Arsip Penulis: ichwan prasetyo

Tentang ichwan prasetyo

Jurnalis, suka membaca, suka mengoleksi buku, sedih bila buku dipinjam (apalagi kalau tak dikembalikan), tak suka kemunafikan.

Banalitas Kejahatan

Frasa “banalitas kejahatan” yang jadi judul tulisan ini saya ambil dari judul buku karya Hannah Arendt, Eichmann in Jerusalem, Reportase tentang Banalitas Kejahatan, terbitan Pustaka Pelajar, Jogja, cetakan I, 2012. Buku ini menceritakan Otto Adolf Eichmann yang menjalani sidang atas … Lanjutkan membaca

Ditulis pada Humaniora | Tag , , , | Tinggalkan komentar

Ngaji Bersama Gus Mus

Toyota Innova berpelat nomor K 141 KU itu akhirnya masuk ke halaman Griya Solopos, Senin siang, 30 November 2015. Saya menunggu kedatangan mobil itu sekitar 25 menit. Pada Minggu malam, 29 November 2015, saya menerima SMS dari K.H. M. Dian … Lanjutkan membaca

Ditulis pada Humaniora | Tag , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Ujaran Kebencian dan Radikalisme Anarkistis

Tak ada satu pun berita yang layak dibayar dengan nyawa. Itu pelajaran yang saya terima dari banyak jurnalis senior belasan tahun lalu ketika saya mulai menapaki karier di dunia jurnalisme profesional. Ketika saya belajar jurnalisme secara serius di dunia pers … Lanjutkan membaca

Ditulis pada Humaniora | Tag , , , , , | Tinggalkan komentar

Ujaran Kebencian dan Budaya Literer

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berencana menggelar sesi khusus konferensi membahas ujaran kebencian atau hate speech yang disebarkan atau dikemukakan di media, tentu yang dimaksud adalah media massa dan media sosial. Saya mendapat informasi bahwa konferensi khusus membahas ujaran kebencian yang diselenggarakan … Lanjutkan membaca

Ditulis pada Humaniora | Tag , , , , , | Tinggalkan komentar

Misuh

“Misuh” dalam hidup saya bisa bermakna positif, bisa bermakna negatif. “Misuh” itu dalam bahasa Indonesia adalah ”memaki”. ”Misuh” merupakan kata kerja dalam bahasa Jawa. Mengapa saya memaknai “misuh” sebagai positif dan negatif? Begini ceritanya. Saya lahir dan tumbuh di keluarga … Lanjutkan membaca

Ditulis pada Humaniora | Tag , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Nasionalisme Tapai Ketan

Saya sering bertemu perempuan renta ini saat dia datang ke pabrik tempat saya menjadi buruh. Dia datang membawa barang dagangan berupa singkong rebus, ketela rebus, kacang rebus, dan tapai ketan. Biasanya perempuan renta ini datang ke pabrik tempat saya menjadi … Lanjutkan membaca

Ditulis pada Sosial Politik | Tag , , , | Tinggalkan komentar

Melawan Media Sosial

K.H. M. Dian Nafi’ adalah sosok kiai, ulama, punya jaringan luas, berbudaya literer tinggi, tapi tak punya akun media sosial. Term “tapi” ini sekadar menguatkan agar selaras dengan realitas jamak orang sekarang yang “cupu atau kuper” kalau tak punya akun … Lanjutkan membaca

Ditulis pada Humaniora | Tag , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Reportase Sesungguhnya

Kata reportase memang tak tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi termutakhir. Tapi, maknanya sudah lumrah, diketahui banyak orang. Kata ini mengandung makna pekerjaan jurnalis yang kemudian berbuah tulisan, tayangan (audio atau video), yang disiarkan di media massa. Sayangnya, … Lanjutkan membaca

Ditulis pada Kelas Menulis | Tag , , , , , | Tinggalkan komentar

Sektor Riil Kuliner Daging Anjing

Anda jangan senewen dulu membaca judul esai saya ini. Term ini saya pakai dalam konteks yang luas. Anda perlu memahami secara menyeluruh substansi esai saya ini agar menjadi diskusi yang membangun dan positif. Secara pribadi saya emoh sama daging anjing. … Lanjutkan membaca

Ditulis pada Gaya Hidup | Tag , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Jurnalis, Jurnalisme, Homoseksualitas

Jurnalisme adalah subjektivitas. Jangan menggugat dulu. Pertama-tama, jurnalisme adalah aktivitas yang dilakukan jurnalis. Dalam aktivitas itu jurnalis tak bisa lepas dari subjektivitas. Subjektivitas itu bisa berlatar belakang agama, pendidikan, pengalaman, bacaan, interaksi, lingkungan, komunitas, dan lain sebagainya. Kian banyak “subjektivitas” … Lanjutkan membaca

Ditulis pada Humaniora | Tag , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Membaca Kebudayaan dan Peran Negara

Di laman pribadinya, pada Agustus 2013, dalam sebuah esai singkat, Windu Nuryanti yang pernah menjabat Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mempertanyakan di mana peran pemerintah dalam pembangunan kebudayaan? Pertanyaan ini juga selalu mengemuka di kalangan akar rumput pelaku kebudayaan. Mereka … Lanjutkan membaca

Ditulis pada Humaniora | Tinggalkan komentar

Ihwal Menulis dan Menulis

Warga Soloensis yang membuka situs ini akan bertemu kanal “Kelas Menulis”. Kanal ini memang disediakan khusus oleh pengelola website masyarakat warga ini.Kanal ini dimaksudkan menjadi “kelas menulis” 24 jam. Warga Soloensis yang ingin bertanya tentang kiat-kiat menulis bisa mengajukan pertanyaan … Lanjutkan membaca

Ditulis pada Kelas Menulis | Tinggalkan komentar

Membangun Identitas, Meraih Kenikmatan

Term “identitas” dan “kenikmatan” menjadi inti pembahasan buku yang—menurut saya–“aduhai” ini. Saya menangkapnya sebagai laku membangun identitas untuk menggapai kenikmatan. Identitas yang dipaparkan dalam buku ini bisa bermakna identitas pribadi maupun identitas kolektif. Sedangkan kenikmatan yang dipaparkan dalam buku ini … Lanjutkan membaca

Ditulis pada Sosial Politik | Tinggalkan komentar