Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Inilah Madrasahnya Orang Singapura

Evy Sofia
06 Nov 2015 · 4" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Beberapa waktu yang lalu, beberapa murid dan guru SMP Islam Al Azhar 21 Solo Baru mendapat kesempatan berkunjung ke Singapura. Kegiatan yang bertajuk Student Visit to Singapore 2015 ini diikuti oleh beberapa murid kelas 7 dan 8. Beberapa tempat menjadi tujuan yang kami kunjungi. Salah satu tempat yang menarik perhatian saya adalah Madrasah Al Juneid Singapura.

Madrasah Al Juneid merupakan salah satu sekolah Islam tertua di Singapura. Usia sekolah ini sudah menyentuh angka 88 tahun. Sudah banyak alumni sukses yang dihasilkan terutama dalam bidang agama Islam. Beberapa mufti (pemimpin agama Islam) di Singapura, Malaysia, dan Brunei Darusalam adalah lulusan Al Juneid. Hal ini tentu tidak mengherankan karena muatan pelajaran agama di sekolah ini sangat banyak, bahkan beberapa pembelajaran disampaikan dalam Bahasa Arab selain Bahasa Inggris dan Bahasa Melayu.

Desain kelas juga dirancang begitu nyaman untuk berdiskusi sehingga penyampaian pelajaran dari guru tidak terasa membosankan. Furnitur meja dan kursi dipilih dari bahan yang ringan agar mudah digeser ke pinggir bila guru mengadakan diskusi atau aktivitas fisik di kelas. Tak ada satu pun AC di ruang kelas. Hanya beberapa kipas angin yang berfungsi menyegarkan udara ada di dalam kelas. Begitu sederhana…

Kedisiplinan, kebersihan, dan keteraturan merupakan hal paling nyata yang terlihat begitu kami memasuki gedung sekolah berlantai lima yang terletak di Victoria Street ini. Untuk membersihkan seluruh area sekolah, pihak madrasah mempekerjakan tidak lebih dari lima tenaga kebersihan. Begitu hemat dan efisien, kan?

Kegiatan pagi hari diawali pada pukul 07.30 dengan ikrar dan tilawah pagi. Jumlah murid sebanyak 500 orang tidak sampai membuat guru kesulitan mendisiplinkan mereka. Semua berjalan dengan tertib. Murid senior yang bertugas menyiapkan dan bertanggung jawab pada kesuksesan jalannya ikrar pagi. Pidato dalam Bahasa Arab dan tilawah Al Quran menjadi hal rutin yang ditampilkan oleh murid tiap pagi. Yang paling menarik adalah ikrar pagi berisi pula dengan kalimat yang menunjukkan kebanggaan dan kecintaan mereka sebagai warga negara Singapura.

Sebagai sebuah sekolah Islam, Madrasah Al Juneid membatasi interaksi antar murid berbeda jenia kelamin secara bebas. Kelas diatur secara terpisah untuk murid putra dan putri. Tangga untuk murid putra dan putri pun dibuat berbeda.

Penghormatan terhadap guru menjadi nilai tambah bagi civitas akademika di Al Juneid. Setiap kali guru masuk ke dalam kelas, murid berdiri untuk menyambut. Ketua kelas bertugas untuk membukakan pintu bagi guru yang hendak mengajar di kelas tersebut. Lift yang ada di sekolah pun hanya diperuntukkan bagi guru. Bukan sebagai wujud egoisme, namun inilah bentuk penghormatan terhadap guru.

Wujud kedisiplinan lain tampak jelas di waktu istirahat. Budaya antri saat membeli makanan begitu mendarah daging di kalangan murid Madrasah Al Juneid. Tak ada murid yang berupaya berebut giliran walau rasa lapar mendera mereka. Acara menikmati makanan dilakukan dengan santun tanpa ada canda tawa berlebihan. Setelah selesai makan, semua piranti makan mereka kembalikan di ember yang telah disediakan di depan kantin. Hal-hal kecil seperti ini membuat suasana kantin yang bersih tanpa seekor pun lalat ini semakin menyenangkan.

Budaya sekolah di madrasah ini juga mengagumkan. Semua murid menggunakan seragam yang sederhana namun tampak berkarisma. Murid putra memakai seragam dan dasi yang hampir sama dengan murid SMP di Indonesia, sedangkan murid putri menggunakan gamis warna biru tua dan jilbab lebar berwarna putih. Pita yang dijahitkan di jilbab menunjukkan identitas murid. Pita satu menunjukkan murid duduk di kelas satu, pita dua menunjukkan murid duduk di kelas dua, dan pita tiga menunjukkan murid duduk di kelas tiga. Sepatu yang dikenakan pun sederhana dan polos. Warna hitam dan warna putih adalah warna sepatu yang diijinkan bagi seluruh murid di sana.

Impresi yang mengagumkan lainnya adalah saat Sholat Dhuhur berjamaah dilaksanakan. Lagi-lagi kehadiran guru sebagai pengawas jalannya ibadah sangat minim, namun hal itu tidak menjadikan murid bersikap seenaknya sendiri. Murid senior bertindak sebagai imam bagi teman dan adik kelasnya. Semua murid mengikuti ibadah dengan tertib, mulai dari wudhu hingga dzikir setelah sholat.

Dengan kualitas yang demikian tidak mengherankan bila murid Madrasah Al Juneid Singapura mampu meraih prestasi hingga ke level internasional. Beberapa kali murid sekolah ini memenangkan lomba debat baik debat berbahasa Arab maupun debat berbahasa Inggris. Lulusan madrasah ini pun banyak yang melanjutkan studi ke berbagai universitas ternama di dunia, baik universitas umum ataupun universitas berbasis agama Islam seperti Al Azhar Kairo, Mesir.

Rasa-rasanya tak habis mengagumi madrasah ini. Semoga segala kebaikan yang kami dapat di sana dapat pula kami terapkan di Indonesia.

sumber: www.kompasiana.com/evysofia

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
4 bulan lalu • 2" baca

Magang di BPK DIY, Mahasiswa Ilmu Sejarah UNS Belajar Tari dan Gamelan

JOGJA — Mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, yang tergabung dalam kegiatan magang sekaligus rekognisi KKN di Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), berpartisipasi aktif dalam penyelenggaraan pelatihan kesenian tradisional di kawasan Dalem Jayadipuran.   Pelatihan yang berlangsung selama empat minggu ini meliputi seni tari, karawitan […]

0 0
Candra Bi
6 tahun lalu • 3" baca

Cara Membeli Kaki Palsu Untuk Anda Yang Tinggal Di Daerah

Seorang yang kehilangan kaki berawal dari bermacam wilayah di Indonesia terhitung pasien kaki palsu di daerah terpencil atau pun pinggir kota. Penjual kaki palsu di mempunyai tujuan untuk mempermudah pasien di wilayah itu untuk memperoleh kaki palsu yang terbaik. Sebagai penjual kaki palsu di indinesia,  Kurnia Putra Ortopedi layani pemesanan pasien di semua teritori di […]

0 0
Denis Listiadi
6 tahun lalu • 3" baca

Cara Download Video TikTok Tanpa Watermark

Langsung saja, TikTok adalah aplikasi berbagi video yang sedang trending di era saat ini. Itulah sebabnya banyak orang membagikan video TikTok yang lucu dan informatif melalui WhatsApp atau platform lainnya. Namun, sebagian besar TikTok menerapkan watermark setiap kali video pengguna dibagikan. Jika Anda mencoba untuk membagikan atau memposting ulang video dari TikTok, Anda akan melihat […]

0 0
Bunga Dessyta Prameswari
6 tahun lalu • 4" baca

HUT Ke-75 RI Saat Covid 19 Terkait Teori Etika dan Islam

Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-75 pada 17 Agustus 2020 akan sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kini Indonesia tengah berjuang untuk melawan pandemi Covid 19 yang sampai saat ini masih mewabah. Upacara kemerdekaan yang biasanya dilakukan di Istana Merdeka dengan penuh kemeriahan, namun sekarang dilakukan secara terbatas dan online.             Perbedaan yang akan terjadi pada […]

0 0
fernando
6 tahun lalu • 3" baca

6 Tips Agar Belajar Online Semakin Lebih Optimal Bagi Anda

Merangkum dari halaman resmi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI Berbagi, 6 tips ini adalah:  1. Motivasi diri  Buat motivasi untuk belajar dengan cara-cara berikut: Buat perjanjian dengan diri sendiri jika Anda hanya dapat melakukan kegiatan favorit Anda (seperti menonton atau bermain game) setelah semua target pembelajaran telah tercapai. Tulis dan tampilkan ungkapan motivasi favorit Anda […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan