Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

‘WACANA’ LITERASI MEDIA

Sitio Ahiria Ocha
19 Mei 2016 · 3" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Literasi media seringkali menjadi pembahasan dikalangan Dosen, Mahasiswa maupun Media. Maraknya kasus anak-anak yang terpengaruh oleh media hingga mengakibatkan tindak kriminal membuat kaum terpelajar memutar otak agar menemukan cara supaya masyarakat mengkonsumsi media secara sehat. Benar saja, dalam Lomba Debat di kampus saya, IAIN Surakarta (12/04/2016) ada tema tentang Literasi Media. Semua dibahas tuntas tentang bagaimana menggalakkan Literasi Media. Dalam pembahasan tersebut pelaku Literasi Media bukan hanya konsumen dari media ataupun KPI saja, sebab tanpa ada usaha dari media-pun Lierasi tidak akan berjalan. Membicarakan media pada bulan April lalu, ATVSI (Asosiasi Televisi Swasta Indonesia) mengadakan seminar di Graha Saba UGM. Ditengah acara tersebut banyak pembahasan dan komentar oleh audien kepada media. Pihak Media mengutarakan tentang cara media menjalankan Literasi salah satunya membuat video lagu kebangsaan. Selain itu, audien-pun memberi masukan agar televisi menyajikan program yang bermanfaat, bukan film-film yang tidak ada maknanya. Mendapatkan komentar tersebut, pihak ATVSI berterimakasih atas komentar salah satu audien seminar itu, dan akan memperbaikinya. Kenyataannya sampai bulan Mei ini, belum ada pembenahan dari program yang dikritik itu.
Literasi media sudah lama dikenal dari telinga ke telinga, bahkan Literasi media sudah dimulai sejak tahun 1900-an, namun di Indonesia sendiri realisasinya belum terlihat dan nyaris tak terlihat. Malah saling lempar kesalahan. Masyarakat hanya mengkritik media tanpa membatasi diri dan menyaring perihal program yang dikonsumsinya, media tidak sedikitpun merasa bersalah karena alasan program-program yang ditayangkan sesuai dengan selera masyarakat, KPI tak mau kalah karena ia sudah membuat peraturan-peratura yang ada di 3P dan SPS. Lalu siapa peran bersalah disini?. Pada debat Komunikasi yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan KPI IAIN Surakarta untuk memperingati Hari KPI tersebut mendiskusikan mengapa selama ini Literasi Media kurang berhasil. Sebenarnya keberhasilan untuk mewujudkan sesuatu tidak bisa instan, semua membutuhkan proses. Dan bukan hanya satu pihak saja yang menjalankan, seperti dalam pembuatan film semua butuh kerja sama. Sebab tidak akan ada cerita tanpa penulis, tidak akan ada tokoh tanpa pemeran, tidak ada film yang tertata tanpa editor. Begitupun dalam Literasi Media, Mayarakat mulai sadar dan merubah darii Konsumen pasif menjadi konsumen aktif, Media sebagai Penyaji tidak serta merta 100% menjadikan selera masyarakat sebagai patokan penyajian program, karena sebuah program yang digemari masyrakat tentu saja program yang terlebih dulu dirancang oleh media, oleh karena itu masyarakat bisa memilih antara suka atau tidak suka terhadap program. Perumpamaan disebuah restoran, konsumen akan makan di restoran tersebut karena restoran tersebut sudah memasang menu-menu makanan karena itu konsumen berdatangan hingga berlangganan. begitupun KPI harus lebih tegas dalam pengawasannya. Selain masyarakat, media dan KPI ada satu bagian penting dalam suksesnya Literasi Media, yaitu Lembaga Pendidikan, anak-anak sebagai tunas bangsa memerlukan Pendidikan Media di sekolah. Semua akan lengkap jika dunia pendidikan ikut andil didalamnya. Ketika Literasi Media ditanamkan sejak dini baik lingkup keluarga maupun lingkup sekolah, akan menumnbuhkan jiwa yang melek media. jiwa yang melek media menjadi harapan agar masyarakat bisa dengan bijak menggunakan dan mengkonsumsi isi dari program-program yang disediakan.

Tags: #media

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
4 bulan lalu • 2" baca

Magang di BPK DIY, Mahasiswa Ilmu Sejarah UNS Belajar Tari dan Gamelan

JOGJA — Mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, yang tergabung dalam kegiatan magang sekaligus rekognisi KKN di Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), berpartisipasi aktif dalam penyelenggaraan pelatihan kesenian tradisional di kawasan Dalem Jayadipuran.   Pelatihan yang berlangsung selama empat minggu ini meliputi seni tari, karawitan […]

0 0
Candra Bi
6 tahun lalu • 3" baca

Cara Membeli Kaki Palsu Untuk Anda Yang Tinggal Di Daerah

Seorang yang kehilangan kaki berawal dari bermacam wilayah di Indonesia terhitung pasien kaki palsu di daerah terpencil atau pun pinggir kota. Penjual kaki palsu di mempunyai tujuan untuk mempermudah pasien di wilayah itu untuk memperoleh kaki palsu yang terbaik. Sebagai penjual kaki palsu di indinesia,  Kurnia Putra Ortopedi layani pemesanan pasien di semua teritori di […]

0 0
Denis Listiadi
6 tahun lalu • 3" baca

Cara Download Video TikTok Tanpa Watermark

Langsung saja, TikTok adalah aplikasi berbagi video yang sedang trending di era saat ini. Itulah sebabnya banyak orang membagikan video TikTok yang lucu dan informatif melalui WhatsApp atau platform lainnya. Namun, sebagian besar TikTok menerapkan watermark setiap kali video pengguna dibagikan. Jika Anda mencoba untuk membagikan atau memposting ulang video dari TikTok, Anda akan melihat […]

0 0
Bunga Dessyta Prameswari
6 tahun lalu • 4" baca

HUT Ke-75 RI Saat Covid 19 Terkait Teori Etika dan Islam

Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-75 pada 17 Agustus 2020 akan sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kini Indonesia tengah berjuang untuk melawan pandemi Covid 19 yang sampai saat ini masih mewabah. Upacara kemerdekaan yang biasanya dilakukan di Istana Merdeka dengan penuh kemeriahan, namun sekarang dilakukan secara terbatas dan online.             Perbedaan yang akan terjadi pada […]

0 0
fernando
6 tahun lalu • 3" baca

6 Tips Agar Belajar Online Semakin Lebih Optimal Bagi Anda

Merangkum dari halaman resmi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI Berbagi, 6 tips ini adalah:  1. Motivasi diri  Buat motivasi untuk belajar dengan cara-cara berikut: Buat perjanjian dengan diri sendiri jika Anda hanya dapat melakukan kegiatan favorit Anda (seperti menonton atau bermain game) setelah semua target pembelajaran telah tercapai. Tulis dan tampilkan ungkapan motivasi favorit Anda […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan