Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Batal Merger, Saham Garuda Indonesia (GIAA) Ambles 6,67%

01 Sep 2023 · 2" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Jakarta, CNBC Indonesia – Saham emiten maskapai BUMN yakni PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) terpantau ambles pada perdagangan sesi I Jumat (1/9/2023), setelah adanya kabar terbaru bahwa merger hanya dilakukan pada Citilink dan Pelita Air.

Per pukul 09:14 WIB, saham GIAA ambles 6,67% ke posisi harga Rp 84/saham. Bahkan, saham GIAA sempat ambles 10% di awal pembukaan perdagangan sesi I hari ini.

Saham GIAA sudah ditransaksikan sebanyak 1.741 kali dengan volume sebesar 120,85 juta lembar saham dan nilai transaksinya sudah mencapai Rp 10,03 miliar. Adapun kapitalisasi pasarnya saat ini mencapai Rp 7,68 triliun.

 

Hingga pukul 09:14 WIB, di order bid atau beli, pada harga Rp 81/saham atau batas bawahnya pada sesi I hari ini, ada antrian beli mencapai 272.993 lot atau sekitar Rp 2,2 miliar.

Sedangkan di order offer atau jual, pada harga Rp 92/saham, ada antrian beli mencapai 316.774 lot atau sekitar Rp 2,9 miliar.

Amblesnya saham GIAA terjadi setelah adanya kabar terbaru bahwa merger hanya dilakukan pada Citilink dan Pelita Air.

Sebelumnya kemarin, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI Erick Thohir mengungkapkan skema terbaru penggabungan tiga maskapai penerbangan nasional. Adapun semula proses merger akan terjadi di Garuda-Citilink-Pelita Air.

Namun, merger maskapai penerbangan nasional tersebut hanya pada anak usaha Garuda Indonesia yakni Citilink dengan Pelita Air. Sedangkan untuk Garuda Indonesia sendiri tetap berdiri sendiri dan menjadi maskapai premium kebanggaan Indonesia.

“Garuda tetap sendiri. Citilink dan Pelita (digabung) karena Garuda kan sudah bagus, Citilink dan Pelita kita lebur,” kata Erick di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (31/8/2023).

Merger antara Citilink dan Pelita Air diprediksi Erick dapat menurunkan harga tiket. Hal ini disebabkan oleh peningkatan jumlah pesawat terbang komersial milik BUMN.

Dia berkata, kalau terjadi kenaikan jumlah armada penerbangan dan didukung kompetisi terbuka dengan maskapai swasta, maka harga tiket bisa menjadi lebih murah.

Namun, penurunan itu tidak dapat langsung terjadi, melainkan membutuhkan waktu. Pasalnya, pihak swasta memegang kendali harga tiket pesawat sebesar 65%, sementara porsi BUMN hanya 35% saja.

“Enggak bisa cepat, kalau jumlah pesawatnya nambah, kompetisinya terbuka, ya tiketnya menurun,” ujar Erick.

Dia menyebut, Indonesia saat ini memiliki 550 pesawat, sedangkan jumlah ideal yang dibutuhkan sebanyak 750 unit. Itu artinya, Indonesia masih membutuhkan tambahan 200 pesawat lagi.

depo 10 bonus 15 Dari 550 pesawat, hanya 140 unit yang dioperasikan BUMN semenjak pandemi Covid-19 yakni 20 pesawat milik Pelita Air, 60 pesawat Garuda Indonesia, dan 50 pesawat Citilink.

area188 Setelah merger, Erick menargetkan jumlah pesawat yang bisa dioperasikan oleh ketiga maskapai itu mencapai 170 pesawat pada 2026.

 

SUMBER CNBC INDONESIA

 

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Memahami Kedalaman Makna Melalui Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual

Dunia linguistik dan studi sastra, analisis wacana tekstual dan kontekstual memainkan peran penting dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah teks. Kedua pendekatan ini bekerja sama untuk menggali makna yang tersembunyi di balik kata-kata dan situasi yang dihadapi penulis. Melalui penerapan teknik-teknik analisis ini, kita dapat menemukan lapisan-lapisan makna yang dalam dan kompleks dari sebuah […]

0 0
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Kritikalitas Wacana Abad ke-21: Mengurai Kuasa dan Identitas

Analisis wacana kritis, sebuah alat penting dalam kerangka pemikiran kritis, telah menjadi kunci dalam memahami dinamika kuasa dan identitas dalam era globalisasi abad ke-21. Dalam konteks ini, kajian semacam ini menjadi semakin relevan karena pergeseran struktur sosial, politik, dan budaya yang meluas.             Analisis wacana kritis memberdayakan kita untuk melihat di balik kata-kata dan teks-teks […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Analisis Tekstual dan Kontekstual

Analisis wacana tekstual dan kontekstual adalah pendekatan dalam mempelajari teks yang melibatkan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam teks itu sendiri (wacana tekstual) dan pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan historis di mana teks tersebut dihasilkan (konteksual). Dalam analisis wacana tekstual, fokusnya adalah pada struktur, gaya, dan penggunaan bahasa dalam teks. Ini melibatkan memeriksa elemen-elemen […]

0 0
Wiwid Anggriawan
3 tahun lalu • 5" baca

Dua Hal yang Bermakna

  DUA HAL YANG BERMAKNA Aku adalah aku, aku bukan dia dan dia bukan aku. Hehehhe… perkenalkan namaku adalah Wiwid Anggriawan. Aku lahir di salah satu kota di sebuah daerah istimewa di pantai selatan yang bernama Bantul sekitar 36 tahun yang lalu. Aku sedikit ingin bercerita tentang diriku yang mungkin sedikit “unik” dari dua hal […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Harmoni Keragaman: Kisah Persahabatan yang Saling Melengkapi

     Di sebuah kelas SD yang penuh tawa, terdapat kisah mengharukan tentang persahabatan yang tak tergoyahkan antara dua siswi, Aisyah dan Kirana. Perbedaan yang mencolok terletak pada kemampuan masing-masing. Aisyah mahir dalam bahasa Inggris, sedangkan Kirana memiliki kemampuan istimewa dalam menggambar dan kreativitas.      Dalam menjalani tugas-tugas sekolah, Aisyah dan Kirana menjadi teman […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan