Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Mahalnya Nikmat Sehat

Noer Ima Kaltsum
09 Sep 2017 · 3" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Mahalnya Nikmat Sehat

Harta paling berharga yang saya miliki adalah dua anak saya, Dhenok dan Thole. Dengan segala cara, saya akan berusaha sedekat mungkin dengan mereka. Kalau sekarang saya harus mengikuti jam sekolah lima hari sekolah, itu artinya saya bisa bertemu dengan anak-anak pada sore hari.

Si kecil (Thole) pulang sekolah sebelum jam sebelas. Oleh karena itu, saya harus menjemput si kecil terlebih dahulu lalu saya antar ke Taman Penitipan Anak. Bila sore telah tiba dan saya sudah selesai mengajar maka saya akan menjemput si kecil. Biasanya, saya memberikan perhatian lebih besar pada kegiatan makan siang dan sore.

Demikian juga kalau Dhenok sudah pulang sekolah, pertama kali yang saya tanyakan (sesudah shalatnya) adalah makannya. Kalau sudah bertemu dengan keluarga dan ngobrol di samping rumah, saya perhatikan fisik anak saya. Lesu atau bugarkah, mengantuk atau segarkah, sehat atau sakitkah? Mengapa ini menjadi perhatian saya? Sebab kekhawatiran saya bisa berlebihan kalau anak-anak sakit.

Kekhawatiran saya sama dengan kekhawatiran kedua orang tua saya ketika saya kecil sering sakit ringan. Kekhawatiran yang lumrah, tapi sebagian orang mengatakan berlebihan. Ada alasan mengapa saya khawatir dengan kondisi anak-anak ketika sakit. Intinya, saya merasa diberi amanah oleh Allah. Saya akan merawat sekuat tenaga.

Saya pernah merasa bersalah ketika Dhenok (waktu itu 2 tahun, tahun 2002) mengalami muntah secara berlebihan dan masuk rumah sakit. Ketika Dhenok kelas X SMA, dia harus menjalani operasi tumor bibir (bahasa orang awam yaitu kutil di bibir). Si kecil saat masih bayi keluar masuk (opname) rumah sakit sampai 4 kali. Ketika TK menjalani pemasangan dan pelepasan platina karena tangannya patah.

Dengan demikian, saya ekstra hati-hati menjaga kedua anak saya. Jangan sampai sakit! Agar tetap sehat maka saya benar-benar memperhatikan makannya.

Pagi tadi saya mencetak buku rekening di bank yang ada di rumah sakit. Selesai mencetak burek, saya bergegas meninggalkan ruang tunggu. Saya melihat seseorang, sepertinya saya pernah mengenalnya. Saya ragu-ragu, mau menyapa atau membiarkan orang tersebut pergi. Rupanya, orang tersebut juga ragu (sempat melihat saya dan menghentikan langkahnya).

Dengan keberanian saya, saya memanggil orang tersebut yang berjalan di depan saya.
“Mas, apakah panjenengan dulu sekolah di Tunas Muda?”
“Iya, buk.”
“Saya, Bu Ima.”

Setelah berbasa-basi, akhirnya saya tahu Mas Larno murid saya itu anaknya sedang dirawat di rumah sakit. Anak Mas Larno berumur 2 bulan (masih imut sekali), di lehernya ada benjolan. Karena Mas Larno kelihatan buru-buru maka saya tidak banyak bertanya.

“Semoga adik cepat sembuh, Mas Larno.”
“Matur nuwun doanya, Bu.”

Laki-laki muda itu berlalu meninggalkan saya. Lidah saya kelu, sampai di tempat parkir mata saya berkaca-kaca. Saya jadi ingat ketika kedua anak saya dipasang infus lalu saya harus menggendong dan jalan-jalan karena mereka rewel.

Nikmat sehat, begitu mahal harganya. Maka bersyukurlah, jangan kufur. Kalau kita sudah diberi banyak nikmat, limpahan rezeki, anak yang sehat, keluarga yang bahagia berkecukupan, lalu “Nikmat manakah yang kamu dustakan?”

Tulisan ini hanyalah sarana mengingatkan diri sendiri agar selalu syukur nikmat.
Karanganyar, 9 September 2017

Sumber:
http://www.noerimakaltsum.com/2017/09/mahalnya-nikmat-sehat.html

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
5 tahun lalu • 4" baca

Bahaya Mengkonsumsi Obat Terlalu Banyak

Konsumsi obat memang diperlukan untuk menyembuhkan penyakit yang ada didalam diri kita. Namun tahukah anda bahwa konsumsi obat yang berlebihan bukan hal yang baik bagi kesehatan tubuh. Obat yang seharusnya menjadi perantara penyembuhan justru dapat berbalik menjadi racun bagi tubuh saat obat dikonsumsi secara berlebihan. Konsumsi yang berkepanjangan selama bertahun tahun dapat menghadirkan penyakit penyakit […]

0 0
Muamar Khadapi
5 tahun lalu • 3" baca

Treating Acne at Home: Save Your Money!

Is acne your problem? You do not have to consider it as a problem. There are more things to prioritize and not letting that acne bother you that much for it would not help at all.    Well, another point we have to consider is how to treat acne.    With the treatment, money matters. […]

0 0
5 tahun lalu • 4" baca

Pengobatan Ala Islam di RS Medical Hacking

Pengobatan sebetulnya adalah sebuah kebudayaan atau tradisi untuk menyelamatkan diri dari penyakit yang sedang menyerang. Pengobatan ini tidak hanya dipengaruhi oleh ilmu pengetahuan semata, namun juga dipengaruhi oleh keyakinan, kepercayaan, lingkungan, dan kebiasaan. Maka kita akan menemukan pengobatan ala China yang menggunakan berbagai metode sesuai dengan tradisi China, atau pengobatan ala Islam yang menggunakan berbagai […]

0 0
Zamhari S, Kom. I
5 tahun lalu • 3" baca

Cara Mengobati Katarak dengan Daun Sirsak

Katarak menjadi salah satu penyakit mata yang mungkin terjadi di pada setiap orang. Tidak hanya orang tua, katarak bisa juga terjadi pada anak muda, beberapa kasus bahkan terjadi pada bayi. Ada cara mengobati katarak dengan daun sirsak yang bisa Anda coba. Ada beberapa tanda seseorang mengalami katarak, misalnya mengalami penurunan dalam fungsi penglihatan, timbulnya lapisan […]

0 0
Candra Bi
5 tahun lalu • 4" baca

Karihome Susu Kambing Formula Untuk Anak Pertama di Indonesia

Karihome, produk susu kambing formula untuk anak pertama di Indonesia resmi diluncurkan pada Sabtu, 18 Desember 2021. Di tengah suasana pandemi, acara peluncuran dilakukan secara virtual dan diikuti oleh ibu-ibu dari rumah saja. Meski demikian, acara tersebut dikemas dengan menarik dan edukatif dengan menghadirkan para narasumber dari dalam dan luar negeri. Karihome adalah merek keluaran […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan