Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Apa Kabar IPO PalmCo? Ini Update Terbaru Dari Wamen BUMN

02 Sep 2023 · 4" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Jakarta, Indonesia – Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan, rencana perkebunan sawit milik negara, yaitu, PalmCo yang akan melakukan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) yang rencananya akan terealisasi tahun 2024 mendatang.

“Nah yang paling dekat di Palmco ya, yang untuk sawit kita,” ujarnya dalam BUMN Report CNBC Indonesia, Jumat (1/9).

Pria yang akrab disapa Tiko ini menjabarkan, proses integrasi 450 ribu hektare kebun sawit yang di bawah PTPN 3, 4, 5, dan 6 sedang dalam proses finalisasi. “Tapi di sisi lain juga kita lakukan meningkatkan produktivitas dari sisi pandannya sendiri,” imbuhnya.

Menurutnya, PTPN ini menarik, sejak mengalami kerugian pada 2019 lalu, setelah restrukturisasi besar akan dipecah jadi ada PTPN sawit, PTPN gula, sama PTPN yang non-core. Pada PTPN sawit bukan hanya regrouping saja,
Elainkan ada transformasi dari sisi operasional.

“Dulu jujur kita itu punya produktivitas kebun itu jauh di bawah produktivitas swasta, jauh. Nah dengan transformasi operasional 2-3 tahun ini, produktivitas mereka itu sekarang sudah sesuai dengan benchmark. Pemain nasional yang kuat lah, dan lain-lain lah,” jelasnya.

Tiko menyebut, dengan produktivitas saat ini PTPN melalui PalmCo dinilai layak untuk melaksanakan IPO. “Tapi kita mungkin tunggu sampe integrasi dulu, mungkin semester I-2024,” imbuhnya.

“Dan kemudian kita juga ingin juga melihat potensi mereka untuk masuk ke downstream. Karena kan kalau sawit ini kan gak cuma berhenti di CPO ya, bisa jadi minyak goreng, itu kan, tapi kemudian yang banyak yang masuk oleochemical. Nah oleochemical ini kan masuk ke diesel dan sebagainya,” lanjutnya.

Tiko menambahkan, selain melakukan pengelompokan, PTPN sektor sawit ini juga dituntut untuk meningkatkan produktivitas agar bisa masuk ke produk hilirnya. “Oleochemical, biodiesel, dan sebagainya. Nah itu saya rasa storynya jadi menarik, karena nanti ini kan kalau biodiesel ini kan masuk menjadi bagian dari green economy juga,” imbuhnya.

“Jadi mereka tidak hanya menjualan sawit dalam konteks buah sawitnya atau CPO-nya, tapi juga jualan renewable energy dalam bentuk biodiesel,” pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara, PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Mohammad Abdul Ghani mengungkapkan, kinerja operasional yang meningkat tersebut menyangkut indikator utama seperti produksi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit, produktivitas TBS, produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan rendemen CPO.

PalmCo akan dibentuk dari perusahaan yang telah menunjukkan tren kenaikan produksi dalam beberapa tahun terakhir. Tentu kedepannya, dengan PalmCo yang semakin fokus pada komoditas utama, maka tujuan kita berperan dalam food security melalui pemenuhan pasokan Minyak Goreng dalam negeri, insya Allah dapat terwujud,” ujarnya dalam keterangan tertulis, di Jakarta, dikutip Jumat (7/7/2023).

Ia merincikan, data perusahaan menunjukkan, untuk PTPN IV yang akan menjadi induk merger, kinerja positif terlihat dari Produksi TBS tahun 2020 sebanyak 2.572,59 juta ton, naik menjadi 2.756,47 juta ton pada tahun 2021 dan mencapai 2.650,91 juta tahun 2022.

Hal ini berbanding lurus dengan Produktivitas TBS yang juga meningkat dari 21.424 ton/ha pada tahun 2020, naik menjadi 23.004 ton/ha tahun 2021 dan meningkat lagi ke posisi 23.020 ton/ha pada tahun 2023.

Tren positif ini juga terlihat dari kinerja salah satu perusahaan pembentuk PalmCo di Riau, PTPN V, dimana Produktivitas TBS yang mencapai 23,88 ton/ha tahun 2022, naik menjadi 24,02 ton/ha tahun 2021 dan 24,05 ton/ha tahun 2022.

Sementara untuk Produksi CPO, dari posisi 544,02 ribu ton di tahun 2020, naik menjadi 574,8 ribu ton di tahun 2021 dan naik lagi menjadi 578,91 ribu ton pada tahun 2022 dengan Rendemen CPO berturut-turut 21,39% di 2020, menjadi 21,55% di 2021, dan 21,89% di 2022.

Kinerja lapangan komoditas kelapa sawit yang mumpuni juga ditunjukkan oleh PTPN III Operasional Medan dimana produksi TBS tahun 2020 sebanyak 2,41 juta ton, naik menjadi 2,51 juta ton pada tahun 2021 dan meningkat lagi ke posisi 2,58 juta ton tahun 2022.

dewa138  Untuk Produktivitas TBS, dari 24 ton/ha pada tahun 2020, naik menjadi 24,73 ton/ha tahun 2021 dan menembus 25,4 ton/ha tahun 2023.

 

Sedangkan CPO yang diproduksi posisi 579.729 ton di tahun 2020, naik menjadi 607.451 ton di tahun 2021 dan naik lagi mencapai 623.748 di tahun 2022.

 

SUMBER CNBC INDONESIA

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Memahami Kedalaman Makna Melalui Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual

Dunia linguistik dan studi sastra, analisis wacana tekstual dan kontekstual memainkan peran penting dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah teks. Kedua pendekatan ini bekerja sama untuk menggali makna yang tersembunyi di balik kata-kata dan situasi yang dihadapi penulis. Melalui penerapan teknik-teknik analisis ini, kita dapat menemukan lapisan-lapisan makna yang dalam dan kompleks dari sebuah […]

0 0
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Kritikalitas Wacana Abad ke-21: Mengurai Kuasa dan Identitas

Analisis wacana kritis, sebuah alat penting dalam kerangka pemikiran kritis, telah menjadi kunci dalam memahami dinamika kuasa dan identitas dalam era globalisasi abad ke-21. Dalam konteks ini, kajian semacam ini menjadi semakin relevan karena pergeseran struktur sosial, politik, dan budaya yang meluas.             Analisis wacana kritis memberdayakan kita untuk melihat di balik kata-kata dan teks-teks […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Analisis Tekstual dan Kontekstual

Analisis wacana tekstual dan kontekstual adalah pendekatan dalam mempelajari teks yang melibatkan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam teks itu sendiri (wacana tekstual) dan pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan historis di mana teks tersebut dihasilkan (konteksual). Dalam analisis wacana tekstual, fokusnya adalah pada struktur, gaya, dan penggunaan bahasa dalam teks. Ini melibatkan memeriksa elemen-elemen […]

0 0
Wiwid Anggriawan
3 tahun lalu • 5" baca

Dua Hal yang Bermakna

  DUA HAL YANG BERMAKNA Aku adalah aku, aku bukan dia dan dia bukan aku. Hehehhe… perkenalkan namaku adalah Wiwid Anggriawan. Aku lahir di salah satu kota di sebuah daerah istimewa di pantai selatan yang bernama Bantul sekitar 36 tahun yang lalu. Aku sedikit ingin bercerita tentang diriku yang mungkin sedikit “unik” dari dua hal […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Harmoni Keragaman: Kisah Persahabatan yang Saling Melengkapi

     Di sebuah kelas SD yang penuh tawa, terdapat kisah mengharukan tentang persahabatan yang tak tergoyahkan antara dua siswi, Aisyah dan Kirana. Perbedaan yang mencolok terletak pada kemampuan masing-masing. Aisyah mahir dalam bahasa Inggris, sedangkan Kirana memiliki kemampuan istimewa dalam menggambar dan kreativitas.      Dalam menjalani tugas-tugas sekolah, Aisyah dan Kirana menjadi teman […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan