Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

4 Pakaian Adat Jawa Barat Yang Perlu Anda Ketahui

Anita Farida
25 Feb 2020 · 2" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Jawa Barat merupakan salah satu provinsi tertua yang ada di Indonesia, dengan beribukotakan Bandung. Banyak peninggalan-peninggalan sejarah yang berasal dari provinsi ini yang masih terjaga dengan baik seperti prasasti, candi dan masih banyak lagi lainnya.

Selain itu ada juga peninggalan sejarah berupa pakaian adat. Berikut ini macam-macam pakaian adat Indonesia yang berasal dari provinsi Jawa Barat.

1. Beludru Sulam Benang Emas

Meskipun  warna dari pakaian ini hitam akan tetapi, tetap menampilkan aksen indah dari sulaman benang emasnya. Pakaian ini dinamakan beludru karena bahan dari pakaian ini berasal dari kain beludru yang dijahit  dan juga disulam dengan benang emas dan pada umumnya, pakaian ini dipakai oleh kalangan para bangasawan. Pakaian ini tidak dipakai oleh sembarangan orang, melainkan yang memakai berasal dari kalangan yang perekonomian tinggi. 

2. Baju Bedahan dan Kebaya

Pakaian adat khas Jawa Barat yang satu ini biasa dipakai untuk acara-acara resmi ataupun acara biasa. Tak lupa untuk para pria memakai sepatu panchus agar tampil gagah dengan kesederhanaan. Wanita biasanya menggunakan kebaya biasa, 1 set kebaya yang selaras dengan warna dan corak batik rok yang digunakan. Dihiasi dengan perlengkapan kecantikan gadis yaitu riasan wajah yang natural dan rambut yang disanggul, hal ini yang menambah kesan anggun walaupun sederhana.

3. Baju Pangsi 

Pakaian Jawa Barat yang selanjutnya adalah baju adat Pangsi. Pakaian adat ini pada umumnya, dipakai oleh kalangan masyarakat biasa. Rakyat biasa yang menggunakan pakaian ini biasanya mempunyai perekonomian sebagai petani, buruh dan lain sebagainya. Pada zaman dahulu, tampilannya sangatlah sederhana dibandingkan dengan zaman sekarang. Namun, seiring dengan berkembangnya zaman para kaum bangsawan masih bisa menggunakan pakaian ini dengan tambahan aksen rok dengan corak batik.

4. Baju Adat Beskap

Pakaian adat yang selanjutnya adalah pakaian adat Beskap. Beskap sendiri merupakan jas tertutup yang setara dengan kemeja tradisi Jawa Mataram. Design dari Beskap ini mirip dengan jas, yang dibuat dari kain tebal tanpa kerah lipat, polos dan tidak bermotif, dengan pola kancing yang menyamping.

Sebenarnya Beskap mempunyai pola kancing yang menyamping, akan tetapi banyak designer baju yang membuat beskap dengan kancing tengah. Corak dari pakaian Beskap ini polos dan tentunya tidak bermotif, namun seiring dengan perkembangan zaman, pada saat ini ada designer yang membuat beskap dari kain bermotif.

Akan tetapi sebenarnya, jika menurut aturannya beskap harus polos dan tidak bermotif dan biasanya berwarna gelap, antara hitam, biru dongker, coklat tua, dan lain sebagainya. Pakaian adat ini hanya akan digunakan saat acara resmi.

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Memahami Kedalaman Makna Melalui Analisis Wacana Tekstual dan Kontekstual

Dunia linguistik dan studi sastra, analisis wacana tekstual dan kontekstual memainkan peran penting dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam sebuah teks. Kedua pendekatan ini bekerja sama untuk menggali makna yang tersembunyi di balik kata-kata dan situasi yang dihadapi penulis. Melalui penerapan teknik-teknik analisis ini, kita dapat menemukan lapisan-lapisan makna yang dalam dan kompleks dari sebuah […]

0 0
Nova Ramadhani
3 tahun lalu • 2" baca

Kritikalitas Wacana Abad ke-21: Mengurai Kuasa dan Identitas

Analisis wacana kritis, sebuah alat penting dalam kerangka pemikiran kritis, telah menjadi kunci dalam memahami dinamika kuasa dan identitas dalam era globalisasi abad ke-21. Dalam konteks ini, kajian semacam ini menjadi semakin relevan karena pergeseran struktur sosial, politik, dan budaya yang meluas.             Analisis wacana kritis memberdayakan kita untuk melihat di balik kata-kata dan teks-teks […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Analisis Tekstual dan Kontekstual

Analisis wacana tekstual dan kontekstual adalah pendekatan dalam mempelajari teks yang melibatkan pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam teks itu sendiri (wacana tekstual) dan pemahaman terhadap konteks sosial, budaya, dan historis di mana teks tersebut dihasilkan (konteksual). Dalam analisis wacana tekstual, fokusnya adalah pada struktur, gaya, dan penggunaan bahasa dalam teks. Ini melibatkan memeriksa elemen-elemen […]

0 0
Wiwid Anggriawan
3 tahun lalu • 5" baca

Dua Hal yang Bermakna

  DUA HAL YANG BERMAKNA Aku adalah aku, aku bukan dia dan dia bukan aku. Hehehhe… perkenalkan namaku adalah Wiwid Anggriawan. Aku lahir di salah satu kota di sebuah daerah istimewa di pantai selatan yang bernama Bantul sekitar 36 tahun yang lalu. Aku sedikit ingin bercerita tentang diriku yang mungkin sedikit “unik” dari dua hal […]

0 0
3 tahun lalu • 2" baca

Harmoni Keragaman: Kisah Persahabatan yang Saling Melengkapi

     Di sebuah kelas SD yang penuh tawa, terdapat kisah mengharukan tentang persahabatan yang tak tergoyahkan antara dua siswi, Aisyah dan Kirana. Perbedaan yang mencolok terletak pada kemampuan masing-masing. Aisyah mahir dalam bahasa Inggris, sedangkan Kirana memiliki kemampuan istimewa dalam menggambar dan kreativitas.      Dalam menjalani tugas-tugas sekolah, Aisyah dan Kirana menjadi teman […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan