Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Hikayat Kenaikan

Priastriana nur
18 Mei 2016 · 4" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Tahun ini perayaan Isra Mi’raj lebih berwarna karena berbarengan dengan perayaan Kenaikan Isa Al Masih yang dirayakan oleh umat Nasrani. Banyak kesamaan pada dua perayaan besar tersebut. Sama-sama dirayakan oleh umat beragama yang pemeluknya menjadi mayoritas di Indonesia. Yang kedua, sama-sama dirayakan pada tanggal lima Mei untuk kalender masehi. Dan sama-sama merayakan kenaikan.

Kenaikan dalam perayaan Isra Mi’raj maupun dalam perayaan kenaikan Isa Al Masih merepresentasikan terangkatnya keluhuran budi dan kemuliaan seorang tokoh agama. Markus mencatat bahwa sesudah Tuhan Yesus menyampaikan pesan-pesan terakhir kepada murid-murid-Nya, terangkatlah ia ke sorga, lalu duduk disebelah kanan Allah (Markus 16:19). Perjalanan Nabi Muhammad juga disejarahkan oleh Allah melalui kitab-Nya, Al-Quran dalam surat al-Isra’ ayat pertama. Dalam Isra, Nabi Muhammad berangkat dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu dalam mi’raj, Allah naikkan Nabi Muhammad ke langit sampai ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi.

Sebagai mukmin, sudah seyogyanya mengimani sepenuh hati terhadap peristiwa Isra’ Mi’raj. Namun, perayaan kenaikan Isa Al Masih pun bukan suatu kesalahan yang harus di lawan sekuat tenaga. Perayaan hari besar dalam suatu agama yang tidak kita amini sudah seharusnya dijadikan momen bersejarah. Menyejarahkan peristiwa yang menjadi bagian dari peradaban dunia semacam kenaikan Isa Al Masih dan sejarah umat Nasrani atau umat lainnya, mari dijadikan hiasan pemikiran untuk mewarnai cakrawala pengetahuan.

Bukan masalah boleh tidaknya, halal haramnya. Peradaban umat non muslim memang harus dipahami sebagai suatu sejarah. Bukan berarti pula mengamini. Manusia bagian dari sejarah dan harus menjadi pelestari sejarah, bukan malah memberangus dan membumi hanguskan. Kenaikan Isa Al Masih menjadi sejarah naiknya seorang tokoh agama ke haribaan Allah karena pengorbanannya, dan wibawanya. Dan isra’ Mi’raj juga menjadi sejarah panjang yang harus dikenang umat Islam. Sejarah untuk melenyapkan kesedihan Nabi Muhammad karena kehilangan tumpuan hidup.

Salat yang menjadi ibadah wajib seorang muslim pun tak luput dari bagian sejarah Isra Mi’raj. Konsisten menjalankan ibadah salat lima waktu dengan berjamaah, membiarkan seorang beragama menjalankan kegiatan keagamaannya dan merayakan perayaan hari besar agamanya berarti kita telah merawat dan melestarikan sejarah. Pun melindungi sejarah dari tangan-tangan jahil manusia-manusia modern berotak abad jahiliyah yang akan merusak sejarah dan peradabannya untuk menjadi hikayat anak dan cucu kita.

Sejarah Isra dan Mi’raj juga diabadikan dalam kitab Maulid al-Barzanji karangan Sayyid Ja’far Bin Husain Bin Abdul Karim al-Barzanji. Dengan syair yang indah, Sayyid Ja’far al-Barzanji selain menuliskan bagaimana perjalanan Nabi Muhammad SAW ber-Isra dan Mi’raj yang banyak muslim ketahui selama ini, Sayyid Ja’far al-Barzanji juga menuliskan pertemuan antara para Nabi dengan Nabi Muhammad dari langit pertama hingga langit ketujuh.

Dengan ruh dan jasad yang sadar Nabi Muhammad dinaikkan ke langit pertama bertemu dengan Nabi Adam as dalam keadaan yang agung. Di langit kedua bertemu dengan Nabi Isa dan Nabi Yahya. Lalu dilangit ketiga bersua dengan Nabi Yusuf dalam keadaan sangat tampan. Naik pada langit keempat melihat Nabi Idris yang derajat dan tempatnya ditinggikan oleh Allah SWT. Nabi Muhammad bertemu Nabi Harun yang disukai oleh Bani Israil di langit kelima. Dan di langit keenam melihat Nabi Musa yang pernah menerima firman-Nya secara langsung. Terakhir di langit ke tujuh bertemu Nabi Ibrahim.

Pertemuan Nabi Muhammad dengan para Nabi yang tidak dapat diterima secara akal sehat memang harus diimani oleh seluruh umat Islam. Pun dengan pengorbanan Nabi Muhammad yang harus meminta ‘dispensasi’ untuk salat wajib yang seharusnya dijalankan umat muslim sebanyak lima puluh kali menjadi lima kali sehari, harus menjadi sejarah yang dapat diceritakan secara turun temurun. Serta menjadi ladang untuk apresiasi umat muslim terhadap pengorbanan Nabi Muhammad dengan melaksanakan salat wajib lima waktu secara konsisten.

Kenaikan Isa al-Masih dan Nabi Muhammad mencerminkan pengorbanan mereka untuk umatnya didunia. Maka, selamat menghayati cerita tentang kenaikan. Semoga Allah menerima kehambaan dan penghambaan kita. Serta dihitung sebagai perawat hikayat kenaikan. Amin ya Rabb.

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
4 bulan lalu • 2" baca

Magang di BPK DIY, Mahasiswa Ilmu Sejarah UNS Belajar Tari dan Gamelan

JOGJA — Mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, yang tergabung dalam kegiatan magang sekaligus rekognisi KKN di Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), berpartisipasi aktif dalam penyelenggaraan pelatihan kesenian tradisional di kawasan Dalem Jayadipuran.   Pelatihan yang berlangsung selama empat minggu ini meliputi seni tari, karawitan […]

0 0
Candra Bi
6 tahun lalu • 3" baca

Cara Membeli Kaki Palsu Untuk Anda Yang Tinggal Di Daerah

Seorang yang kehilangan kaki berawal dari bermacam wilayah di Indonesia terhitung pasien kaki palsu di daerah terpencil atau pun pinggir kota. Penjual kaki palsu di mempunyai tujuan untuk mempermudah pasien di wilayah itu untuk memperoleh kaki palsu yang terbaik. Sebagai penjual kaki palsu di indinesia,  Kurnia Putra Ortopedi layani pemesanan pasien di semua teritori di […]

0 0
Denis Listiadi
6 tahun lalu • 3" baca

Cara Download Video TikTok Tanpa Watermark

Langsung saja, TikTok adalah aplikasi berbagi video yang sedang trending di era saat ini. Itulah sebabnya banyak orang membagikan video TikTok yang lucu dan informatif melalui WhatsApp atau platform lainnya. Namun, sebagian besar TikTok menerapkan watermark setiap kali video pengguna dibagikan. Jika Anda mencoba untuk membagikan atau memposting ulang video dari TikTok, Anda akan melihat […]

0 0
Bunga Dessyta Prameswari
6 tahun lalu • 4" baca

HUT Ke-75 RI Saat Covid 19 Terkait Teori Etika dan Islam

Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-75 pada 17 Agustus 2020 akan sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kini Indonesia tengah berjuang untuk melawan pandemi Covid 19 yang sampai saat ini masih mewabah. Upacara kemerdekaan yang biasanya dilakukan di Istana Merdeka dengan penuh kemeriahan, namun sekarang dilakukan secara terbatas dan online.             Perbedaan yang akan terjadi pada […]

0 0
fernando
6 tahun lalu • 3" baca

6 Tips Agar Belajar Online Semakin Lebih Optimal Bagi Anda

Merangkum dari halaman resmi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI Berbagi, 6 tips ini adalah:  1. Motivasi diri  Buat motivasi untuk belajar dengan cara-cara berikut: Buat perjanjian dengan diri sendiri jika Anda hanya dapat melakukan kegiatan favorit Anda (seperti menonton atau bermain game) setelah semua target pembelajaran telah tercapai. Tulis dan tampilkan ungkapan motivasi favorit Anda […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan