- Recap Lintas Demonstrasi Mei di UNS Solo pada 8 Mei 1998oleh verdiansyah hernyana
- Di Balik Bangunan Tua Benteng Vastenburgoleh Fatimah Az Zahra
- Menengok Kembali Demonstrasi Mahasiswa Solo 1998oleh Daffa Fauzan
- Kilas Balik: Bentrokan Mahasiswa UMS dan Aparat, 7 Mei 1998oleh Fatimah Az Zahra
- Perizinan Bangunan yang Sering Dianggap Remeh, Padahal Bisa Bikin Repot di Kemudian Harioleh Mashudi Ali
- Recap Lintas Demonstrasi Mei di UNS Solo pada 8 Mei 1998
Arsip Penulis: ichwan prasetyo
Banalitas Kejahatan
Frasa “banalitas kejahatan” yang jadi judul tulisan ini saya ambil dari judul buku karya Hannah Arendt, Eichmann in Jerusalem, Reportase tentang Banalitas Kejahatan, terbitan Pustaka Pelajar, Jogja, cetakan I, 2012. Buku ini menceritakan Otto Adolf Eichmann yang menjalani sidang atas … Lanjutkan membaca
Ditulis pada Humaniora
Tag banal, banalitas kejahatan, hannah arendt, papa minta saham
Tinggalkan komentar
Ngaji Bersama Gus Mus
Toyota Innova berpelat nomor K 141 KU itu akhirnya masuk ke halaman Griya Solopos, Senin siang, 30 November 2015. Saya menunggu kedatangan mobil itu sekitar 25 menit. Pada Minggu malam, 29 November 2015, saya menerima SMS dari K.H. M. Dian … Lanjutkan membaca
Ditulis pada Humaniora
Tag agama, beragama, Gus Mus, Islam, pabrik semen, Pegunungan Kendeng, simbol, Soloensis, Solopos, substansi
Tinggalkan komentar
Ujaran Kebencian dan Radikalisme Anarkistis
Tak ada satu pun berita yang layak dibayar dengan nyawa. Itu pelajaran yang saya terima dari banyak jurnalis senior belasan tahun lalu ketika saya mulai menapaki karier di dunia jurnalisme profesional. Ketika saya belajar jurnalisme secara serius di dunia pers … Lanjutkan membaca
Ditulis pada Humaniora
Tag ISIS, paris, perancis, prancis, teror. terorisme, ujaran kebencian
Tinggalkan komentar
Ujaran Kebencian dan Budaya Literer
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berencana menggelar sesi khusus konferensi membahas ujaran kebencian atau hate speech yang disebarkan atau dikemukakan di media, tentu yang dimaksud adalah media massa dan media sosial. Saya mendapat informasi bahwa konferensi khusus membahas ujaran kebencian yang diselenggarakan … Lanjutkan membaca
Ditulis pada Humaniora
Tag budaya literer, hate speech, Internet, literasi, media sosial, ujaran kebencian
Tinggalkan komentar
Misuh
“Misuh” dalam hidup saya bisa bermakna positif, bisa bermakna negatif. “Misuh” itu dalam bahasa Indonesia adalah ”memaki”. ”Misuh” merupakan kata kerja dalam bahasa Jawa. Mengapa saya memaknai “misuh” sebagai positif dan negatif? Begini ceritanya. Saya lahir dan tumbuh di keluarga … Lanjutkan membaca
Ditulis pada Humaniora
Tag bahasa Indonesia, bahasa Jawa, kosakata, makian, memaki, misuh, pisuhan, tata krama, unggah ungguh
Tinggalkan komentar
Nasionalisme Tapai Ketan
Saya sering bertemu perempuan renta ini saat dia datang ke pabrik tempat saya menjadi buruh. Dia datang membawa barang dagangan berupa singkong rebus, ketela rebus, kacang rebus, dan tapai ketan. Biasanya perempuan renta ini datang ke pabrik tempat saya menjadi … Lanjutkan membaca
Ditulis pada Sosial Politik
Tag Indonesia, kebangsaan, nasionalisme, tapai ketan
Tinggalkan komentar
Melawan Media Sosial
K.H. M. Dian Nafi’ adalah sosok kiai, ulama, punya jaringan luas, berbudaya literer tinggi, tapi tak punya akun media sosial. Term “tapi” ini sekadar menguatkan agar selaras dengan realitas jamak orang sekarang yang “cupu atau kuper” kalau tak punya akun … Lanjutkan membaca
Ditulis pada Humaniora
Tag Facebook, Instagram, interfaith, kemanusiaan, konten negatif, media sosial, Merlyna Lim, Prof. Pawito, unggahan
Tinggalkan komentar
Sektor Riil Kuliner Daging Anjing
Anda jangan senewen dulu membaca judul esai saya ini. Term ini saya pakai dalam konteks yang luas. Anda perlu memahami secara menyeluruh substansi esai saya ini agar menjadi diskusi yang membangun dan positif. Secara pribadi saya emoh sama daging anjing. … Lanjutkan membaca
Ditulis pada Gaya Hidup
Tag anjing, daging anjing, haram, rica-rica guk-guk, sate jamu, sektor riil, sengsu, Solo, Soloensis, teologis
Tinggalkan komentar
Jurnalis, Jurnalisme, Homoseksualitas
Jurnalisme adalah subjektivitas. Jangan menggugat dulu. Pertama-tama, jurnalisme adalah aktivitas yang dilakukan jurnalis. Dalam aktivitas itu jurnalis tak bisa lepas dari subjektivitas. Subjektivitas itu bisa berlatar belakang agama, pendidikan, pengalaman, bacaan, interaksi, lingkungan, komunitas, dan lain sebagainya. Kian banyak “subjektivitas” … Lanjutkan membaca
Ditulis pada Humaniora
Tag homo, homoseksual, homoseksualitas, jurnalis, jurnalisme, kode etik, kode etik jurnalistik, objektif, subjektif
Tinggalkan komentar
Membaca Kebudayaan dan Peran Negara
Di laman pribadinya, pada Agustus 2013, dalam sebuah esai singkat, Windu Nuryanti yang pernah menjabat Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mempertanyakan di mana peran pemerintah dalam pembangunan kebudayaan? Pertanyaan ini juga selalu mengemuka di kalangan akar rumput pelaku kebudayaan. Mereka … Lanjutkan membaca
Ditulis pada Humaniora
Tinggalkan komentar
Membangun Identitas, Meraih Kenikmatan
Term “identitas” dan “kenikmatan” menjadi inti pembahasan buku yang—menurut saya–“aduhai” ini. Saya menangkapnya sebagai laku membangun identitas untuk menggapai kenikmatan. Identitas yang dipaparkan dalam buku ini bisa bermakna identitas pribadi maupun identitas kolektif. Sedangkan kenikmatan yang dipaparkan dalam buku ini … Lanjutkan membaca
Ditulis pada Sosial Politik
Tinggalkan komentar