Penyebab Terjadi Trading Loss Forex dan Cara Mengantisipasinya

trading forex

Trading Forex

Perdagangan forex adalah perdagangan di pasar valuta asing (forex). Perdagangan valas sering merujuk pada bisnis yang dapat menghasilkan keuntungan besar. Oleh karena itu, orang yang tertarik dengan trading forex tidak jarang. Namun di sisi lain, dalam trading Forex juga high risk high return. Jadi semakin tinggi keuntungannya, semakin tinggi pula resikonya. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu Anda pahami dan perhatikan saat trading Forex, seperti risiko. Salah satu risiko paling umum dalam perdagangan forex adalah kerugian.

Baca Juga : Forex Trading Adalah: Cara Trading Forex Untuk Pemula

5 Alasan Kenapa Trading Loss Forex Sering Terjadi

Kali ini bagian keuangan saya membeberkan alasan mengapa sering terjadi kerugian dalam trading forex. Berikut adalah 5 alasan mengapa kerugian perdagangan Forex sering terjadi.

1. Trading Yang Berlebihan

Overtrading adalah penyebab kerugian paling umum dalam perdagangan forex. Perdagangan berlebihan ini melibatkan perdagangan dengan nilai nominal yang terlalu besar atau terlalu sering. Overtrading ini bisa disebabkan oleh target profit yang terlalu tinggi, modal yang tidak mencukupi, dan ketergantungan pasar.

  • Kapitalisasi yang tidak mencukupi

Sebagian besar pedagang tahu bahwa mereka membutuhkan uang untuk mendapat untung dari investasi mereka. Salah satu keuntungan terbesar dari trading forex adalah leverage akun yang tinggi. Artinya, trader dengan modal awal yang terbatas masih dapat memperoleh keuntungan besar (kerugian besar) dengan berspekulasi pada harga aset keuangan. Namun, investasi modal besar, baik dengan leverage maupun ekuitas, memerlukan strategi manajemen risiko yang baik. Ini memastikan bahwa ada basis investasi yang memadai.

Modal yang cukup di akun trading Anda sangat meningkatkan potensi profit jangka panjang trader. Selain itu, juga mengurangi tekanan psikologis bisnis. Dengan cara ini, banyak trader mempertaruhkan sebagian kecil dari total investasi mereka per trading sambil menghasilkan keuntungan yang wajar. Jadi berapa modal yang cukup?

  • Kecanduan trading

Pedagang yang kecanduan berdagang melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan pedagang institusional dan itu adalah mengejar harga. Perdagangan valas bisa sangat menyenangkan. Dengan jam perdagangan yang pendek dan pasangan mata uang yang fluktuatif, pasar dapat bergerak cepat dan memacu adrenalin.

Namun di sisi lain, hal itu juga bisa menimbulkan tekanan yang luar biasa jika pasar bergerak ke arah yang tidak terduga.  Oleh karena itu, untuk menghindari hal ini, trader harus memiliki strategi yang jelas untuk masuk dan keluar pasar saat keadaan tidak berjalan sesuai keinginan. Pengejaran harga dengan membuka dan menutup perdagangan tanpa rencana  disebut perjudian, bukan perdagangan. Sebagai trader yang cerdas, Anda harus memahami bahwa tidak semua pergerakan harga layak untuk diterima. Beberapa transaksi terlalu berisiko.

2. Tidak Beradaptasi Dengan Kondisi Pasar

Jika trader percaya bahwa satu strategi trading yang sudah terbukti  cukup untuk menghasilkan profit/keuntungan secara konsisten, inilah salah satu alasan mengapa trader Forex mengalami kerugian. Kita harus ingat bahwa pasar itu dinamis dan tidak statis. Oleh karena itu, para pelaku bisnis harus terus mengembangkan kemampuannya untuk  beradaptasi dengan perubahan tersebut dalam segala situasi  yang memungkinkan. Perubahan pasar ini menciptakan risiko baru. Namun di sisi lain juga menawarkan peluang bisnis baru. Dengan demikian, pedagang harus terbiasa  melihat volatilitas rata-rata  setelah berita keuangan dan dapat membedakan antara pasar yang sedang tren dan pasar yang bergejolak.

Hasil keputusan kebijakan moneter, seperti perubahan suku bunga atau bahkan data ekonomi yang mengejutkan tentang pengangguran atau kepercayaan konsumen, dapat mengubah sentimen pasar di kalangan bisnis. Ini karena ketika pasar bereaksi terhadap peristiwa ini, hal itu pasti akan mempengaruhi penawaran dan permintaan setiap mata uang.  Oleh karena itu, trader harus memastikan bahwa strategi yang mereka gunakan sejalan dengan volatilitas  kondisi pasar saat ini.

3. Manajemen Risiko yang Buruk

Manajemen risiko yang buruk adalah salah satu penyebab utama kerugian dalam trading forex. Dengan menguasai manajemen risiko, Anda dapat meningkatkan peluang sukses seorang trader. Tentunya, trader juga perlu menerapkannya dengan benar sesuai dengan periode yang diramalkan pada saat trading dan tingkat volatilitas pasar. Jika stop-loss rendah, Anda  bisa menyadari posisi yang seharusnya menguntungkan.

Di sisi lain, jika Anda mendorong keuntungan tinggi, itu mungkin tidak tercapai karena kurangnya volatilitas. Bagian penting dari manajemen risiko yang baik adalah mempertimbangkan rasio risiko/keuntungan. Rasio  hanyalah ukuran yang  membantu pedagang merencanakan berapa banyak keuntungan yang akan didapat jika perdagangan berjalan seperti yang diharapkan atau berapa banyak kerugian jika tidak.

4. Tidak Memiliki atau Tidak Mengikuti Rencana Trading (Trading Plan)

Sikap yang tidak baik dan tidak membuat rencana bisnis untuk kondisi pasar saat ini pasti akan mengakibatkan kehilangan bisnis. Anda sangat disarankan untuk menganggap perdagangan keuangan sebagai bisnis. Tentu saja, setiap proyek bisnis yang serius memerlukan rencana bisnis (business plan). Begitu pula dengan para trader, trader yang serius tentunya juga membutuhkan waktu dan tenaga untuk membuat strategi trading.

Minimal, rencana bisnis harus mempertimbangkan titik masuk dan keluar yang optimal untuk perdagangan, risiko/imbalan, dan aturan manajemen keuangan.

Baca Juga : Tips Menghindari Loss Dalam Trading Dengan Strategi Stop Loss

5. Ekspektasi yang Tidak Realistis

Ada dua jenis trader yang memasuki pasar forex. Yang pertama adalah seorang trader yang telah berkecimpung di pasar saham atau pasar keuangan lainnya. Mereka pindah ke pasar valuta asing untuk mencari kondisi perdagangan yang lebih baik atau hanya untuk mendiversifikasi investasi mereka. Lainnya adalah pengecer yang tidak pernah berdagang di mana pun.

Tentu saja, masuk akal bahwa trader pemula biasanya lebih sukses dalam trading forex karena pengalaman mereka sebelumnya. Trader berpengalaman biasanya memiliki ekspektasi keuntungan yang realistis. Cara berpikir ini berarti bahwa mereka menahan diri untuk tidak mengejar harga dan melanggar aturan perdagangan dari strategi khusus mereka. Harapan yang realistis dapat mengurangi tekanan psikologis bisnis.

Pemula harus ingat bahwa perdagangan Forex bukanlah alat cepat kaya. Tentu saja, perdagangan mata uang juga memiliki risiko yang dapat menyebabkan kerugian. Dalam perdagangan forex, teman terbaik Anda adalah kesabaran dan ketekunan. Pedagang tidak perlu menghasilkan sedikit uang dengan satu atau dua perdagangan besar. Ini hanya memperkuat kebiasaan perdagangan yang buruk dan dapat menyebabkan kerugian besar seiring waktu. Menggabungkan keuntungan selama berbulan-bulan dan bertahun-tahun dengan perdagangan yang lebih kecil adalah taruhan terbaik.

Mengantisipasi Trading Loss Forex

Sekarang Anda sudah mengetahui alasan mengapa trading Forex sering mengalami kerugian bukan? Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah hal ini. Anda harus banyak belajar, meneliti dan beradaptasi dengan pasar, membuat rencana bisnis dan mengelola modal Anda dengan baik. Tentu saja, untuk menjadi sukses, Anda harus melakukannya secara konsisten.

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan