Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

MENGURANGI PORSI MAKAN AGAR BERAT BADAN TETAP IDEAL

Noer Ima Kaltsum
24 Jul 2018 · 3" baca
WhatsApp Facebook Twitter

MENGURANGI PORSI MAKAN AGAR BERAT BADAN TETAP IDEAL

Akhir-akhir ini banyak postingan di sosmed yang saya baca tentang BB ideal wanita sholehah. Entah itu sifatnya hanya bercanda atau tidak, bagi saya pribadi tidak perlu untuk dibahas.

Sejak kecil, berat badan saya selalu berada di bawah standar BB ideal. Saya kelihatan sangat kurus. Akan tetapi saya tetap sehat dan ceria. Berbadan kurus bukan berarti sakit-sakitan. Mungkin karena memang badan saya tidak bisa gemuk sehingga makan seberapa pun tetap saja tidak gemuk.

Saat menikah, BB dan tinggi badan saya juga belum seimbang. Setelah menikah kemudian hamil, saya membaca-baca buku yang diberikan oleh bidan. Saya sangat memperhatikan pada hal lingkar lengan atas minimal pada saat hamil sampai akan melahirkan. Ukuran lingkar lengan atas ini menunjukkan BB Ibu hamil tidak terlalu kurus.

Alhamdulillah, pada usia kandungan 8 bulan, BB saya mencapai 57 kg. Itu artinya ada kenaikan BB sebesar 18 kg. Berarti BB saya ketika menikah berapa dong? Silakan dihitung sendiri.

Setelah saya melahirkan, menyusui, kurang tidur pada malam hari, BB saya turun drastic. Bahkan saat anak saya semakin besar, BB saya bertahan maksimal pada angka 45. Setelah memiliki anak dan kurang tidur, saya sering terserang tekanan darah rendah.

Ketika hamil anak saya yang kedua, BB saya hanya naik sekitar 6-7 kg. Setelah anak kedua lahir, menyusui dan kurang tidur pada malam hari, BB saya sekitar 47 kg. prinsip saya, yang penting saya sehat dan tidak gampang sakit.

Setelah anak saya yang kedua sudah semakin besar, sekarang BB saya di atas 50 kg dan kondisi saya sehat. Meskipun saya sudah merasa gemuk (berdasarkan ukuran baju lama yang semakin kekecilan), di mata orang lain saya tetap kelihatan langsing.

00000

Saya tidak terpengaruh pendapat orang tentang BB. Bagi saya, yang penting saya sehat. Mau dibilang kurus, gemuk, sholehah atau tidak sholehah yang penting saya sehat dan beribadah secara istiqomah. Bilamana BB saya dianggap berlebihan dan saya termasuk kategori (bukan istri) sholehah, saya cukup tersenyum.

Menjadi istri sholehah bukan diukur berdasarkan BB. Misalnya BB saya lebih dari 50 dan dianggap gemuk, berarti saya bisa menunjukkan kalau suami benar-benar “ngopeni” makan saya. Perlu diketahui, setelah memiliki dua anak, saya sering nyinden “EMAN-EMAN”.

Nasi di mejikom tinggal sedikit, eman-eman kalau dibuang. Anak makan berat tidak habis (tinggal sedikit), eman-eman kalau dibuang begitu saja. Tahu, tempe, bakwan dan camilan lain tinggal seciul, eman-eman untuk diberikan pada ayam. Karena sering nyinden inilah, BB saya dapat dikatrol naik.

Oleh sebab itu, wajar bila saya tidak perlu mengkonsumsi makanan penambah nafsu makan. Saya cukup makan secara teratur dengan porsi secukupnya. Saya tidak memaksakan diri untuk langsing dengan BB kurang dari 50 kg.

Saya kira wajar-wajar saja bila perempuan pernah hamil dan melahirkan (apalagi kalau anaknya banyak), BB-nya akan naik dan tubuhnya gemuk. Bila Ibu-ibu lebih percaya diri bila tubuhnya langsing, maka boleh menjalani diet asal tidak terlalu ketat. Jangan sampai diet kebablasan sehingga tubuh menjadi kurus kering dan tidak sehat.

Semoga bermanfaat.
Karanganyar, 24 Juli 2018

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
5 tahun lalu • 4" baca

Bahaya Mengkonsumsi Obat Terlalu Banyak

Konsumsi obat memang diperlukan untuk menyembuhkan penyakit yang ada didalam diri kita. Namun tahukah anda bahwa konsumsi obat yang berlebihan bukan hal yang baik bagi kesehatan tubuh. Obat yang seharusnya menjadi perantara penyembuhan justru dapat berbalik menjadi racun bagi tubuh saat obat dikonsumsi secara berlebihan. Konsumsi yang berkepanjangan selama bertahun tahun dapat menghadirkan penyakit penyakit […]

0 0
Muamar Khadapi
5 tahun lalu • 3" baca

Treating Acne at Home: Save Your Money!

Is acne your problem? You do not have to consider it as a problem. There are more things to prioritize and not letting that acne bother you that much for it would not help at all.    Well, another point we have to consider is how to treat acne.    With the treatment, money matters. […]

0 0
5 tahun lalu • 4" baca

Pengobatan Ala Islam di RS Medical Hacking

Pengobatan sebetulnya adalah sebuah kebudayaan atau tradisi untuk menyelamatkan diri dari penyakit yang sedang menyerang. Pengobatan ini tidak hanya dipengaruhi oleh ilmu pengetahuan semata, namun juga dipengaruhi oleh keyakinan, kepercayaan, lingkungan, dan kebiasaan. Maka kita akan menemukan pengobatan ala China yang menggunakan berbagai metode sesuai dengan tradisi China, atau pengobatan ala Islam yang menggunakan berbagai […]

0 0
Zamhari S, Kom. I
5 tahun lalu • 3" baca

Cara Mengobati Katarak dengan Daun Sirsak

Katarak menjadi salah satu penyakit mata yang mungkin terjadi di pada setiap orang. Tidak hanya orang tua, katarak bisa juga terjadi pada anak muda, beberapa kasus bahkan terjadi pada bayi. Ada cara mengobati katarak dengan daun sirsak yang bisa Anda coba. Ada beberapa tanda seseorang mengalami katarak, misalnya mengalami penurunan dalam fungsi penglihatan, timbulnya lapisan […]

0 0
Candra Bi
5 tahun lalu • 4" baca

Karihome Susu Kambing Formula Untuk Anak Pertama di Indonesia

Karihome, produk susu kambing formula untuk anak pertama di Indonesia resmi diluncurkan pada Sabtu, 18 Desember 2021. Di tengah suasana pandemi, acara peluncuran dilakukan secara virtual dan diikuti oleh ibu-ibu dari rumah saja. Meski demikian, acara tersebut dikemas dengan menarik dan edukatif dengan menghadirkan para narasumber dari dalam dan luar negeri. Karihome adalah merek keluaran […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan