Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Diantara Film AADC 2 dan Fenomena Reuni Sekolah

Aditya Nur Yuslam
20 Mei 2016 · 5" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Bagi kita yang berstatus remaja pada tahun 2000 an awal pastilah sangat kenal dengan FILM yang berjudul Ada Apa Dengan Cinta (AADC) film yang bersegmentasi remaja (usia 12 – 25 tahun) ini memang timingnya sangat tepat kala itu dimana ketika film-film nasional sudah lesu darah dan kalah bersaing dengan film-film luar (Hollywood, Bollywood/India dan Hongkong).

Penonton domestik merindukan sebuah tontonan lokal yang bagus jalan ceritanya, membumi dan tidak vulgar plus seronok. Booming AADC ternyata memberikan efek cukup luas bagi produksi film nasional dan bahkan sampai dengan saat ini bisa dikatakan film lokal nasional dapat bersaing jumlah penikmatnya dengan film-film hollywood dan bahkan secara umum sudah meninggalkan popularitasnya film-film produksi India dan Hongkong.

Sedikit mencoba memberikan resume cerita tentang film AADC adalah film ber genre remaja dengan menampilkan tema khas anak muda SMA sepanjang masa yaitu bercerita seputar percintaan dan persahabatan. Dengan dukungan para pemain (kala itu) yang sedang naik daun, punya kharakter kuat dalam acting serta dibalut dengan alur cerita yang tidak boombastis alias membumi, menjadikan AADC dapat dengan mudah diterima oleh penikmat film tanah air.

Multiplyer effek AADC adalah dengan di rilis nya AADC dalam bentuk sinetron di layar kaca. Namun tayangan ini bisa dibilang tidak terlalu lama penayangnya karena akhirnya terjebak dalam rutinitas sinetron yang monoton dan terkesan bertele-tele (khas opera sabun) sehingga mendangkalkan kualitas dari isi ceritanya.

Saat ini kurang lebih 14 tahun kemudian setelah AADC publish di bioskop Indonesia, AADC 2 muncul kembali sebagai film lanjutan atas cerita yang tertunda di akhir eposide AADC. Di luar dugaan sambutan penikmat film luar biasa. Hal ini tidak lepas dari beberapa aspek di luar AADC yang sangat mendukung diantaranya :

1. Animo masyarakat untuk menonton bioskop sudah cukup tinggi jika dibandingkan periode tahun 2000 an dimana bioskop hampir mati suri ditinggalkan penontonnya yang berpindah ke VCD atau DVD.
2. Penonton-penonton AADC saat ini berada pada puncak karier (30 – 50 Tahun) dan mereka sebagian besar cukup nyaman untuk mengeluarkan sejumlah budget untuk menonton AADC 2
3. Segmentasi penonton muda (mandiri atau anak-anak dari penonton AADC) cukup banyak.
4. Waktu yang tepat ketika melounching pemutaran perdana dan kuatnya penyebaran informasi melalui social media

Secara garis besar, film ini sukses meraup keuntungan dari sisi finansial terbukti sampai dengan pekan ke 2 – 3, film ini masih saja dibanjiri penonton baik dewasa maupun muda. Dari segi cerita, penulis cerita dan pembuat skenario juga memberikan sajian yang tidak kalah istimewa. Istilahnya antara harapan penonton dan estimasi pembuat cerita klop dan bisa dibilang signifikan berbanding lurus.

Tema yang diangkat AADC 2 pun memang tidak lepas dari inti percintaan “yang menggantung” antara Rangga dan Cinta, dengan balutan cerita jatuh bangunnya persahabatan antara : Cinta, Mili, Maura dan Karmen. Penulis skenario sangat jeli melihat fenomena saat ini dimana kita ketahui bersama saat ini sedang booming kembali untuk bertemu dengan teman lama atau yang biasa kita kenal dengan REUNI.

Berbicara tentang reuni pastilah kita semua pernah merasakan dan mengikuti apa itu reuni baik yang skala besar (satu sekolah) ataupun kecil (satu kelas/satu temen main). Pertemuan kembali teman dan sahabat lama yang sudah terpisah ruang dan waktu. Ada banyak cerita yang bisa digali lagi dan di eksplorasi sehingga seakan-akan waktu kembali ketika kita masih seperti yang dulu.

Persis seperti di film AADC 2, reuni selalu tidak lepas dari kisah kasih dikala itu. Kalau kata orang CLBK alias Cinta Lama Bersemi Kembali. Membuka memory lama dalam bungkus reuni sudah pasti bisa menjadi “ngeri-ngeri sedap”. Tak terkecuali konflik lama yang sudah terkubur akan terbuka kembali. Reuni bagaikan membuka kotak PANDORA yang isi di dalamnya tidak terduga dan sangat mengejutkan. Kotak PANDORA bisa memberi kita sesuatu sesuai dengan harapan, namun tidak jarang kotak PANDORA berisi sesuatu yang membuat kita sangat menyesal.

REUNI dalam bungkusan yang bermacam-macam, saat ini reuni tidak hanya bisa dilaksanakan dengan membuat atau menggelar suatu acara namun bisa pula dirintis dengan membuat group di social media misalnya di Whatsapp Group, BBM Group ataupun Group di Facebook. REUNI menjadi wadah setiap insan untuk berkumpul dan menunjukkan eksistensi diri.

Sejauh pengamatan kami reuni ini bagaikan dua mata pisau yang bertolak belakang. Satu mata pisau memberikan efek positif namun dalam waktu yang bersamaan mata pisau yang lain memberikan pengaruh negatif. Dari pengaruhnya dapat kami simpulkan menjadi sebagai berikut :

• Positifnya REUNI
– Kita bisa menyambung tali silaturahim dengan teman lama
– Membawa kebahagian karena bertemu teman/sahabat lama yang lama hilang
– Menambah saudara/teman/kerabat dari yang dulunya ngga terlalu kenal jadi kenal akrab
– Saling membantu dalam ikatan persaudaraan REUNI
– Menambah informasi/pengetahuan dari berbagai latar belakang teman REUNI
– Ajang mencari jodoh (bagi yang masih single/duda/janda)
– Menambah jaringan bisnis dan rekan kerja

• Negatifnya REUNI
– CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali dan ajang mencari PIL/WIL
– Ajang pamer akan keberhasilan dia saat ini
– Berpotensi dimanfaatkan sebagian oknum untuk melancarkan penipuan atas dasar pertemanan REUNI
– Membuka luka lama atau memunculkan konflik baru karena perbedaan cara pandang/status sosial
– Menimbulkan persaingan kadang persaingan tidak sehat karena bersaing untuk menunjukkan dominasi eksistensi
– Menimbulkan tambahan biaya sosial baru misalnya biaya kumpul-kumpul, hang out bareng dll.

Jikalau kita bisa lebih seksama melihat film AADC 2 maka hampir semua aspek baik itu positif atau negatif telah tergambar dalam tayangan film tersebut dalam koridor pembahasan tentang REUNI. Contoh positif REUNI yang bisa diambil dari film AADC adalah bagaimana Cinta dkk membantu Karmen, bagaimana Mili, Maura dan Karmen memberikan suport kepada Cinta.

Sisi negatif REUNI dalam AADC 2 tergambar dari Cinta secara tidak sengaja membuka luka lama Karmen atau yang secara halus bisa kita lihat bagaimana Cinta Mili dan Maura pamer “secara sengaja atau tidak” keharmonisan keluarganya didepan Karmen. Dan konspirasi Mili, Maura dan Karmen “secara sengaja atau tidak sengaja” untuk memuluskan proses CLBK Cinta dan Rangga.

Terlepas dari cerita cinta AADC 2 dan baik buruknya REUNI, kita sadari bahwa fenomena itu memang ada dan jelas didepan mata kita, bahkan kita secara sadar atau tidak menjadi bagian dari fenomena tersebut. Memang perlu kiranya kita menyadari apa saja dampak positif dan negatif dari fenomena REUNI ini dan semoga kita semua bisa bersikap dewasa dalam mensikapi fenomena ini sehingga tidak terjebak dalam pengaruh negatif dari REUNI.

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
4 bulan lalu • 2" baca

Magang di BPK DIY, Mahasiswa Ilmu Sejarah UNS Belajar Tari dan Gamelan

JOGJA — Mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, yang tergabung dalam kegiatan magang sekaligus rekognisi KKN di Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), berpartisipasi aktif dalam penyelenggaraan pelatihan kesenian tradisional di kawasan Dalem Jayadipuran.   Pelatihan yang berlangsung selama empat minggu ini meliputi seni tari, karawitan […]

0 0
Candra Bi
6 tahun lalu • 3" baca

Cara Membeli Kaki Palsu Untuk Anda Yang Tinggal Di Daerah

Seorang yang kehilangan kaki berawal dari bermacam wilayah di Indonesia terhitung pasien kaki palsu di daerah terpencil atau pun pinggir kota. Penjual kaki palsu di mempunyai tujuan untuk mempermudah pasien di wilayah itu untuk memperoleh kaki palsu yang terbaik. Sebagai penjual kaki palsu di indinesia,  Kurnia Putra Ortopedi layani pemesanan pasien di semua teritori di […]

0 0
Denis Listiadi
6 tahun lalu • 3" baca

Cara Download Video TikTok Tanpa Watermark

Langsung saja, TikTok adalah aplikasi berbagi video yang sedang trending di era saat ini. Itulah sebabnya banyak orang membagikan video TikTok yang lucu dan informatif melalui WhatsApp atau platform lainnya. Namun, sebagian besar TikTok menerapkan watermark setiap kali video pengguna dibagikan. Jika Anda mencoba untuk membagikan atau memposting ulang video dari TikTok, Anda akan melihat […]

0 0
Bunga Dessyta Prameswari
6 tahun lalu • 4" baca

HUT Ke-75 RI Saat Covid 19 Terkait Teori Etika dan Islam

Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-75 pada 17 Agustus 2020 akan sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kini Indonesia tengah berjuang untuk melawan pandemi Covid 19 yang sampai saat ini masih mewabah. Upacara kemerdekaan yang biasanya dilakukan di Istana Merdeka dengan penuh kemeriahan, namun sekarang dilakukan secara terbatas dan online.             Perbedaan yang akan terjadi pada […]

0 0
fernando
6 tahun lalu • 3" baca

6 Tips Agar Belajar Online Semakin Lebih Optimal Bagi Anda

Merangkum dari halaman resmi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI Berbagi, 6 tips ini adalah:  1. Motivasi diri  Buat motivasi untuk belajar dengan cara-cara berikut: Buat perjanjian dengan diri sendiri jika Anda hanya dapat melakukan kegiatan favorit Anda (seperti menonton atau bermain game) setelah semua target pembelajaran telah tercapai. Tulis dan tampilkan ungkapan motivasi favorit Anda […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan