Magang di BPK DIY, Mahasiswa Ilmu Sejarah UNS Belajar Tari dan Gamelan

Mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, yang tergabung dalam kegiatan magang sekaligus rekognisi KKN di Balai Pelestarian Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta, berpartisipasi aktif dalam penyelenggaraan pelatihan kesenian tradisional di kawasan Dalem Jayadipuran. (Istimewa)
Mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, yang tergabung dalam kegiatan magang sekaligus rekognisi KKN di Balai Pelestarian Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta, berpartisipasi aktif dalam penyelenggaraan pelatihan kesenian tradisional di kawasan Dalem Jayadipuran. (Istimewa)

JOGJA — Mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, yang tergabung dalam kegiatan magang sekaligus rekognisi KKN di Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), berpartisipasi aktif dalam penyelenggaraan pelatihan kesenian tradisional di kawasan Dalem Jayadipuran.

 

Pelatihan yang berlangsung selama empat minggu ini meliputi seni tari, karawitan (gamelan), dan

nyinden, dengan melibatkan masyarakat umum khususnya generasi muda sebagai peserta.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya nyata dalam pemajuan kebudayaan sekaligus ruang

pembelajaran langsung bagi mahasiswa di tengah masyarakat.

Mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, UniversitasSebelas Maret (UNS) Solo, yang tergabung dalam kegiatan magang sekaligus rekognisi KKN di Balai Pelestarian Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta, berpartisipasi aktif dalam penyelenggaraan pelatihan kesenian tradisional di kawasan Dalem Jayadipuran. (Istimewa)
Mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas
Sebelas Maret (UNS) Solo,  berpartisipasi aktif dalam penyelenggaraan
pelatihan kesenian tradisional di kawasan Dalem Jayadipuran. (Istimewa)

 

Selama pelaksanaan, mahasiswa tidak hanya bertindak sebagai peserta pendukung, tetapi juga

terlibat dalam pendampingan, pengelolaan kegiatan, hingga dokumentasi. Hal ini memberikan

pengalaman praktis yang memperkaya pemahaman mereka terhadap dinamika pelestarian budaya

di lapangan.

 

Sebagai puncak kegiatan, diselenggarakan pementasan kesenian yang menampilkan hasil

pelatihan para peserta. Acara ini disaksikan oleh masyarakat sekitar serta tamu undangan,

sekaligus menjadi sarana apresiasi dan promosi kesenian tradisional kepada publik.

Mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, UniversitasSebelas Maret (UNS) Solo, yang tergabung dalam kegiatan magang sekaligus rekognisi KKN di Balai Pelestarian Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta, berpartisipasi aktif dalam penyelenggaraan pelatihan kesenian tradisional di kawasan Dalem Jayadipuran. (Istimewa)
Mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas
Sebelas Maret (UNS) Solo,  berpartisipasi aktif dalam penyelenggaraan
pelatihan kesenian tradisional di kawasan Dalem Jayadipuran. (Istimewa)

Pelatihan ini memiliki fungsi strategis dalam menjaga keberlanjutan seni tradisional, memperluas

ruang edukasi budaya, serta mendorong keterlibatan aktif genrasi muda dalam menjaga warisan

Budaya. Di sisi lain, kolaborasi antara mahasiswa dan Balai kebudayaan menjadi bentuk sinergi

yang saling menguatkan. Mahasiswa memperoleh pengalaman kontekstual dan keterampilan

praktis, sementara instansi mendapatkan dukungan dalam pelaksanaan program pelestarian

budaya.

 

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara dunia akademik dan

lembaga kebudayaan dalam upaya menjaga dan mengembangkan warisan budaya bangsa secara

berkelanjutan