali. Petir juga bisa “memanggang” banyak lokasi dalam satu sambaran.

Tak hanya gedung dan pohon. Pada petir juga bisa menyambar satu orang berkali-kali. Korbannya, adalah petugas penjaga taman nasional di Amerika Serikat, Roy Sullivan.

Roy Sullivan tersambar petir tujuh kali. Selamat meskipun setiap sambaran mengandung listrik jutaan volt. Menurut Guiness Book of Records, Sullivan pertama kali tersambar petir pada April 1942. Kaki kanannya tersambar petir saat melarikan diri dari menara pengawas yang terbakar karena sambaran petir.

Petir meninggalkan bekas luka yang besar di kaki Sullivan dan jempol kakinya harus diamputasi.

Insiden berikutnya terjadi pada Juli 1969, membuat Sullivan pingsan dan menyisakan bekas bakar di alisnya. Petir yang menyambar saat Sullivan mengemudi mobil tersebut juga membuat jam tangannya hancur.

Pada Juli 1970, Sullivan tersambar petir saat ada di kebun rumahnya. Kemudian, pada April 1972, ia tersambar petir yang membuat rambutnya terbakar.

Rambut Sullivan kembali terbakar saat Sullivan tersambar petir pada Agustus 1973. Lalu pada sambaran petir Juni 1973, pergelangan kakinya cedera. Rambutnya, sekali lagi terbakar.

 

 

Terakhir, dada dan perut Sullivan terbakar gara-gara sambaran petir saat ia memancing pada Juni 1977. Kejadian ini adalah sambaran petir terakhir yang menimpa Sullivan. Ia meninggal dunia pada 1983 pada usia 71 tahun.

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Memahami Kedalaman Makna Melalui Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual

Dunia linguistik dan studi sastra, analisis wacana tekstual dan kontekstual memainkan peran penting dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah teks. Kedua pendekatan ini bekerja sama untuk menggali makna yang tersembunyi di balik kata-kata dan situasi yang dihadapi penulis. Melalui penerapan teknik-teknik analisis ini, kita dapat menemukan lapisan-lapisan makna yang dalam dan kompleks dari sebuah […]

0 0
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Kritikalitas Wacana Abad ke-21: Mengurai Kuasa dan Identitas

Analisis wacana kritis, sebuah alat penting dalam kerangka pemikiran kritis, telah menjadi kunci dalam memahami dinamika kuasa dan identitas dalam era globalisasi abad ke-21. Dalam konteks ini, kajian semacam ini menjadi semakin relevan karena pergeseran struktur sosial, politik, dan budaya yang meluas.             Analisis wacana kritis memberdayakan kita untuk melihat di balik kata-kata dan teks-teks […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Analisis Tekstual dan Kontekstual

Analisis wacana tekstual dan kontekstual adalah pendekatan dalam mempelajari teks yang melibatkan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam teks itu sendiri (wacana tekstual) dan pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan historis di mana teks tersebut dihasilkan (konteksual). Dalam analisis wacana tekstual, fokusnya adalah pada struktur, gaya, dan penggunaan bahasa dalam teks. Ini melibatkan memeriksa elemen-elemen […]

0 0
Wiwid Anggriawan
3 tahun lalu • 5" baca

Dua Hal yang Bermakna

  DUA HAL YANG BERMAKNA Aku adalah aku, aku bukan dia dan dia bukan aku. Hehehhe… perkenalkan namaku adalah Wiwid Anggriawan. Aku lahir di salah satu kota di sebuah daerah istimewa di pantai selatan yang bernama Bantul sekitar 36 tahun yang lalu. Aku sedikit ingin bercerita tentang diriku yang mungkin sedikit “unik” dari dua hal […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Harmoni Keragaman: Kisah Persahabatan yang Saling Melengkapi

     Di sebuah kelas SD yang penuh tawa, terdapat kisah mengharukan tentang persahabatan yang tak tergoyahkan antara dua siswi, Aisyah dan Kirana. Perbedaan yang mencolok terletak pada kemampuan masing-masing. Aisyah mahir dalam bahasa Inggris, sedangkan Kirana memiliki kemampuan istimewa dalam menggambar dan kreativitas.      Dalam menjalani tugas-tugas sekolah, Aisyah dan Kirana menjadi teman […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan