Bergabung untuk menulis & berinteraksi

Tampilan

Darwin!! kami ini manusia atau kera?

damarjati
13 Apr 2016 · 3" baca
WhatsApp Facebook Twitter

Darwin, melalui eksperimen dan observasinya selama puluhan tahun ke hampir seluruh penjuru dunia, secara tegas berani berteori bahwa manusia adalah evolusi dari kera. Bahwa “kita” yang sekarang dulunya adalah manusia kera yang telah mengalami struggle-existence (pertarungan untuk hidup), adaptability (kodrat menyesuaikan diri), dan natural selection (seleksi alam).

Orang-orang dengan strata pendidikan alakadarnyapun akan sangat tersinggung ketika nenek moyangnya berjuta tahun lalu disamakan dengan kera (Jawa;kethek). Secara kasat mata, pun akal budi manusia akan menyadari perbedaan dua spesies itu sangat jauh, bagaikan langit dan sumur bor!!

Tan Malaka dalam “Madilog” nya mencoba menyederhanakan pendapat Darwin; Segala jenis di bumi tidak terbikin, melainkan maju menurut hukum evolution (evolusi), hukum pertumbuhan, beribu dan berjuta tahun. Hukum itu menguasai tumbuhan dan hewan, seperti hukum Newton menguasai jalannya bintang dan bumi. Dari protein dan protoplasma sampai ke beberapa sel satu. Evolution tadi terjadi menurut hukum Kimia. Dari sel bertuna satu sampai ke tumbuh-tumbuhan, hewan dan manusia.

Darwin bukan ilmuwan dengan gagasan creation (Penciptaan). Maka, akan sangat sempit dan tidak elegan jika Darwin disanggah dengan logika ketuhanan.

Kita tidak usah repot-repot menyanggah Darwin, dialah yang kemudian secara “ilmiah” pula lewat judul “difficulties of the theory” mengajukan keraguan atas temuannya sendiri.

Mari kira telaah lagi; Seorang ilmuwan, total mengabdi pada ilmunya, secara meyakinkan berteori beserta puluhan fakta; lalu mulai ragu pada pendapatnya, goyah; dan akhirnya terkesan menggantungkan pendapatnya pada penelitian ilmiah yang lebih maju; dan yang didapati sekarang adalah kebalikannya. Temuan baru semakin sukses membuat “The origins of species” menjadi dongeng sebelum tidur.

Lucu atau ironis?

Dari lubuk hati penulis yang paling dalam. Darwin, Darwinisme, serta antek-anteknya adalah simbol kekalahan orang banyak, Darwin hanya kegagalan, bagi manusia yang terjajah gagasan yang kelewat rasional. Syahdan, Darwin menjadi ujung tombak gagalnya kemanusiaan.

Tapi, sebelum sempat bertanya langsung kepada Darwin, kita hanya bisa menebak-nebak; Apa sebenarnya maksud penelitian (lelucon) Darwin?
Jangan-jangan Darwin bukan ilmuwan? Atau Darwin ini sedang berpuisi-metafora?
Lamat-lamat terdengar suara Darwin di telinga kiri penulis. “Aku sudah minta satu masa kepada Tuhan untuk membuktikan pendapatku. Ingatlah lagi sifat organisme; lahir, berkembang, matang, membusuk secara perlahan dan mati. Aku hanya sedang berandai; dulu kalian pada tahap berkembang, secara substansial adalah manusia kera yang tidak bisa berjalan tegap. Sekarang sudah matang menjadi manusia yang berakal budi. Dengan akal kalian merancang teknologi, maju satu langkah ber-evolusi pasca matang. Kalian merancang alat-alat yang menjauhkan kaki pada fungsinya, menjauhkan mulut pada bicara di warung kopi, menjauhkan otak untuk berfikir, dan banyak hal lain. Kalian tau? Dari kejauhan, kalian sudah seperti kera yang kedua tangannya sibuk memegang mainannya, sesekali terlihat heran, tertawa, meringis dan mecucu ala kera gara-gara mainan itu. Dan kalian akan terus menyalahkan teori evolusiku sambil menikmati hasil peradaban, dan simbol-simbol pragmatisme yang lain, yang bikinan kalian. Yang mereduksi kemampuan genetik kalian menjadi setingkat kera. Pragmatisme apa bedanya dengan insting kera?”
“Kalian sudah dalam fase membusuk, tunggulah kematian kalian manusia, bukan sebagai manusia” Lanjutnya

Komentar ()

Urutkan:

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi dan menulis komentar.

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Semua
4 bulan lalu • 2" baca

Magang di BPK DIY, Mahasiswa Ilmu Sejarah UNS Belajar Tari dan Gamelan

JOGJA — Mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, yang tergabung dalam kegiatan magang sekaligus rekognisi KKN di Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), berpartisipasi aktif dalam penyelenggaraan pelatihan kesenian tradisional di kawasan Dalem Jayadipuran.   Pelatihan yang berlangsung selama empat minggu ini meliputi seni tari, karawitan […]

0 0
Candra Bi
6 tahun lalu • 3" baca

Cara Membeli Kaki Palsu Untuk Anda Yang Tinggal Di Daerah

Seorang yang kehilangan kaki berawal dari bermacam wilayah di Indonesia terhitung pasien kaki palsu di daerah terpencil atau pun pinggir kota. Penjual kaki palsu di mempunyai tujuan untuk mempermudah pasien di wilayah itu untuk memperoleh kaki palsu yang terbaik. Sebagai penjual kaki palsu di indinesia,  Kurnia Putra Ortopedi layani pemesanan pasien di semua teritori di […]

0 0
Denis Listiadi
6 tahun lalu • 3" baca

Cara Download Video TikTok Tanpa Watermark

Langsung saja, TikTok adalah aplikasi berbagi video yang sedang trending di era saat ini. Itulah sebabnya banyak orang membagikan video TikTok yang lucu dan informatif melalui WhatsApp atau platform lainnya. Namun, sebagian besar TikTok menerapkan watermark setiap kali video pengguna dibagikan. Jika Anda mencoba untuk membagikan atau memposting ulang video dari TikTok, Anda akan melihat […]

0 0
Bunga Dessyta Prameswari
6 tahun lalu • 4" baca

HUT Ke-75 RI Saat Covid 19 Terkait Teori Etika dan Islam

Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-75 pada 17 Agustus 2020 akan sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kini Indonesia tengah berjuang untuk melawan pandemi Covid 19 yang sampai saat ini masih mewabah. Upacara kemerdekaan yang biasanya dilakukan di Istana Merdeka dengan penuh kemeriahan, namun sekarang dilakukan secara terbatas dan online.             Perbedaan yang akan terjadi pada […]

0 0
fernando
6 tahun lalu • 3" baca

6 Tips Agar Belajar Online Semakin Lebih Optimal Bagi Anda

Merangkum dari halaman resmi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI Berbagi, 6 tips ini adalah:  1. Motivasi diri  Buat motivasi untuk belajar dengan cara-cara berikut: Buat perjanjian dengan diri sendiri jika Anda hanya dapat melakukan kegiatan favorit Anda (seperti menonton atau bermain game) setelah semua target pembelajaran telah tercapai. Tulis dan tampilkan ungkapan motivasi favorit Anda […]

0 0

Aksesibilitas

Ukuran Teks

Warna & Kontras

Teks & Tipografi

Navigasi & Fokus

Bantuan Baca & Suara

Komentar

Buat Story Baru

Laporkan